PAINAN — Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Novermal Yuska, menghadiri kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Kecamatan Ranah Pesisir yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum awal perencanaan pembangunan daerah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, nagari, serta unsur pendamping desa.
Dalam Pra Musrenbang itu, sebanyak 10 nagari di Kecamatan Ranah Pesisir menyusun dan merumuskan usulan program pembangunan untuk tahun anggaran 2027.
Novermal Yuska hadir langsung dalam forum tersebut sebagai wakil rakyat untuk menyerap aspirasi dan memastikan usulan masyarakat sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa Pra Musrenbang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan nagari agar lebih terencana, terukur, dan tepat sasaran.
“Saya hadir untuk memberikan masukan dan arahan sebagai Anggota DPRD, sekaligus mendengar langsung kebutuhan riil masyarakat di nagari,” ujar Novermal Yuska.
Menurutnya, seluruh usulan yang disampaikan nagari perlu diselaraskan dengan visi dan misi Bupati Pesisir Selatan agar dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah.
Ia menegaskan bahwa sinkronisasi program menjadi kunci agar pembangunan nagari dapat berjalan searah dengan kebijakan pemerintah kabupaten.
Dalam Pra Musrenbang tersebut, disepakati sejumlah program unggulan nagari sebagai prioritas pembangunan ke depan.
Program unggulan itu meliputi Nagari Kanyang, Nagari Pandai, Nagari Mengaji, Nagari Sehat, dan Nagari Sejahtera.
Novermal Yuska menilai program unggulan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pendidikan, dan keagamaan.
Selain itu, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi nagari juga menjadi fokus utama dalam usulan pembangunan tahun 2027.
Namun demikian, ia mengungkapkan masih banyak persoalan infrastruktur yang mendesak untuk segera ditangani, khususnya pasca bencana banjir yang melanda wilayah Ranah Pesisir.
Sejumlah infrastruktur vital dilaporkan mengalami kerusakan berat dan hingga kini belum tertangani secara optimal.
“Seluruh bendung irigasi di Ranah Pesisir mengalami kerusakan berat, ini tentu berdampak langsung terhadap sektor pertanian masyarakat,” ungkapnya.
Selain irigasi, kondisi jalan juga menjadi perhatian serius dalam Pra Musrenbang tersebut.
Novermal Yuska menyebutkan masih banyak ruas jalan di Ranah Pesisir yang berstatus jalan tanah dan mengalami kerusakan parah.
Kondisi itu dinilai menghambat mobilitas masyarakat serta memperlambat pertumbuhan ekonomi nagari.
Ia menegaskan bahwa persoalan infrastruktur ini merupakan pekerjaan rumah besar yang harus ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Tantangan tersebut semakin berat di tengah kondisi keuangan daerah yang dinilai semakin terbatas.
Meski demikian, Novermal Yuska berharap pemerintah daerah tetap berupaya maksimal memperjuangkan kebutuhan masyarakat Ranah Pesisir.
Ia juga menaruh harapan besar agar tidak terjadi lagi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, stabilitas anggaran sangat menentukan keberlanjutan pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian besar seperti Ranah Pesisir.
“Semoga hasil Pra Musrenbang ini benar-benar menjadi dasar perencanaan yang kuat, sehingga pembangunan 10 nagari di Ranah Pesisir dapat berjalan lebih merata dan berkeadilan,” tutup Novermal Yuska.


