Perpustakaan Nagari, Wadah Beraktivitas Masyarakat Cerdas

 Catatan Zakirman Tanjung



DI TENGAH era yang serba digital ternyata perpustakaan masih menjadi sumber ilmu bagi masyarakat, tak terkecuali di nagari-nagari (pedesaan). Mereka menjadikan ruang pustaka nagari (pusnag) sebagai wadah beraktivitas sekaligus sarana mengekspesikan diri. Tak sekadar untuk meminjam dan membaca buku, mereka menjadikan pusnag sebagai tempat berdiskusi serta melakukan kegiatan lain yang bermanfaat. 


Kesan demikian penulis peroleh ketika mengunjungi 8 (delapan) pusnag selaku Anggota Tim Penilai Lomba Pusnag Berprestasi tingkat Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, selama tiga hari, Selasa – Jumat 25 – 28 Mei 2021.



Ketika melepas tim penilai berangkat ke pusnag sasaran, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskearpus) Kabupaten Padang Pariaman H Hendri Satria AP MSi mengemukakan, lomba pusnag berprestasi tahun 2021 ini tidak lagi berbasis kecamatan seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi langsung berbasis nagari. Kegiatan diawali dengan monitoring dan evaluasi (monev) Tim Penilai Diskearpus ke perpustakaan pada 103 nagari.di 17 kecamatan.


Berdasarkan monev, lanjut dia, tim merekomendasikan 18 pusnag layak ikut lomba. Selanjutnya, tim melakukan penilaian tahap awal. Hasilnya, tim memperoleh dan menetapkan 8 (delapan) pusnag sebagai nominasi. 



"Mulai hari ini, Selasa (25/5/2021), tim akan mengunjungi kedelapan pusnag nominator guna melakukan penilaian. Pusnag terbaik akan mewakili Kabupaten Padang Pariaman guna mengikuti Lomba Pusnag Berprestasi tingkat Provinsi Sumatra Barat," ujar Hendri Satria. 


Pada kesempatan pertama, kami mengunjungi Perpustakaan "Taman Ilmu" Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau. Pusnag ini menempati bangunan rumah penduduk yang berlokasi di depan kantor walinagari dengan sistem kontrak Rp4,8 juta / tahun. Pengelolaannya dipercayakan kepada seorang petugas, Erita, di bawah pengawasan Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Pemerintah Nagari, Indra Gunawan. 


Selanjutnya, pada hari yang sama, kami mengunjungi Perpustakaan "Limpur Jaya", Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur. Dikelola oleh Ririn Tamara, pusnag ini menempati bangunan pada los pasar yang berlokasi tidak jauh dari kantor walinagari. 



Pusnag ketiga yang kami kunjungi adalah Perpustakaan "Anak Nagari" Nagari Tandikek Selatan, Kecamatan Patamuan. Menempati paviliun samping rumah warga yang berhadapan dengan kantor walinagari, pusnag ini dikelola oleh petugas bernama Salju Fitri SE. 


Hari kedua, Kamis (27/5/2021), kunjungan kami awali ke Perpustakaan "Mangga Dua" Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabarih. Meski hanya menempati ruangan kecil berukuran kira-kira 2x3 meter di pojok kanan bagian depan kantor walinagari, pusnag yang digawangi oleh Deva Amriyanti SPd ini memiliki taman dan anjungan sebagai tempat membaca. 



Dari Mangga Dua, kami mengunjungi Perpustakaan Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, dengan petugas pengelola Jerry Herdiandra. Pusnag ini menempati ruangan tersendiri pada bagian belakang kantor walinagari. 


Pusnag keenam yang kami kunjungi adalah Perpustakaan Nagari Lubuk Pandan, juga di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Menempati ruangan di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) - tidak jauh dari kantor walinagari, pusnag ini dikelola Syaiful Anwar sebagai petugas.



Hari ketiga, Jumat (28/5/2021), kami mengunjungi Pustaka Nagari Singguling, Kecamatan Lubuk Alung, dengan pengelola Nabila Putri yang bekerja di bawah pembinaan Kasi Kesra Dian Angeli dan Walinagari Jufri Mansyah. Pusnag ini menempati bangunan semi permanen dengan lokasi berseberangan jalan dengan kantor walinagari.


Terakhir, kami mengunjungi Perpustakaan Korong Tabek, Nagari Kataping, Kecamatan Batang Anai, dengan tiga pengelola Aminah, Latifah Jasmine dan Putri Koto. Pusnag ini menempati gedung megah dan permanen yang dibangun dengan dana Program Nasional Penberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPd). 




Secara umum, kedelapan pusnag yang kami kunjungi sudah mempunyai manajemen tata kelola yang cukup baik. Pendirian pusnag dan pengangkatan petugas berdasarkan surat keputusan walinagari. Dengan demikian, petugas pusnag menerima penghasilan setiap bulan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Bupati Padang Pariaman. Oleh karena itu, petugas membuka pusnag dan memberi layanan kepada masyarakat nagari sesuai jam dan hari kerja. 


Kedelapan pusnag yang kami kunjungi dan nilai memiliki koleksi buku yang cukup memadai, berkisar 500 sampai dengan 1.500 judul buku. Buku-buku ini dipinjamkan oleh petugas kepada masyarakat, baik membaca langsung di area pusnag maupun dibawa pulang untuk jangka waktu tertentu, misalnya tiga hari hingga satu minggu.



Tahun 2021 ini, kata Kepala Diskearpus Hendri Satria, empat pusnag di Kabupaten Padang Pariaman akan menerima paket bantuan berupa Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Paket bantuan berupa tiga unit komputer, satu unit televisi berukuran 49 inch, 2 unit rak, 750 judul/eksamplar buku, server dan modem. 


Keempatnya adalah Perpustakaan "Taman Ilmu" Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Perpustakaan Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Perpustakaan Korong Tabek, Nagari Kataping, Kecamatan Batang Anai, dan Perpustakaan Nagari Malai III Koto, Kecamatan IV Koto Aur Malintang. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama