Perjalanan Menunaikan Ibadah Umrah Program Full Ramadhan 1444 H (1)

.     Catatan Irvan Khairul Ananda

Pengantar redaksi
PENULIS dan Budayawan Irvan Khairul Ananda menunaikan ibadah umrah (baca umroh) di Tanah Suci Makkah Al-Mukarrammah dan Madinah Al-Munawwarrah semenjak awal Ramadhan hingga awal bulan Syawal 1444 Hijriyah. Banyak hal menarik yang dia catat selama kegiatan tersebut. Berikut rangkumannya'


Kamis, 20/04/2023
Puasa Hari ke-29
Hari ke-21 di Makkah 

Tahajud Terakhir Ramadhan 1444 H

Tampaknya puasa Ramadhan 1444 ini hanya 29 hari saja dan hari Jumat 21 April 2023 merupakan tanggal 1 Syawal 1444 H. Dengan demikian, tarawih tadi malam merupakan tarawih yang terakhir.

Kami tidak ikut shalat isya dan tarawih berjamaah di Haram, karena setelah berbuka puasa Ramadhan hari ke-28 ini badan lelah dan mengantuk sekali. Lalu tertidur saja di kamar hotel. Jadi tidak mengetahui betapa ramainya jamaah memadati Haram. Barulah menjelang pukul 24.00 terbangun dan bergegas untuk menunaikan solat isya dan tarawih. 

Tepat pukul 00.30 dimulai shalat tahajud malam ke-29 Ramadhan,  yang merupakan tahajud ke-9 bagi kami dan terakhir pada puasa Ramadhan 1444 H tahun ini. Berhubung sudah tidak ada waktu lagi untuk berjalan menuju Haram  maka dicari saja yang dapat masuk shaf sepanjang jalan menuju Haram ini. Di emperan pertokoan di seberang jalan depan Terminal Bus Ajyaad dapat ikut shaf jemaah yang sudah ada. Berjarak lebih kurang 400 langkah di belakang Tower Zam-zam dan 700 langkah dari Masjidil Haram. Sedang di jalan bus antar jemput jamaah yang menginap lebih sekilo meter jaraknya dari Haram parkir sepanjang jalan karena di terminal tidak termuat lagi.

Tahajud terakhir ini seperti biasa, dilaksanakan dua rakaat dua rakaat. Setelah enam rakaat, imam istirahat sejenak. Pada kesempatan ini dilakukan shalat jenazah, karena setiap saat atau shalat baik fardhu maupun tarawih tetap ada jenazah yang dishalatkan, baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi Madinah. 

Setelah itu dilanjutkan kembali shalat tahajud empat rakaat lagi dengan dua salam. Baru kemudian dilanjutkan pula dengan shalat witir tiga rakaat sekaligus. Sebelumnya witir-witir pada tahajud dilakukan imam adalah dua rakaat salam dan satu rakaat salam. Setelah i'tidal rakaat terakhir imam memimpin doa yang cukup panjang lebih dari doa qunut. Shalat tahajud ini dumulai pukul 00.30 dinihari dan diakhiri menjelang pukul 02.00 dinihari. Malam ini, malam terakhir tahajud berakhir pukul 01.58 dan kami pun pulang untuk makan sahur dan istirahat tidur kembali....

Jumat, 21/04/2023
Syawal Hari Pertama
Hari ke-22 di Makkah 

Subuh, Menelang Shalat Idhul Fitri di Pelataran Haram 

Keluar hotel setelah adzan subuh berkumandang dari Masjidil Haram. Jalan menuju Haram sudah penuh sesak oleh jamaah yang akan shalat subuh. Sebahagian besar jalan sudah ditempati. Sedikit saja peluang untuk jemaah menuju Haram.  Sekitar 200 meter lagi sampai pagar pelataran depan Tower Zam-zam, iqamah sudah berkumandang. Langsung saja bergabung dengan shaf jamaah lain. Pagi subuh ini kami lupa pula bawa sajadah karena buru-buru. 

Melihat situasi setelah shalat nanti, tidak ada peluang untuk masuk ke Haram. Benar juga, hampir tidak ada jamaah yang kembali dari Haram mau ke hotelnya. Hanya satu arah menuju Haram. Ketika dalam beringsut bersama jemaah menuju pinggir pelataran depan Tower Zam-zam barulah mendengar takbiran dikumandangkan. Sejak selesai shalat maghrib kemarin, isya dan sampai tengah malam tidak ada terdengar takbiran berkumandang. Begitu pula toko-toko dan tempat lainnya, tak ada yang memutar kaset atau video takbiran. Suasana biasa saja, seperti setelah berlangsungnya shalat maghrib dan isya di sini. 

Walaupun begitu ramai, tetapi kami merasa sepi. Sepi dengan masa lalu, masa kanak-kanak di kampung di sebelah timurnya Haram ini. Tabuh atau beduk bersahutan, obor dan suluh di arak beramai-ramai keliling kampung sambil mengumandangkan: "Allahu Akbar....Allahu Akbar...Allahu Akbar...La ila ha illallah..." serta dari corong mikrofon mesjid dan surau berebutan kanak-kanak minta suaranya dikumandangkan.

Di sini, di Tanah Haram ini, semuanya itu nyaris tidak ada! Kegiatan harian berjalan seperti biasa-biasa saja. Tidak ada satupun tanda bahwa esok akan Idhul Fitri. Hanya saja, tiba-tiba jamaah shalat maghrib dikejutkan dengan bersinarnya cahaya lampu kelap-kelip di Puncak Jam Gadang Tower Zam-zam. Sinarnya bagai pelangi menyinari sekeliling Tanah Haram. 

Jutaan Jemaah yang akan pulang ke penginapannya bersorak-sorak dan merekam kejadian tersebut dengan kamera HP masing-masing. Nyaris tidak ada ucapan takbiran.

Barulah selesai shalat subuh ini berkumandang takbiran yang dinanti-nanti tersebut! Sepanjang jalan menuju Haram, di pelataran dalam Masjidil Haram, dipenuh-sesaki oleh jamaah dari berbagai belahan dunia. Hanya dari puncak Haram saja kumandang takbiran itu. Jamaah sebagian besar asyik dengan berjalan beringsut untuk bisa sampai masuk ke Masjidil Haram. Mana mungkin! 

Sejak selesai adzan subuh tadi pukul 04.40 semua akses ke dalam masjid sudah ditutup, seperti rutinitas harian Haram.  Tampaknya sampai shalat Idhul Fitri yang akan digelar sekitar pukul 06.00 pagi. Kami hanya bisa stand by di pinggir pagar Pelataran Haram atau Pelataran Depan Tower Zam-zam ini saja. Tak ada peluang untuk maju atau mundur, padat dan berdesakan. Maa syaa Allah!

Tawaf Wadha dan Jumat Terakhir di Makkah 

Tadi, kami shalat Jumat hanya di loby hotel saja karena sudah melakukan Tawaf Wadha'. Menurut tourleader umrah, rombongan Jamaah Rangkayo Mulya, Saudia dan Rizkia siang ini pukul 14.00 berangkat dengan bus menuju Bandara Madinah. Jadwal kepulangan ini berbeda dengan kedatangan dulu, di mana rutenya Jakarta - Doha - Jeddah.  Sekarang ini rutenya Madinah - Doha - Jakarta - Padang. Rencana besok, Sabtu (22/04/2023) dinihari pukul 04.00 ke Doha. Ke Doha - Jakarta landingnya Sabtu malam pukul 21.30. Barulah Minggu (23/04/2023) pagi terbang ke Padang.

Tawaf Wadha merupakan tawaf perpisahan dan penghormatan terhadap Ka'bah.  Bila ini tidak dilakukan berarti batal umrahnya, atau kalau tidak, harus membayar denda (dam) seekor domba atau kambing. 

Kami buru-buru menuju Masjidil Haram dari hotel. Sebenarnya kami ingin lebih cepat mengerjakan tawaf wadha ini, tetapi selesai shalat Idhul Fitri tadi kunci kamar tidak ketemu padahal mau makan. Biasanya ada makan sahur pukul 04.00, tetapi sekarang sudah pukul 09.00 masih belum berisi perut ini. 

Pukul 10.18 bisa memulai tawaf wadha, rupanya lintasan tawaf lantai 2 ini sudah ramai. Semula kami pikir karena sudah Idhul Fitri akan berkurang karena jamaah sudah mulai berangkat pulang. Ternyata pikiran itu salah, malah makin banyak dan ramai, apalagi di lintasan tawaf Pelataran Ka'bah.

Perasaan sudah gundah, apakah mungkin bisa selesai mengerjakan tujuh putaran sebelum adzan Jumat? Akhirnya dengan kesabaran dan berdesakan bisa sekesai pukul 11.50. Memang sangat kasip dan rawan sekali. Jika tergantung dua atau satu atau setengah putaran lagi, lalu lintasan tawaf ini ditutup asykar, gawat! Berarti setelah selesai shalat Jumat-lah bisa disambung dan diteruskan lagi. Berarti paling cepat pukul 14.00 nanti. Gawatlah! Bagaimana nanti persiapan berangkat ke Medinah?

Syukur Alhamdulillah....di saat berjalan menuju Gate Ajyaad agak sepi karena akses masuk Haram sudah ditutup dan keluar pun malah tak ada jamaah lagi. Hampir semua jamaah yang di dalam Masjidil Haram sudah duduk di tikar sajadahnya pada shaf masing-masing. Kami berbalik melihat ke dalam masjid walaupun bangunan Ka'bah tidak dapat terlihat akibat terlambat oleh padatnya jamaah, lalu mengangkat kedua tangan dan berdoa: "Ya Allah,  Ya Rabbi, Hari ini  aku akan kembali ke kampungku, aku akan meninggalkan Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah ini. Selamatkanlah perjalananku ini, berkatilah kepulanganku ini...."

Aku mendoakan mohon selalu kemuliaan atas Ka'bah ini.

"Ya Allah Ya Rabbi, panggillah kami, saudara-saudara kami, kawan-kawan kami untuk kembali ke sini lagi dalam waktu yang tidak lama.
Aamiin ya Rabbal Alamin.."

Mau menuruni jalan Ajyaad Gate muazin Mesjidil Haram mengumandangkan adzan pertama Jumat ini.

Sepanjang jalan pulang ke hotel mata ini basah, sedih akan berpisah dengan Ka'bah-Mu ya Allah. Apakah mungkin dapat datang lagi ke sini? Datang lagi memanjatkan doa-doa minta keampunan atas dosa-dosa! Dosa masa lalu, hari ini dan esok lusa!

Sabtu, 22/04/2023
Syawal Hari ke-2
Medinah-Doha-Jakarta

Tengah malam pukul 01.00 semua jamaah baru dapat beristirahat di ruangan keberangkatan atau ruangan chek-in. Pimpinan rombongan atau tourleader mulai mengurus koper-koper jamaah untuk masuk bagasi. Agak lama juga, sehingga ada kesempatan bagi jamaah untuk bersih-bersih di toilet bandara yang bersih ini. Ada yang melaksanakan shalat isya, shalat malam dan shalat safar.

Suhu dingin malam Madinah menyempatkan kami untuk mereguk teh hangat di ruang tunggu.

Menjelang masuk waktu subuh, penumpang Qatar Air Madinah - Doha sudah dibolehkan masuk ruang pemeriksaan paspor dan visa oleh pihak imigrasi. Beberapa jamaah yang membawa minuman panas dalam kemasan dibebaskan masuk dan membawanya ke ruang tunggu di 123. Di sini juga tersedia toilet yang bersih dan air yang cukup. Tak berselang lama, penumpang sudah dipersilahkan menaiki pesawat domestik Qatar Air ini. Sebagian jemaah melaksanakan ibadah shalat subuh di pesawat beberapa waktu menjelang landing di Bandara Doha Qatar. Penerbangan Madinah KSA - Doha Qatar ini ditempuh lebih kurang dua jam saja.

Pukul 07.30 menjalani proses dari turun pesawat domestik menuju internasional. Jalan kaki melalui eskalator, turun ke lantai bawah lalu naik kereta untuk menuju ruang tunggu Qatar Air Doha - Jakarta. Dari sini baru naik bus menuju pesawat yang berada di hanggar internasional. Cukup lama juga berkeliling di atas bus dan akhirnya pukul 08.25 bisa menaiki tangga pesawat QR954, lelah juga menanjak tangganya. Alhamdulillah sudah dalam pesawat seat 37E, pesawat pun bergerak meninggalkan haggarnya pukul 08.35.

Barulah pukul 09.00 pesawat ini membubung ke angkasa dengan kecepatan rata-rata 890 km perjam.

Berhubung banyak seat yang kosong, kami bisa memilih mana yang disukai, lalu pindah seat ke 40F. Terasa agak santai, jamaah yang akan ke Jakarta - Padang mulai banyak berceloteh, rasa mereka sudah berada di tanah air. Ceria dan gembira, mudah-mudahan Allah ﷻ mengampuni dosa dan kesalahan kami selama di Tanah Suci dan diberikan keberkahan dalam menghadapi kehidupan masa depan yang mungkin tak berapa lagi, karena semua jamaah sudah berusia di atas 50 tahun.

Penerbangan Doha - Jakarta diperkirakan delapan jam dan mendarat pukul 17.00 waktu Qatar /KSA, dan perbedaan waktu Jakarta dengan Doha ada 4 jam lebih maju maka diperkirakan mendarat di Bandara Soeta nantinya pukul 21.00 WIB.

Sampai pukul 14.30 pesawat sudah melintasi Semenanjung India dan berada di tengah Samudera Hindia. Menurut hitungan navigasi pesawat, telah terbang sejauh 2.514 km dan akan menempuh sejauh 4.422 km lagi. Berarti jarak antara Doha Qatar dengan Jakarta Indonesia adalah sejauh lebih kurang 6.935 km.

Selama dalam penerbangan dari Doha Qatar, penumpang sudah disuguhi makan siang tadi sekitar pukul 11.00 waktu Doha/KSA. Setelah itu jamaah juga sudah melaksanakan ibadah shalat dzuhur dan asyar jamak qasar di dalam pesawat. Apalagi kalau sudah selesai makan siang dan shalat, kantuk pun makin menjadi. Sudah ada terdengar suara ngorok jamaah berpacu dengan deruman mesin pesawat Qatar Air ini.

Berhubung tidak ada pesawat malam Jakarta - Padang, maka penerbangan akan kami lanjutkan pagi Minggu (23/042/023). Berarti   malamnya mungkin istirahat di bandara saja ha ..ha...ha. In Syaa Allah... diberikanNya kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan ini.

Mendarat di Bandara Soeta 

Pukul 15.00 waktu Doha/KSA di layar navigasi Qatar Air tampak sudah berada di atas Kepulauan Nicobar. Jemaah lelah tertidur dengan segala mimpinya. Mungkinkah bermimpi bertemu Rasulullah? Ataukah bermimpi bertemu Abu Lahab dan Abu Jahil? Bisa juga bermimpi dengan Kakeknya Bangsa Arab : Nabi Ibrahim. 

Ketika Siti Hajar  istri keduanya Ibrahim yang merupakan pilihan Sarah (istri pertamanya itu) hamil dan melahirkan, lalu kecemburuan perempuan itupun datang menggoda! Ibrahim pun harus pergi membawa Hajar dan bayinya ke rimba raya Sahara.

Alhamdulillah, jika bermimpi dengan Ibunda Siti Khadijah, perempuan janda kaya, keluarga terhormat dan orang pertama masuk Islam, tapi wafatnya tak punya apa-apa, miskin, termasuk untuk kafannya sendiri malah tak punya. Rela jika masih diperlukan tulang belulangnya untuk jihad tegakkan agama!

Tepat pukul 15.30, Qatar Air QR854 sudah berada di Ujung Pulau Sumatera atau di Sabang Indonesia. Rasa lega dan gembira mulai terasa, rasa sudah dikeliling saudara dan keluarga.  

Bertepatan dengan pukul 18.00 WIB, pramugari dan pramugara bergerak membagikan makan malam untuk semua penumpang dengan dua pilihan yaitu Nasi Goreng dan Nasi Vegetarian. Padahal makan siang tadi masih terasa kenyang juga dalam perut ini. Ya, diterima saja dan dimakan seberapa sanggup. Setelah itu baru diminta juice orange sebagai pencepatan pengolahannya di dalam lambung. Mudah-mudahan nanti bisa pula cepat BAB-nya. 

Jamaah tampaknya ada yang  terlalai shalat asharnya mungkin tadi waktu shalat dzuhur tidak melakukan jama' qasar sekaligus. Pesawat sudah masuk wilayah udara Indonesia Bagian Barat, berarti sudah pukul 18.00. Waktu magrib sudah hampir masuk sebagaimana mestinya.

Astaghfirullah.... mungkin terlalai akibat ketiduran dan kekenyangan ataukah kelelahan setelah sebulan penuh berpuasa serta ber-tawaf dan ber-tahajud di Masjidil Haram?

Senin (24/04/2023)
Syawal Hari ke-4

Pulang Lagi: Jakarta - Padang

Pukul 05.30 turun dari Kamar 315 Hotel D'Prima di Taman Mahkota -Benda Tangerang, koper-koper dan tas jamaah Rangkayo Mulya Travel sudah tidak ada lagi. Menurut informasi bahwa mereka di bawah pimpinan atau ketua rombongan Abi Edi Sumanto cekout hotel sekirar pukul 04.00 dinihari tadi. Mereka akan terbang ke Padang dari Bandara Soekarno Hatta (Soeta) pukul 06.00 dengan Lion Air.

Ketika sampai di loby hotel hanya koper-koper jamaah Saudia Travel yang masih ada keseluruhannya ditambah punya kami sebanyak 20 buah. Apakah semua ini akan sama berangkat ke Padang pada pukul 12.30 siang ini dengan Super Jet IU 810? Kami tidak tahu, tetapi dari dua buah tiket pdf yang dikirimkan kemarin sore hanya sebanyak 8 orang saja yang tercantum namanya. Kalau boardingnya Super Jet IU 810 pukul 12.45 berarti pukul 09.00 atau 10.00 pagi ini kami sudah harus cekout hotel dan berangkat menuju bandara.

Pagi ini cukup cerah, kendaraan di depan hotel sudah mulai ramai berlalu-lalang. Mungkin juga pagi Senin (24/04/2023) sudah banyak masyarakat yang masuk kerja sesuai aktivitasnya. Beberapa kedai di seberang jalan depan hotel sudah mulai buka seperti Bebek Najwa Mas Wahid, 

Di loby berkenalan dengan jamaah umrah 12 hari dari Kaltim dengan biaya Rp47juta yang siang ini akan terbang juga ke Samarinda.

Jamaah Saudia Travel dan Rizkia Travel sebagian besar mungkin sedang berkemas-kemas di kamar masing-masing, sebab pukul 08.00 sudah harus berkumpul di lobi hotel. Pimpinan jamaah yang berangkat siang ini adalah pimpinan Saudia Travel yaitu Buya Muhammad Yunus. Sarapan pagi ini tampaknya sudah datang dan sebagian sudah diambil jamaah untuk dimakan di kamarnya.
 
Menjelang pukul 08.00 pimpinan rombongan mengelompokkan koper-koper jamaah sesuai dengan pesawat yang akan menerbangkannya dari Jakarta ke Padang. Ada 8 orang yang terbang dengan SuperJet IU 810 dan 12 orang dengan Lion Air. Kemudian, jamaah turun dari kamar dan mulai pula naik bus hotel. Hebatnya hotel ini walaupun berjarak dari bandara ke lokasi dekat Kantor Kelurahan   dia menyediakan transportasi antar jemput dari dan ke bandara. 

Semua sudah siap dan ternyata ada klaim dari pihak hotel bahwa ada sprei kena noda minyak denda Rp100.000 dan juga ada sendok teh tidak ditemukan di dua kamar sehingga dikenakan juga klaim denda Rp30.000 masing-masingnya. Setelah itu baru boleh dan bisa bus antar jemput hotel ini berangkat menuju bandara sekitar pukul 08.30.

Sesampai di Terminal 1 untuk penerbangan Lion Air dan SuperJet, kami pun turun bersama koper-koper dan dos air zam-zam.  Di sinilah kami berpisah lagi dengan sebagian jamaah Saudia Travel yang akan terbang dengan pesawat Batik Air. Salam maaf untuk ketemu lagi entah kapan, in syaa Allah......

Pukul 09.00 kami sampai Bandara Soeta, kini sedang dilakukan check in barang-barang dan koper-koper. 

Nanti boarding rencana pukul 12.30 dengan SuperJet IU 810.

Ketika check in ternyata hanya koper besar yang bisa masuk bagase ke-8 jemaah. Berat ke-8-nya 164 kg, sehingga overweight 4 kg. Harus dibayar tunai. Sedangkan koper kecil yang kemarin diberitahukan hanya seberat 7 kg saja tidak bisa masuk ke bagase tapi dibawa ke kabin pesawat.

Pada penerbangan Internasional Medinah - Doha - Jakarta hari Sabtu kemaren koper-koper besar dan koper kecil langsung bisa masuk ke bagase. Sehingga yang dibawa ke kabin pesawat masih bisa tentengan lainnya seperti makanan, oleh-oleh dan juga kurma. Sekarang bagaimana lagi? Koper kecil dan tentengan beberapa buah itu ditarik semua untuk ke kabin. Makanya kewalahanlah mak-mak jamaah yang sudah tua-tua itu membawanya, bahkan ada yang terguling di eskalator. 

Jatah air zam-zam tidaklah free masuk ke bagase. Harus bayar tersendiri. Kami jamaah tidak mau bayar karena itu urusan travel dengan pihak maskapai penerbangan yang diurus oleh laison oficer travel. 

Jika jamaah tahu bahwa koper-koper kecil tidak bisa masuk ke bagasi tentu sejak kemaren sudah bisa kami ambil keputusan mau ditenteng ke kabin atau di kargokan. Terutama bagi mak-mak yang banyak tentengannya. Biaya kargo kemaren kami coba dengan Indah Cargo  ternyata hanya Rp6 ribu perkilogram.  Jauh lebih murah dibanding overweight maskapai penerbangan. Ditanyakan oleh laison oficer travel tentang pengiriman air zam-zam kepada kami, kami serahkan penyelesaiannya dengan pimpinan rombongan atau tourleader.  Kami tidak tahu urusan tersebut. 

Di pemeriksaan mesin xray ternyata di dalam tas tenteng jamaah berbunyi signal barang yang terlarang masuk je dalam pesawat. Setelah dibuka rupanya ada sendok dan pisau pesawat Qatar Air kemaren dari Doha dalam tas jemaah. Ya, kena sita oleh petugas.

Sekitar pukul 10.30 urusan itu selesai, kami pun beristirahat di ruang tunggu Terminal 1A sambil mengopi dan main HP menjelang boarding pukul 12.30 nanti.

Mudah-mudahan Allah ﷻ memberikan kemudahan dan kelancaran dalan perjalanan ini.

Mendarat di BIM, 
Kami Berpisah Lagi

Hampir sebulan kami bersama, ada bersamaan hotel tempat penginapannya, baik di Madinah ataupun di Makkah. Kadang ada yang agak berjauhan. Maksudnya yang banyak jamaahnya di antara rombongan kami in adalah Rangkayo Mulya Travel dan Saudia Travel, sedangkan kami dari dari Rizkia Mandiri Travel hanya bertiga orang saja yang ditumpangkan bersama kedua rombongan jamaah tersebut.  

Kami bertiga termasuk aneh juga, mendaftar ikut Umrah Program Full Ramadhan (PFR) di Rizkia Mandiri Travel Cabang Pekanbaru, ikut manasik satu kali di Kantor Rizkia Mandiri Travel Cabang Padang. Dan untuk keberangkatan melalui Bandara Soeta Jakarta. Jadi tanggal 22 Maret 2023 sore kami bertiga sudah stand by di Soekarno  Hatta dan menunggu jamaah Rangkayo Mulya Travel dan Saudia Travel dari Padang yang datang malam harinya sekitar pukul 22.00. Mereka terbang dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) rencana sore hari dengan Lion Air, rupanya terjadi beberapa kali penundaan sehingga datangnya sudah hampir tengah malam. Malam inilah kami baru berkenalan, baik dengan tourleader Rangkayo Mulya dan Saudia Travel maupun dengan semua jamaahnya. Pukul 23.30 kami mulai naik pesawat Qatar Air yang akan menerbangkan dari Jakarta - Doha Qatar - Jeddah Saudia Arabia. 

Hari Kamis 23 Maret 2023 pukul 00.30 dinihari kami terbang dan mulailah awal hitungan Umrah Program Full Ramadhan 1444H sampai 32 hari ke depannya.

Hari ini, Senin 24 April 2023, tidak hari ke 32 tetapi merupakan hari ke-33 dari program ini. Hal ini akibat hari Minggu kemarin tidak dapat seat penerbangan Jakarta - Padang, terpaksa menginap di seputar bandara dua malam.

Menurut kami, ini tentu menjadi tanggungjawab travel tapi kan terjadi kerugian bagi travel. Bertambah biaya yang harus dikeluarkannya. 

Pukul 12.30 kami sudah dibolehkan menaiki pesawat Super Jet IU 810 di Terminal 1 A2, setelah rombongan kami yang 8 orang manunaikan shalat fardhu dzuhur. Tidak menunggu lama, pukul 13.00, pesawat langsung terbang menuju Padang dalam cuaca Jakarta yang cukup bagus. Matahari bersinar cerah dan langit bersih sejak dari pagi tadi.

Tepat pukul 14.23 pramugari SuperJet mengumumkan bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di BIM Padang Pariaman. Pasang ikat pinggang pengaman, matikan alat elektronik, buka tutup jendela.

Lalu kami sama-sama berdoa untuk keselamatan pendaratan, hari cerah dan bagus. 

Alhamdulillah,  pukul 14.45 kami sudah berada di Terminal Kedatangan, dan langsung keluar. Jamaah lainpun sudah buru-buru mencari keluarganya masing-masing yang sudah menunggu di parkiran mobil. Tidak bersua lagi! 
Hanya dengan tourleader Saudia Travel saja lagi bertemu dan bersalaman. "Buya....terima kasih atas perhatian dan layanannya selama ini, atas bantuan-bantuannya selama bergabung. Hanya Allah-lah yang akan membalasinya dan menjadi amal ibadah yang berlipat gandalah hendaknya...In Syaa Allah....."

Salam maaf kepada semua jamaah yang telah bersama-sama selama sebulan ini.

Akhirnya kami pun berpisah, kami sudah bersama anak menantu dan cucu-cucu mencari tempat makan ikan bakar lagi. (bersambung) 

Catatan selanjutnya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama