Berita dari Tanah Suci (10): Berpisah dengan Arafah, Semalam di Muzdalifah, Bertolak ke Mina

0
TPHD Padang Pariaman sedang dicukur oleh Dokter Speaialis Anastesi dan TIM Pemandu Ibadah Haji Indonesia Kloter 15

Arab Saudi, CanangNewsDengan tenggelamnya matahari pada 9 Zulhijjah 1438 H, maka berakhirlah masa wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Saatnya berpisah dengan tempat bertemunya kembali Nabi Adam ‘Alaihis Salam dengan Isterinya Siti Hawa setelah terusir dari syurga. Tempat yang akan menjadi saksi hamba yang datang dari negeri yang jauh dan dosa yang banyak memperoleh ampunan dan dibanggakan Allah di hadapan malaikat-malaikatNya.

Jamaah berada di depan jumrah aqabah menghadap Ka'bah (kiblat)

Dengan menggunakan bus yang telah disiapkan maktab, dihiasi warna kemerah-merahan langit Arafah, jamaah haji asal Kabupaten Padang Pariaman berangkat menuju Muzdalifah untuk bermalam di sana. Terlihat beberapa jamaah meneteskan air mata. "Ya Allah, panggil kami kembali ke sini di tahun yang akan datang," demikian terdengar suara lirih dari lisan salah seorang dari jamaah.

Tidak sampai dua jam, jamaah telah sampai di Muzdalifah. Mereka langsung mendirikan Shalat Magrib dan Isya dengan Jama' ta'khir. Biasanya, selesai shalat, jamaah haji sibuk mencari batu kecil yang akan dilontar di Mina. Namun, kali ini pihak maktab sudah menyiapkan 70 batu yang diserahkan saat memasuki gerbang peristirahatan. Kemudian jamaah haji tidur untuk recovery raga biar bugar esok hari.

Jamaah haji memanfaatkan 'surveyor' (tangga berjalan) menuju Jamarat

Lewat dari pukul 00.00 WAS (Waktu Arab Saudi – red) 10 Zulhijjah 1438 H, bus berdatangan untuk seterusnya membawa jamaah menuju Mina. Memasuki kota Mina, jamaah dituntun untuk berdoa: "Allahumma hazihi mina, famnun 'alaina kama mananta 'ala ahli tha'atika' (Ya Allah, ini adalah kota mina (anugerah). Anugerahkan kepada kami (nikmat) yang telah Engkau berikan kepada (hamba) yang ahli taat kepadaMu).

Jamaah mabit (bermalam) di Muzdalifah

Rangkaian ibadah berikutnya yang dilakukan jamaah adalah melontar jumrah aqabah. Setelah sejenak beristirahat, rombongan 1- 5 berangkat menuju Jamarat. Adapun 4 rombongan lagi dijadwalkan untuk berangkat pada 19.45 WAS. Dari tenda menuju Jamarat berjarak 2.605 m.

Sedangkan saat pulangnya, jamaah menempuh 3.297 m. Selanjutnya jamaah bercukur, maka dengan demikian jamaah telah tahalul awal dan halal-lah semua larangan haji kecuali berhubungan suami-isteri.

Peta perjalanan lempar jumrah jamaah haji Kloter 15 Embarkasi Padang


Hari Sabtu, 2 September 2017, jamaah melanjutkan lontar tiga jumrah ('Ula, Wustha dan Aqabah). Setelah sarapan pagi, jamaah berangkat 257 orang dan sisanya akan berangkat setelah shalat magrib. Alhamdulillah, seluruh jamaah Kabupaten Padang Pariaman masih lengkap jumlahnya seperti saat akan berangkat. (Laporan Afrinaldi Yunas, TPHD Padang Pariaman) 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top