Lahir di Pesisir Selatan, Arven Marta Tembus Panggung Nasional, Harapan Baru untuk Ranah Minang

Canang Pessel
0

 




PESISIR SELATAN – Arven Marta, putra daerah yang lahir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus menapaki perjalanan pengabdian melalui berbagai organisasi dan kiprahnya di tingkat nasional. Pengalamannya mengikuti pelatihan Lemhannas pada 2018, serta keterlibatannya di DPP Karang Taruna dan DPP Dekopin, menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya ke lingkup organisasi nasional.


Arven Marta, yang akrab disapa AM, saat ini juga mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Peran tersebut melengkapi pengalaman organisasi dan kebangsaannya dalam menjalankan aktivitas di tingkat pusat.


Lahir di Pesisir Selatan, Arven memiliki ikatan dengan Ranah Minang. Perjalanan dari daerah hingga berkiprah di tingkat nasional menjadi cerita tentang anak muda Minangkabau yang berusaha mengambil bagian dalam kehidupan organisasi, pembangunan, dan penguatan wawasan kebangsaan.


Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan Arven adalah mengikuti pelatihan Lemhannas pada 2018. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya dalam memperluas wawasan kebangsaan dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.


Selain pengalaman tersebut, Arven kini tergabung dalam jajaran organisasi tingkat pusat, yakni DPP Karang Taruna dan DPP Dekopin. Keterlibatan di kedua organisasi itu memperluas ruang pengabdiannya dalam bidang kepemudaan, sosial kemasyarakatan, dan perkoperasian.


Karang Taruna dikenal sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial dan pemberdayaan generasi muda. Sementara itu, Dekopin atau Dewan Koperasi Indonesia berkaitan dengan pengembangan gerakan koperasi dan penguatan ekonomi kerakyatan.


Keterlibatan dalam berbagai organisasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Arven dalam membangun jejaring dan memperluas pengalaman. Bagi daerah asalnya, pengalaman itu juga memunculkan harapan agar hubungan antara pusat dan daerah dapat semakin kuat melalui gagasan, kolaborasi, serta program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sebelum berkiprah di berbagai ruang organisasi nasional, Arven juga pernah aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar HMI periode 2021–2023, sebuah pengalaman yang turut mewarnai perjalanan kepemimpinannya.


Selain itu, Arven merupakan deklarator Pemuda Indonesia Raya (Pemira), wadah kepemudaan yang menjadi ruang konsolidasi gagasan kebangsaan dan partisipasi generasi muda.


Terbaru, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Arven mengikuti agenda Konsolidasi Nasional Pemuda Indonesia Raya di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta.


Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan pentingnya Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang bersatu, demokratis, dan berkeadilan.


Menurut Arven, Pancasila tidak cukup hanya menjadi dasar negara secara konstitusional, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguatan nilai kebangsaan, katanya, perlu berjalan seiring dengan demokrasi yang sehat serta penghormatan terhadap hak-hak dasar warga negara.


Ia juga menilai bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilihan umum dan proses legislasi, tetapi juga dari keterbukaan terhadap kritik, partisipasi masyarakat, serta kemampuan mengelola perbedaan secara dewasa.


“Indonesia membutuhkan demokrasi yang berlandaskan gagasan, bukan kebencian. Perbedaan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang harus dikelola dengan kedewasaan,” demikian garis besar pesan Arven dalam konsolidasi tersebut.


Di tengah kiprahnya di tingkat nasional, perhatian masyarakat terhadap Arven juga mengarah pada kemungkinan kontribusinya bagi kampung halaman. Sejumlah tokoh masyarakat berharap pengalaman dan jejaring yang dimilikinya dapat ikut mendorong kemajuan Tapan dan Kabupaten Pesisir Selatan secara lebih luas.


“Arven bukan hanya kebanggaan Tapan, tapi kebanggaan urang awak. Kini saatnya beliau pulang kampuang, membangun kampung halaman dengan pengalaman dan jejaring yang dimiliki,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.


Harapan itu mencerminkan keinginan agar putra daerah yang telah memperoleh pengalaman di tingkat nasional tetap menjaga hubungan dengan tanah kelahirannya. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran gagasan, penguatan jaringan, dukungan terhadap pemberdayaan pemuda, maupun pengembangan potensi ekonomi masyarakat.


Bagi Pesisir Selatan, keterlibatan putra daerah dalam organisasi nasional dapat menjadi peluang untuk memperluas komunikasi dan membuka ruang kolaborasi. Namun, manfaat bagi masyarakat tentu bergantung pada langkah nyata, kesinambungan program, dan kerja sama dengan berbagai pihak di daerah.


Dengan pengalaman mengikuti pelatihan Lemhannas pada 2018, keterlibatan di DPP Karang Taruna dan DPP Dekopin, serta kiprah dalam organisasi kepemudaan dan kebangsaan, Arven Marta memiliki perjalanan yang mencakup berbagai ruang pengabdian.


Kini, harapan masyarakat adalah agar perjalanan tersebut tidak hanya menjadi catatan kiprah di tingkat nasional, tetapi juga dapat memberikan arti bagi daerah tempat ia dilahirkan.


Arven Marta: dari rantau untuk kampuang, dari pengalaman nasional menuju harapan bagi Ranah Minang.

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top