Serap Aspirasi Rakyat, Teguh Dehalsa Angkat Isu Petani Milenial dan Nelayan dalam Reses DPRD

Canang Pessel
0



PAINAN -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Pemilihan (Dapil) II, Teguh Dehalsa, SH, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawabnya dalam menyerap serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi wakil rakyat untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengar kebutuhan riil, serta memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat.


Pelaksanaan reses tersebut berlangsung di beberapa titik di wilayah Dapil II yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan nelayan. Dalam setiap pertemuan, Teguh Dehalsa disambut antusias oleh warga yang berharap aspirasi mereka dapat diperjuangkan dan direalisasikan melalui jalur kebijakan daerah. Kehadiran langsung anggota DPRD ini dinilai memberikan ruang dialog yang terbuka antara masyarakat dan wakilnya di lembaga legislatif.


Dalam reses kali ini, isu utama yang mengemuka adalah penguatan kelompok petani milenial dan nelayan, yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Teguh Dehalsa menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi dan keterlibatan generasi muda.


Menurut Teguh, kelompok petani milenial membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, terutama dalam hal akses permodalan, pelatihan teknologi pertanian modern, serta pendampingan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa minat generasi muda terhadap sektor pertanian harus terus didorong agar terjadi regenerasi petani yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.



Dalam dialog bersama petani milenial, sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari keterbatasan alat dan mesin pertanian modern, sulitnya akses pupuk bersubsidi, hingga minimnya pelatihan berbasis teknologi digital. Para petani berharap adanya program konkret yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan mereka.


Teguh Dehalsa menanggapi aspirasi tersebut dengan menyatakan komitmennya untuk mendorong program-program pemberdayaan petani milenial melalui kebijakan daerah. Ia menilai bahwa pendekatan pertanian berbasis teknologi, seperti pertanian presisi dan pemasaran digital hasil pertanian, harus mulai diterapkan secara masif di wilayah Dapil II.


Selain petani milenial, aspirasi dari kalangan nelayan juga menjadi perhatian utama dalam reses tersebut. Para nelayan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, seperti keterbatasan alat tangkap, harga hasil tangkapan yang tidak stabil, serta minimnya fasilitas pendukung di pelabuhan dan tempat pelelangan ikan.


Para nelayan juga mengeluhkan tingginya biaya operasional melaut, terutama harga bahan bakar, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta kurangnya perlindungan asuransi bagi nelayan juga menjadi sorotan dalam dialog tersebut.


Menanggapi keluhan para nelayan, Teguh Dehalsa menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi nelayan. Ia menyebutkan bahwa program bantuan alat tangkap ramah lingkungan, subsidi operasional, serta penguatan koperasi nelayan harus menjadi prioritas pembangunan sektor kelautan dan perikanan.



Teguh juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan dan pendampingan, khususnya dalam pengolahan hasil laut agar memiliki nilai tambah. Dengan demikian, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan usaha turunan yang lebih menguntungkan.


Dalam kesempatan tersebut, Teguh Dehalsa menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD. Aspirasi tersebut akan disampaikan dalam rapat-rapat pembahasan anggaran dan program pembangunan daerah agar dapat diakomodasi sesuai dengan kewenangan dan kemampuan keuangan daerah.


Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan. Oleh karena itu, Teguh berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi petani milenial dan nelayan hingga tahap realisasi.


Teguh juga mengajak generasi muda di Dapil II untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, dengan dukungan kebijakan yang tepat serta pemanfaatan teknologi, sektor ini dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan.


Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan kelompok petani milenial dan nelayan sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berorientasi pada kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan tersebut.


Dalam setiap titik reses, suasana dialog berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, kritik, serta saran secara langsung kepada wakil rakyat mereka tanpa sekat formalitas yang kaku.



Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Teguh Dehalsa terhadap persoalan yang dihadapi petani dan nelayan. Mereka berharap komunikasi seperti ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan, tidak hanya saat reses, tetapi juga dalam keseharian.


Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 ini juga menjadi sarana evaluasi bagi Teguh Dehalsa terhadap program-program yang telah berjalan sebelumnya. Ia ingin memastikan bahwa kebijakan yang telah diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah pemilihannya.


Teguh menambahkan bahwa pembangunan sektor pertanian dan perikanan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan, untuk mendukung pengembangan petani milenial dan nelayan yang lebih mandiri dan berdaya saing.


Di akhir kegiatan reses, Teguh Dehalsa kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.


Masyarakat berharap hasil dari reses ini tidak hanya berhenti pada catatan aspirasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program dan kebijakan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh petani milenial dan nelayan.


Dengan terlaksananya reses ini, diharapkan hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat semakin erat, serta pembangunan daerah dapat berjalan lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.


Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Dapil II, Teguh Dehalsa, SH, menjadi bukti nyata komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi petani milenial dan nelayan demi terwujudnya kesejahteraan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top