![]() |
| Balap pushbike untuk anak Kota Bukittinggj (**) |
Bukittinggi, Canangnews- Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan balap pushbike atau sepeda tanpa pedal untuk anak di Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi menargetkan ajang tersebut menjadi agenda rutin dua kali setahun dengan skala internasional.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Pemkot akan memasukkan balap pushbike sebagai bagian dari program unggulan (Progul) di bidang olahraga.
"Insya Allah ajang ini akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai bagian dari program unggulan di bidang olahraga. Ditargetkan terselenggara dua kali dalam setahun bertaraf internasional," kata Ramlan, Minggu (5/7).
Pernyataan itu disampaikan usai gelaran Bukittinggi Maimbau Wisata Runbike yang berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bukittinggi. Event perdana tersebut diikuti lebih dari 300 peserta, dengan mayoritas berasal dari luar Sumatera Barat.
Menurut Ramlan, sejak awal Pemkot telah mendukung penyelenggaraan kegiatan melalui penyediaan lokasi dan pengamanan.
"Dari awal kita mendukung melalui fasilitas tempat dan keamanan. Peserta mayoritas dari luar Sumbar. Tahun depan akan diperbesar dengan mengundang peserta dari Malaysia, Singapura, dan negara lainnya," ujarnya.
Ramlan menilai pushbike bukan sekadar olahraga anak, tetapi juga mampu melatih keseimbangan, kesiapan mental, fisik, hingga kesabaran sejak usia dini.
Ia juga menilai penyelenggaraan event olahraga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
"Event ini meningkatkan kunjungan tamu ke kota yang berdampak pada tingkat hunian hotel dan aktivitas jual beli masyarakat. Nanti akan kami jadwalkan saat libur sekolah dan dimasukkan dalam kalender pariwisata," katanya.
Ramlan turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, komunitas, peserta, orang tua, serta para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Bukittinggi Maimbau Wisata Runbike, Ade Jeri Harlan, mengatakan pushbike merupakan olahraga menggunakan sepeda tanpa pedal yang diperuntukkan bagi anak usia 2 hingga 10 tahun.
Menurutnya, event tersebut menjadi yang pertama digelar di Kota Bukittinggi sekaligus menjadi langkah awal memperkenalkan olahraga ramah anak serta mendukung pengembangan sport tourism.
"Pushbike efektif melatih keseimbangan, koordinasi motorik, fokus, dan kepercayaan diri anak. Selain itu, olahraga ini juga mempererat hubungan anak dan orang tua karena seluruh aktivitas dilakukan dengan pendampingan langsung," ujar Ade.
Ia menambahkan, komunitas Pushbike Bukittinggi yang berdiri pada 30 Mei 2025 kini telah memiliki lebih dari 30 anggota aktif dari Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, dan daerah sekitarnya.
Kata Ade, penyelenggaraan event bertepatan dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang menjadi nilai tambah dalam mempromosikan wisata Bukittinggi melalui perpaduan olahraga, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
(KH)

