DITUDING SOMBONG SETELAH SUKSES

0

Catatan Zakirman Tanjung



SEORANG
teman baik - sebut saja AX - yang baru saja menuai sukses siang tadi meneleponku. Ia mengaku sedang berada di Kalimantan untuk urusan bisnis. Setelah berbasa-basi, ia menanyakan apakah aku sedang senggang? 


"Ya, silahkan," jawabku. 


Tidak seperti biasa, kali ini AX terkesan bicara serius. "Sudah lama uneg-uneg ini kupendam. Kuharap kau bersedia mendengarkan, mau memahami dan - kalau mungkin - dapat memberi solusi." 


"Apa tu, Boss? Serius sangat. Deg-degan aku jadinya," kataku. 


Semenjak menuai sukses setahun terakhir (AX menyebut Alhamdulillah...) setelah berbelas tahun merintis usaha dengan segala kegetiran, AX mengaku sering menerima tudingan 'sombong' dari orang-orang yang mengenalnya. Bahkan, berdasarkan laporan yang ia terima dari kerabat di kampung tempat ia lahir dan dibesarkan ibu, tudingan sombong terhadap dirinya sudah menggurita, jadi bahan gunjingin. 


"Masalahnya, mereka menganggap aku tidak responsif. Panggilan telepon mereka tidak kujawab, pesan whatsapp mereka tidak segera kubalas. Semestinya mereka memahami kalau aku sangat sibuk. Selain itu, panggilan telepon dan pesan whatsapp yang kuterima dalam sehari bisa ratusan. Tak mungkin kan semuanya kurespons?" 


"Ya, aku dapat memahami," jawabku. 


"Menurutmu, aku harus bagaimana, Zast?" 


Setelah berpikir sejenak, aku berkata, "Tak usah kau masukkan ke hati, biarkan saja. Toh hanya mulut botol yang bisa ditutup rapat. Mulut orang mana mungkin." 


"Tapi, ....." 


"No problem! Yang penting kau yakin tidak sombong. Namun, suatu hal yang perlu kau sadari, kemampuan dan waktumu terbatas. Kau tak mungkin memenuhi keinginan semua orang." 


"Ya, gunakan skala prioritas, utamakanlah merespons orang-orang yang berjasa dalam hidupmu. Setelah itu, kalau memungkinkan, mereka yang lain sesuai ketersediaan waktu dan kemampuanmu." 


"Oh, terimakasih ya, Zast, pencerahanmu menyejukkan hati dan pikiranku. Kapan aku ada urusan ke Padang kita ngopi bareng yaaa." 


"It's okay, selamat beraktivitas. Kutunggu teleponmu kalau ke Padang ...." 


** 


AX berteman baik denganku sejak berbelas tahun silam. Alhamdulillah... berkat daya ingat yang dianugrahkan Allah Yang Maha Penyayang, aku masih ingat bagaimana perjuangan AX menggapai sukses usaha. Ia sering jatuh-bangun, bahkan pernah hancur, kemudian ia bangkit lagi dan lagi. 


Dalam ketiadaan yang sama, kami sering berbagi cerita via telepon, kadang janjian bertemu. Walaupun sering kehabisan uang, bahkan untuk pembeli beras, kami bertekad untuk tidak menjual android masing-masing sebagai wadah bermedia sosial. Bahkan, kami modus (modal usaha) yang nyaris sama pula; kalau kehabisan kuota internet atau kehabisan uang untuk pembeli beras, kami posting saja ke medsos. Alhamdulillah... ada saja sahabat baik yang berbagi rizki sehingga kami tetap dapat bermedsos-ria dan tidak mati kelaparan. 


Waktu itu kami sering berdiskusi tentang sikap kebanyakan teman facebook yang terkesan menghindar jika kami memosting hal-hal terkait kesulitan hidup, umumnya menahan diri untuk meninggalkan jejak digital berupa tanggapan seperti klik suka, apalagi mengomentari. Lain halnya jika kami memosting hal-hal yang rada konyol, teman-teman pada keluar seperti lebah buncah. 


Sebaliknya, jika kami memosting status di whatsapp atau cerita di facebook, ketahuan banyak teman yang kepo karena banyak yang melihat. Tetapi, yaaa hanya sekadar melihat, nyaris tak ada yang menyapa, bertanya, apalagi menawarkan bantuan, kecuali satu dua - sesekali. Namun, dengan adanya kebaikan satu dua teman itu, Alhamdulillah... kami dapat bertahan hidup dan eksis di medsos. 


Akan halnya AX, setelah kabar kesuksesan usahanya setahun terakhir, ketika sesekali ia memosting di beranda facebook, dalam waktu beberapa menit saja kulihat ratusan hingga ribuan teman dan pengikutnya yang meninggalkan jejak digital berupa klik suka, super, peduli atau ha ha. Begitu pula yang mengomentari: bejibun! (*)


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top