PAINAN — Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) II, Yuli Alber Rozi, S.I.P., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 sebagai bagian dari kewajiban konstitusional untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan reses tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bayang dan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh pendidikan, serta perwakilan pemerintah daerah.
Reses ini menjadi momentum penting bagi Yuli Alber Rozi untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dasar. Wilayah Dapil II yang meliputi Kecamatan Bayang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Koto XI Tarusan, dan sekitarnya, memiliki tantangan tersendiri terkait pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam sambutannya, Yuli Alber Rozi menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan prioritas utama yang harus terus diperjuangkan bersama, karena menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tenaga pendidik, tetapi juga oleh ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai.
Pada kesempatan tersebut, Yuli Alber Rozi menyampaikan sejumlah aspirasi utama masyarakat yang berhasil dihimpun selama reses, di antaranya pengadaan mobiler sekolah dasar se-Kecamatan Bayang, rehabilitasi lokal sekolah dasar, pengadaan alat seni untuk sekolah dasar, serta penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa sekolah dasar.
Ia menjelaskan bahwa kondisi mobiler di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Bayang saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan. Kursi dan meja belajar yang tidak layak pakai dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Salah satu aspirasi yang mengemuka secara khusus datang dari SD Negeri 04 Taloak Bayang, yang meminta perhatian serius terkait pengadaan mobiler sekolah. Pihak sekolah menyampaikan bahwa sebagian besar mobiler yang ada sudah digunakan dalam jangka waktu lama dan mengalami kerusakan cukup parah.
Menurut keterangan pihak sekolah, banyak kursi dan meja siswa yang sudah tidak stabil, patah, bahkan tidak layak lagi digunakan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa serta menurunkan kualitas pembelajaran di ruang kelas.
Selain persoalan mobiler, masyarakat dan pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan akan rehabilitasi lokal sekolah dasar. Beberapa bangunan sekolah diketahui mengalami kerusakan ringan hingga sedang, seperti atap bocor, dinding retak, serta lantai yang sudah tidak rata.
Yuli Alber Rozi menilai bahwa rehabilitasi sekolah merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti, agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan anggaran rehabilitasi tersebut melalui pembahasan di DPRD Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam reses tersebut, aspirasi terkait pengadaan alat seni untuk sekolah dasar juga menjadi perhatian. Menurut masyarakat dan tenaga pendidik, pengembangan bakat dan kreativitas siswa perlu didukung dengan sarana seni yang memadai, seperti alat musik tradisional, perlengkapan seni rupa, dan fasilitas pendukung lainnya.
Yuli Alber Rozi menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kreativitas siswa. Oleh karena itu, pengadaan alat seni dinilai sangat penting untuk mendukung pembelajaran yang lebih menyeluruh.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa sekolah dasar di Kecamatan Bayang. Program tersebut dinilai sangat membantu siswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Menurut Yuli Alber Rozi, masih banyak siswa yang layak menerima PIP namun belum terakomodir karena keterbatasan kuota. Ia berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait agar ke depan alokasi PIP dapat ditingkatkan.
Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Edi Sumarten, SH. Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan tersebut menjadi nilai tambah dalam penyampaian dan klarifikasi aspirasi masyarakat secara langsung.
Edi Sumarten dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Ia mengapresiasi peran DPRD, khususnya Yuli Alber Rozi, yang aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan. Menurutnya, sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan.
Diskusi dalam reses berlangsung interaktif, di mana masyarakat, guru, dan kepala sekolah diberi kesempatan menyampaikan keluhan serta usulan secara langsung. Aspirasi yang disampaikan pun dicatat secara rinci untuk ditindaklanjuti.
Yuli Alber Rozi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini akan dituangkan dalam laporan resmi dan dibawa ke forum DPRD untuk dibahas bersama pemerintah daerah.
Ia juga menekankan pentingnya pengawalan terhadap hasil reses agar tidak berhenti pada tataran wacana semata, tetapi benar-benar direalisasikan dalam bentuk program dan kegiatan nyata.
Menurut Yuli, pemerataan pembangunan pendidikan di wilayah Kecamatan Bayang dan sekitarnya harus menjadi perhatian bersama, mengingat wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya manusia yang besar.
Ia berharap, dengan terpenuhinya kebutuhan dasar sekolah seperti mobiler, rehabilitasi bangunan, dan alat seni, kualitas pendidikan di Kecamatan Bayang dapat terus meningkat.
Di akhir kegiatan, Yuli Alber Rozi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tenaga pendidik, dan pihak Dinas Pendidikan yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan reses tersebut.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya di sektor pendidikan, demi kemajuan Kabupaten Pesisir Selatan secara berkelanjutan. (Reyhan)



