PERANAN DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PENDIIDIKAN

 

Oleh : PARDI, SPd.

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Batusangkar


Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh pembimbing terhadap peserta didik untuk perkembangan jasmani, rohani, dan fisik untuk mencapai kepribadian yang utama..Artinya usaha sadar yang memiliki ciri khas yang membedakan dengan kegiatan lain. Hal ini sejalan dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 1989 pasal 1 ayat 1,“ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranan dimasa yang akan datang”. Dan juga dijelaskan dalam firman Allah SWT yaitu: QS Al- Mujadilah : 11

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11) }

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, "Berlapang-lapanglah dalam majelis, " maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu, " maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Karakteristik usaha sadar yaitu:1) Usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pekerjaan yang dilakukan dengan cara bekerja keras mencurahkan tenaga, pikiran, dan kasih sayang dengan tulus demi keberhasilan peserta didik.2) Usaha dilakukan dengan sengaja, sekurang-kurangnya menunjukan adanya tujuan yang jelas, dan yang terbaik adalah melalui kegiatan yang dilakukan secara terprogam.3) Usaha dilakukan secara terbimbing, sekurang-kurangnya berusaha mengetahui berhasil tidaknya kegiatan yang telah dilaksanakan. Karakteristik kegiatan aantara lain:

Karakteristik Bimbingan; memperhatikan unsur-unsur pendidikan kepribadian manusia Indonesia yang bersama sama merupakan perwujudan bangsa Indonesia, suatu bangsa yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa memelihara budi pekerti kemanusiaan dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.


Menurut Arthur J.Jones, bimbingan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan, merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam menentukan pilihan-pilihan dan penyelarasan diri serta dalam memecahkan masalah hidup.


Tujuan bimbingan adalah membantu individu menemukan kebutuhan-kebutuhannya, serta berangsur-angsur mengembangkan tujuan-tujuan hidup yang memberikan kepuasan secara individual dan dapat diterima oleh masyarakat.


Pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sosial, karena pendidikan (persekolahan) tidak dapat dilaksanakan di luar lembaga sosial. Lembaga sosial muncul dalam masyarakat karena adanya norma yang pada mulanya terbentuk secara tidak sengaja, lama kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar. Mislanya, norma (ukuran) tentang pendidikan.7 Pada awalnya pendidikan bukan merupakan sesuatu yang menjadi ukuran status seseorang. Lama kelamaan pendidikan itu disadari oleh anggota masyarakat, maka pendidikan itu menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Pendidikan dirasakan sebagai suatu yang memberi status, maka pendidikan itu menjadi melembaga dalam masyarakat. Jadilah pendidikan sebagai salah satu intitusi social


Menurut S. Nasution, sekolah mempunyai beberapa fungsi, yaitu: 1). Mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan 2). Memberikan keterampilan dasar 3).Membuka kesempatan untuk memperbaiki nasib. 4). Menyediakan tenaga pembangunan 5). Membantu memecahkan masalah-masalah sosial. 6). Mentransmisi kebudayaan. 7). Membentuk manusia yang sosial. 8). Merupakan alat mentransformasikan kebudayaan. 9). Sebagai tempat menitipkan anak.


Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan institusi sosial, karena pendidikan dapat memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat berupa pengetahuan. Pendidikan akan selalu hadir dalam masyarakat pada semua tingkat kebudayaan, mulai dari yang paling bersahaja sampai pada kebudayaan modern. Pendidikan akan selalu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, menjaga eksistensi suatu masyarakat, dan berbagai fungsi pendidikan seperti telah dikemukakan di atas. Akan tetapi, pendidikan tidak identik dengan persekolahan saja, karena pendidikan dapat berlangsung dalam jalur informal, formal, dan nonformal, sedangkan persekolahan lebih identik dengan pendidikan jalur formal.


Pada tugas nomor satu terlihat bahwa kepala sekolah memilki peran dan fungsi salah satunya sebagai manejer di sekolah. Peranan kepala sekolah sebagai manajer meliputi: kemampuan menyusun program, kemampuan menyusun organisasi/personalia, kemampuan menggerakkan staf guru dan karyawan, kemampuan mengoptimalkan sumber daya sekolah dalam  upaya mencapai tujuan kependidikan di sekolah. Serta kemampuan mengawasi.


Kepala sekolah adalah manejer penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu  proses belajar mengajar tidak lepas dari peran kepala sekolah. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah pasal 1 menyebutkan bahwa jabatan Kepala Sekolah diduduki oleh guru yang mendapat tugas tambahan menjadi kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Oleh sebab itu, selain dituntut sebagai seorang guru professional, seorang Kepala Sekolah sekaligus sebagai Manajer yang memimpin penyelenggaraan lembaga pendidikan.


Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk pada usaha kerja sama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dengan tersedianya manajemen sekolah yang baik, maka sekolah tersebut akan mewujudkan visi dan misi dari sekolah. Dengan terwujudnya visi dan misi maka sekolah tersebut menjadi sekolah yang bermutu.


Guru sebagai pelaksana kurikulum harus mendapatkan bimbingan dari kepala sekolah, sehingga guru mampu melaksanakan kurikulum dengan baik. Maka sebagai supervisor yang mengadakan pembinaan terhadap guru, kepala sekolah dituntut harus memiliki sikap diantaranya; memiliki jiwa kepemimpinan, mengenal keadaan guru dan pegawai lainnya, membangkitkan semangat mereka dalam bertugas.


Supervisi akademik yang populer adalah supervisi klinis, Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun, dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya.


Sebelum membagikan tugas-tugas kepada guru, kepala sekolah terlebih dulu harus mengetahui jumlah guru yang akan memberikan pelajaran di sekolah, apakah perlu ditambah, apakah memerlukan guru-guru honorer. Bila semua telah diketahuinya, kepala sekolah dapat memulai pembagian tugas-tugas kepada mereka. Pembagian ini dapat dilakukan dengan cara penetapan sistem guru kelas, sistem guru bidang studi, dan sistem campuran antara keduanya.


Masih dalam Tupoksi kepala sekolah dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan sekolahdiantaranya adalah Kepemimpinan Sekolah. Sebagai kepemimpinan sekolah, kepala sekolah melaksanakan tugas kepemimpinan mulai dari pembentukan  visi dan misi sampai pada pelaksanaannya serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan misi dan visi tersebut.


Tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai administrator adalah sebagai berikut; 

Mengelola Kurikulum 

Kemampuan mengelola kurikulum  harus diwujudkan dalam kelengkapan penyusunan data administrasi pembelajaran; penyusunan kelengkapan data administrasi bimbingan konseling; penyusunan kelengkapan data kegiatan praktikum; dan penyusunan kelengkapan data administrasi kegiatan belajar peserta didik di perpustakaan.


Mengelola Administrasi

Kemampuan mengelola administrasi peserta didik harus diwujudkan dalam penyusunan kelengkapan data administrasi peserta didik; penyusunan kelengkapan data administrasi kegiatan ekstrakurikuler, dan penyususnan kelengkapan data administrasi hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik.

Kemampuan mengelola administrasi personalia harus diwujudkan dalam pengembangan kelengkapan data administrasi tenaga guru; serta pengembangan kelengkapan data administrasi tenaga kependidikan nonguru, seperti pustakawan, laporan, pegawai tata usaha, penjaga sekolah dan teknisi.


Mengelola Administrasi Sarana Dan Prasarana

Kemampuan mengelola administrasi sarana dan prasarana harus diwujudkan dalam pengembangan dan kelengkapan data administrasi gedung dan ruang; pengembangan data administrasi meubeler; pengembangan kelengkapan data administrasi alat mesin kantor; pengembangan administrasi buku-buku atau bahan pustaka; dan pengembangan kelengkapan data administrasi alat laboratorium.


Mengelola Administrasi Kearsipan

Kemampuan mengelola administrasi kearsipan harus diwujudkan dalam pengembangan kelengkapan data administrasi surat masuk, surat keluar, surat keputusan, dan surat edaran.


Mengelola Administrasi Keuangan.

Kemampuan mengelola administrasi keuangan harus diwujudkan dalam mengembangkan administrasi keuangan rutin, administrasi keuangan yang bersumber dari masyarakat dan orang tua peserta didik, dari pemerintah, dan bantuan dan operasional.


Dari uraian di atas dapat kita simpulkan Peran  dan fungsi Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin pendidikan hendaknya disadari denagan sepenuh hati bahwasannya yang dipimpinnya adalah manusia calon generasi.  Tugasnya  sebagai pimpinan pendidikan sejalan dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 1989 pasal 1 ayat 1,“ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranan dimasa yang akan datang”. Dan juga dijelaskan dalam firman Allah SWT yaitu: QS Al- Mujadilah : 11 bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Sebagi motivasi bagi kepala sekolah bahwa tugas yang diembannya sangat mulia dan akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah SWT.


Pengetahuan awal yang mesti dipahami oleh Kepala sekolah bahwa karakteristik pendidikan itu adalah diantaranya merupakan usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pekerjaan yang dilakukan dengan cara bekerja keras mencurahkan tenaga, pikiran, dan kasih sayang dengan tulus demi keberhasilan peserta didik. Kemudian usahaitu dilakukan dengan sengaja, sekurang-kurangnya menunjukan adanya tujuan yang jelas, dan yang terbaik adalah melalui kegiatan yang dilakukan secara terprogam. Seterusnya usaha dilakukan secara terbimbing, sekurang-kurangnya berusaha mengetahui berhasil tidaknya kegiatan yang telah dilaksanakan, dan yang terbaik adalah terus mengikuti keseluruhan proses egiatan pendidikan sambil melakukan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi selama berlangsungnya proses pelaksanaan. Kepala sekolah berperan sangat penting di sekolah diantarnya sebagai manejer, pemimpin, supervisor, administrator dan coordinator Humas. Jadi kepala sekolah berperan sangat strategis dalam memajukan dunia pendidikan.


Dosen Pembimbing : Prof. Dr. H. Sufyuarma Marsidin, M.Pd, Dr. Demina, M.Pd.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama