![]() |
| Anggota DPRD Mentawai Komisi 2 Saat Monitoring Jalan Di Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah Foto : Istimewa |
Mentawai Canangnews,Proyek pembangunan rabat beton Saibi Subelen putus kontrak habis anggaran karena di nilai memiliki medan yang cukup sulit untuk mendatangkan bahan material.
"Kontraktor pembangunan rabat beton tidak mampu menuntaskan pekerjaan ketika melihat medan yang sangat sulit untuk mendatangkan bahan material sehingga kontraktor tekor sementara tinggal 40 persen lagi rampung"ungkap James Sibarani Anggota DPRD Mentawai Fraksi Perindo kepada Canangnews saat dimintai keterangan Rabu 4/02/26.
James juga menambahkan,hal itu terungkap ketika Anggota DPRD Komisi 2 bidang Pembangunan dan pendidikan lakukan monitoring jalan di Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah pada tgl 30 Januari dan melihat situasi Jalan rabat beton dengan lebar 2 meter sepanjang 7 km mulai dari saibi sampai subelen dan jembatan penghubung antar Saibi Samukop Saliguma langsung di lapangan,ujarnya.
Bangunan putus kontrak menurut James terjadi karena kontraktor selaku pemenang tender tidak memahami situasi dilapangan sehingga kebingungan ketika melihat kenyataan,tambahnya.
"Ketika lakukan penawaran kontraktor selaku pemenang tender tidak mengetahui yang mana titik lokasi yang hendak di bangun dan mereka pikir mobilisasi bahan material sama seperti di kota Padang ternyata ketika dilapangan medannya sangat sulit"sambung James.
Seperti halnya mendatangkan bahan material mulai dari semen,pasir dan bahan penunjang pembangunan lainnya mesti menggunakan kapal ponton dari muara Saibi muat ke dermaga, belum lagi lokasi rencana pembangunan sekitar 3 km jaraknya,lanjut James.
Lelang tender 40 persen bagi pemenang di turunkan menjadi 20 persen dari badan anggaran semisal dua miliar dipotong sebesar 10 persen sehingga menjadi 2,3 persen karena sudah turun sebesar 20 persen sementara jika dihitung sudah tekor karena keuntungan hanya di 10-15 persen sehingga pemenang tender pusing,sambung James.
Hal tersebut yang membuat pembangunan mangkrak di tengah jalan sama nasibnya dengan asrama di Siberut Selatan untuk itu bagi SV yang ingin mengambil satu atau dua bahkan lebih tender pembangunan jangan langsung berpatokan kepada besar badan anggarannya sebelum melihat situasi di lapangan sebelumnya,ucapnya
Kenyataanya banyak kontraktor yang curang dilapangan untuk mengakali bahan material serta biaya pembangunan akibat medan yang sulit,seperti halnya campuran bahan material dinilai berlebihan sehingga bangunan tidak bertahan lama,lanjut James.
Hal serupa harapan James tidak boleh lagi terulang agar pembangunan berjalan dengan lancar dan bertahan lama untuk itu desa setempat di minta untuk lakukan pengawasan mulai dari awal pembangunan sampai rampung.
Dari kasus tersebut kata James anggota dewan akan temui dinas terkait untuk melakukan kroscek bagi pemenang tender yang mangkrak ditengah jalan untuk tidak lagi di pakai,jelas James.
Untuk kedepan mesti dibuatkan aturan yang jelas mengenai bahan material sesuai dengan medan yang ditempuh untuk dapat disesuaikan dengan bahan lokal sehingga warga setempat juga dapat dipekerjakan,tutupnya (JS)
