
Kades Bojakan Paulus Ngauk pakai baju kaus warna putih saat sedang dalam perjalanan menuju Sikabaluan menggunakan transportasi jalur sungai
Foto : istimewa
Sikabaluan Canangnews,Akses sungai masih menjadi keseharian bagi warga Desa Bojakan untuk menjual komoditi hasil pertanian serta belanja barang untuk kebutuhan kelangsungan hidup di muara Sikabaluan.
Sementara kerinduan untuk memiliki akses jalan darat (Jalan tembus) dari Desa Sotboyak sampai ke Desa Bojakan sudah dari dulu di impikan oleh warga setempat.
Adapun lama perjalanan jika di tempuh menggunakan tranportasi sungai (sampan pompong ) sekitar 5-6 jam yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 30 liter untuk pulang pergi.
"Jika akses darat sudah ada maka secara otomatis penerangan sudah bisa masuk juga nilai jual hasil tani masyarakat bisa meningkat"ungkap Paulus Ngauk,Kepala Desa Bojakan kepada Canangnews saat dimintai keterangan melalui via pesan WhatsApp Selasa 3/02/26.
Selain itu nilai beli masyarakat kata dia, seperti barang sembako bisa menurun karena tidak berpatokan harga kepada penjual di Desa Bojakan lagi,ujarnya.
Menurut Paulus,Efek positif dari dibukanya akses jalan tembus dari Sotboyak ke Bojakan juga berpengaruh besar terhadap peningkatan nilai ekonomi masyarakat setempat seperti halnya transportasi tidak lagi menggunakan sampan dan hasil tani juga dapat langsung di jemput di lokasi menggunakan mobil.
Dirinya berharap kerinduan dari warga Desa Bojakan untuk memiliki jalan darat dapat di respon baik oleh bupati Mentawai seperti yang disampaikan pada saat usulan di Desa Sotboyak bulan yang lalu,tutupnya. (JS)