.Catatan Zakirman Tanjung
KEDATANGAN Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman Hasan Basri SPdI MPd di Nagari Sungai Buluah Timur, Kamis 29 Januari 2026, terlihat dapat sambutan berbagai lapisan masyarakat bersama aparatur pemerintah setempat. Mereka menyuarakan aspirasi untuk pembangunan serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.
Pertemuan berlangsung di ruang rapat kantor walinagari yang masih mengontrak rumah warga. Terlihat hadir Walinagari Zulkifli bersama perangkat, Camat Batang Anai diwakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat Andri Nazir, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Ketua Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari Muhammad Jamil, Tokoh Masyarakat Ali Azwar Dt Rajo Batuah serta kaum ibu dan pemuda.
Setelah mendengarkan laporan Camat, Walinagari, Ketua Bamus dan Tokoh Masyarakat, Hasan Basri menjelaskan maksud kedatangannya untuk mengisi reses masa sidang pertama tahun 2026.
Menurutnya, reses DPRD adalah masa di mana anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bekerja di luar gedung dewan atau di luar masa sidang untuk menemui konstituen di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Agenda utamanya menyerap, menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan.
Selain menjemput aspirasi, lanjut Hasan, kedatangannya sekaligus juga mengonfirmasikan langkah-langkah strategis pembangunan daerah sebagai kegiatan DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, baik secara umum maupun pasca bencana alam.
Nagari Sungai Buluah Timur, ulas Hasan, termasuk kawasan yang dilanda dan terdampak bencana alam berupa galodo (longsor dan banjir) Akhir November 2025 lalu. Antara lain menimpa seluruh Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Batang Anai, beberapa ruas jalan dan jembatan amblas dan putus serta luapan Sungai Batang Buluah hingga merendam pemukiman.
Menyikapi dampak bencana tersebut, kata Hasan, ia telah dan akan terus melakukan berbagai upaya untuk pemulihan, termasuk melobi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan guna membangun kembali Gedung SDN 05 yang hancur ditimpa tanah longsor.
Sedangkan menanggapi laporan Walinagari Zulkifli yang baru saja melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor walinagari, Hasan menyatakan sudah mengalokasikan dana pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2026 ini sebesar Rp200 juta untuk kelanjutan pembangunan yang diperkirakan bakal menelan anggaran Rp1,5 miliar.
Hasan pun menceritakan pengalamannya menjadi pemateri pada kegiatan pendampingan Satuan Tugas Penanggulangan Risiko Bencana di Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar. Musibah longsor dan banjir (galodo) yang melanda kawasan itu terkesan sangat dahsyat tetapi tanpa ada korban manusia.
"Siaga bencana sudah jadi sistem di tengah masyarakat Malalo. Hal ini patut dicontoh pemerintah dan masyarakat Nagari Sungai Buluah Timur yang juga rawan galodo dengan mengelola potensi anak nagari," ujar Hasan,
Satgas Pendidikan Penanggulangan Resiko Bencana Batipuah Selatan Terbentuk Lewat ToT KAHMI MW Sumbar
Pada pertemuan itu, Hasan membuka kesempatan kepada hadirin menyampaikan aspirasi mereka untuk dia tindaklanjuti dalam sidang-sidang DPRD serta lobi-lobi kepada pihak terkait di Pemkab Padang Pariaman. Pertemuan berakhir menjelang masuk waktu shalat dzuhur dengan makan nasi bungkus bersama. (bersambung)
