![]() |
| Rapat Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi (**] |
Canangnews – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bukittinggi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem dua arah di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda mulai Senin, 26 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan akibat pengerjaan pemasangan conblok di kawasan Jam Gadang, khususnya pada ruas Jalan Minangkabau hingga Simpang Kangkung yang saat ini tengah dikerjakan.
Kepala Dishub Bukittinggi, Elza Aulia, mengatakan, selama proses pemasangan conblok berlangsung, kendaraan tidak dapat melintasi ruas jalan yang sedang dikerjakan. Oleh sebab itu, pengaturan arus lalu lintas diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
![]() |
| Ka Dishub Kota Bukittinggi, Elza Aulia (**) |
“Setelah dicor nanti, ketika pemasangan conblok, tidak ada kendaraan yang bisa melintas. Untuk itu, kita berlakukan jalur dua arah dari Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda, yang sebelumnya merupakan jalur satu arah, kita buka 24 jam,” ujar Elza, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pemberlakuan jalur dua arah ini diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan kendaraan, terutama di kawasan Pasar Atas dan depan gedung DPRD Bukittinggi selama pekerjaan berlangsung.
Dishub Bukittinggi juga telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Bukittinggi terkait penerapan rekayasa lalu lintas tersebut. Sebagai bagian dari persiapan, sejumlah rambu lalu lintas akan disesuaikan dalam beberapa hari ke depan.
Rambu larangan melintas atau forbidden nantinya akan diganti dengan rambu yang menunjukkan pemberlakuan jalur dua arah, sehingga pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan dengan pengaturan terbaru.
Selain itu, Dishub turut mengimbau pengemudi angkutan umum agar mematuhi arahan petugas, terutama terkait lokasi menaikkan dan menurunkan penumpang di kawasan Pasar Bawah. Hal ini penting mengingat adanya potensi penyempitan jalan yang dapat memengaruhi kelancaran arus kendaraan.
Elza menambahkan, penerapan kebijakan tersebut akan dievaluasi setelah berjalan untuk melihat efektivitasnya dalam mengurai kepadatan lalu lintas.
“Setelah berjalan nanti, akan ada evaluasi. Bahkan, jika ini berjalan baik, tidak tertutup kemungkinan jalur dua arah di ruas jalan ini akan diberlakukan permanen,” tutupnya.
(KH)


