PKL Pasar Banto Demo Di Depan Kantor DPRD Bukittingi

 

BUKITTINGGI Canangnews--Menanggapi pemberitaan yang disampaikan Pemerintah Kota Bukittinggi tentang penertiban dan pengosongan aktifitas berdagang di BTC, ratusan pedagang BTC mendatangi kantor DPRD untuk bertemu dan menyampaikan keluhannya para wakil rakyat, Senin(05/07/21).


Hal itu menyusul peringatan dari Pemerintah Kota Bukittinggi, yaitu paling lambat 7 Juli 2021 pihak BTC agar menertibkan keberadaan pedagang sembako di kawasan tersebut, karena tidak sesuai dengan izin penggunaannya.

Mendengar ramainya pemberitaan tersebut memicu ratusan pedagang pasar Banto yang terdiri dari pedagang sayur,buah untuk mendemo,salah satu dari rombongan tersebut mengatakan bahwa mereka hanya mencari sesuap nasi dan untuk menghidupi keluarganya , kebanyakan dari mereka adalah single parents yang didominasi ibu-ibu.

"Dari Subuh sampai jam 09.00 WIB kami sudah berada di pasar banto hidup kami hanya dengan berjualan sayuran seperti tomat dan bawang,"kami jual hanya,Rp2000,dengan untung sebesar Rp.500,. itulah yang kami kumpulkan, dan kami bisa hidup, juga kami berupaya membayar sewa lapak kami 300 ribu perbulan supaya kami tetap bisa berjualan, " kata buk Sof(45) pedagang pasar sayur pasar Banto.

Ia mengungkapkan jika mereka tidak bisa berjualan di pasar banto, dimana lagi tempat kami berjualan sedangkan di pasar bawah dan aur kuning sudah full.
 
 DPRD Kota Bukittinggi Herman Sofyan mengatakan  sesegera mungkin akan 
menyelenggarakan rapat teknis dengan Amril Anwar sebagai perwakilan Direksi dari Pt Citicon.Banto Trade Center (BTC)

"Aspirasi secara spontanitas akan kita tampung ,mudah-mudahan keresahan masyarakat yang ada sekarang ini bisa kita carikan solusi yang terbaik setelah kita rapat tekhnis dengan jajaran SKPD, Pemerintah,  Perwakilan dari PT  Citicon dan para pedagang," ujar Herman Sofyan.

Pada kesempatan yang sama Amril Anwar selaku Perwakilan dari PT Citicon memaparkan bahwa ia sebagai perwakilan dari Banto Trade Center( BTC) dan juga para pedagang di pasar banto sangat berterimakasih kepada DPRD karena telah dapat menerima keluhan dari para pedagang pasar Banto, yang saya tidak bisa terima kalau Pemerintah kota itu membuat arogan, berteriak kesana kemari akan dikosongkan.

"Jangan kita menekan orang yang susah, mencari solusinya untuk meramaikan saja pemerintah kota Bukittinggi tidak bisa, masyarakat adalah orang hidup orang cari makan dan  mereka bukan cari kaya," tuturnya.

Ia menambahkan, Walikota hanya mendengar ada keluhan dari pedagang pasar bawah, kita bisa lihat bahwa kalau dipasar Banto para pedagang ikan , pedagang ayam, ikan basah hanya ada 5 dan 6 orang saja, sementara dipasar bawah ratusan, hingga mereka mengeluhkan tidak ada jual beli.

Ia berharap agar Pemerintah memberikan waktu untuk berdagang sampai bulan Desember atau akhir tahun, dan sementara kami akan mencari pihak ketiga untuk melanjutkan BTC ini agar bisa mengelola tempat permainan,seperti Transmart Padang. (KH)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama