Puluhan Penari Cilik Sanggar Pitunggua Agam Ikuti Ujian Naik Tingkat


 

Agam, (Sumbar)-Sebanyak 35 penari cilik Sanggar Tari Pitunggua Agam unjuk kebolehan menarinya di hadapan sejumlah penonton, Minggu (14/3). Selain mengasah gerak yang dipelajari, penampilan itu sekaligus menjadi ajang pengujian kenaikan tingkat.

Pimpinan Sanggar Tari Pitunggua Agam, Fetrinaldi, S.Sn melalui pelatih tari, Rosmi Wanti, S.Sn menuturkan 6 bulan sekali, sanggar yang dibinanya itu selalu menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat.

“Ujian ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kemahiran anak didik dalam menari, jika sudah mahir, maka yang bersangkutan akan dinaikan ke tingkat selanjutnya,” ujarnya, Senin (15/3).

Disebutkan lebih lanjut, di Sanggar Tari Pitunggua Agam terdapat 5 tingkatan pelatihan tari, meliputi tingkat dasar, tingkat A, tingkat B, tingkat C, dan tingkat D.

“Namun untuk keanggotaan mereka tidak dibatasi hanya sampai tingkat D, mereka boleh terus berproses di Sanggar Tari Pitunggua Agam, artinya bisa sampai Z,” terangnya.

Untuk menguji kemahiran menari anak didiknya, Sanggar Tari Pitunggua Agam mendatangkan dua penguji dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Mereka nantinya akan memperhatikan dan menilai gerak yang dipelajari anak didiknya.

“Ada dua penguji yang didatangkan dari ISI Padang Panjang, yakni Dona dan Cintia,” sebut Rosmi Wanti.

Mereka yang lulus ujian kenaikan tingkat diberikan tropi dan sertifikat. Hal itu dimaksudkan untuk menambah motivasi dan semangat anak didiknya untuk terus berproses.

“Alhamdulillah hasilnya memuaskan, anak didik dapat menampilkan ilmu yang dipelajarinya di hadapan juri,” katanya.

Dengan adanya ujian kenaikan tingkat ini, ulasnya, itu artinya Sanggar Tari Pitunggua Agam juga akan memasuki masa penerimaan anak didik baru. Dikatakan, sanggarnya terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari seni olah gerak, baik tradisi maupun modern.

Diketahui, jebolan Sanggar Tari Pitunggua Agam terbilang membanggakan. Pasalnya tak jarang peserta didiknya memboyong tropi juara di ajang perlombaan, baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional.

“Terakhir anak didik kita menorehkan prestasi di ajang internasional, yaitu menjadi penari 10 besar terbaik, dan itu sangat membanggakan sekali untuk daerah kita ini,” ujarnya. (WY)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama