BEKERJA ikhlas dan penuh tanggung jawab adalah kunci kesuksesan. Orang yang bekerja dengan ikhlas, ukurannya bukan lagi materi, bukan sedikit atau banyaknya penghasilan, melainkan upaya terus-menerus untuk mencari ridha Allah Yang Mahaagung semata. Ikhlas bukan hasil sesaat atau snapshot, tetapi an on-going process yaitu proses yang berjalan secara terus-menerus. Kita tidak akan pernah tahu apakah kita sudah bekerja dengan ikhlas atau belum atau apakah Allah sudah ridha atau belum.

Inilah prinsip yang selalu dipakai oleh Nofriyanti SP MSi, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Padang Pariaman yang telah mengabdikan dirinya selama dua belas tahun.

Diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), Maret 2008, di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah - red) Kabupaten Pasaman, tahun 2012 ia pindah ke Kabupaten Padang Pariaman dan dipercaya menjadi Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Bappeda pada tahun 2013. Perempuan kelahiran 24 November 1981 ini telah mendampingi SNV (Stichting Nederlandse Vrijwilligers) Belanda, yakni Non Government Oragnization (NGO) yang bergerak di bidang sanitasi untuk kota-kota kecil. Saat itu Padang Pariaman terpilih sebagai pilot project (proyek percontohan - red) untuk pendampingan SNV Belanda dalam persiapan menggalakkan sanitasi di Padang Pariaman.


“Pada tahun 2013 saya telah dipercaya menjadi Kasubid Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat  Bappeda. Saat itu saya juga mendampingi SNV Belanda dalam kegiatan sosialisasi ke masyarakat. Seiring waktu berjalan, untuk perpanjangan program penanganan sanitasi di Sumatra Barat, khususnya Kabupaten Padang Pariaman, diserahkan kepada Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) sebagai perpanjangan tangan dari SNV Belanda tersebut. 

Penyerahan perpanjangan program itu karena mereka menilai penanganan sanitasi di Kabupaten Padang Pariaman sejak tahun 2013 sudah lumayan bagus,” ujar Upik, sapaan akrab Nofriyanti saat ditemui di ruang kerjanya, Bidang Pendapatan pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) - Parikmalintang, Jumat (18/9/2020).

Hingga tahun 2019, kata dia, segala jenis pekerjaan selalu didampingi oleh Bappeda, khususnya terkait sanitasi yang pada saat itu pilot project-nya di Nagari Pauahkamba, Kapalo Koto dan Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, yang ditargetkan menjadi Nagari ODF (Open Defication Free).


“Nagari Kapalo Koto akhirnya ditetapkan sebagai nagari ODF 100 persen, di mana tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembaranagan (BABS). Dalam hal ini kita lebih fokus kepada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan indikator masyarakat tidak lagi BABS,” sambungnya.

Ketika menjabat sebagai Kasubid Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesra Bappeda, Upik berkesempatan menjadi perwakilan dari Provinsi Sumatra Barat untuk menghadiri Konferensi Air, Sanitasi dan Kebersihan Masa Depan & Pelatihan (Water, Sanitation and Hygiene [WASH] Futures Conference) 2018 yang berlangsung di Brisbane – Australia, 5 – 9 Maret 2018, membahas tentang konsep kolaborasi untuk menuju Universal WASH.

Pilot project SNV Belanda di Sumatra Barat hanya tiga daerah, yakni Padang Pariaman, Sijunjung dan Kota Padang. Waktu itu, SNV Belanda mengundang satu perwakilan dari tiga daerah pilot project tersebut. Saya mencoba mengikuti seleksi dengan persyaratan berupa motivation letter, Interview dan video sanitasi. Alhamdulillah…, saya memenuhi syarat dan terpilih saya mewakili Sumatra Barat untuk konferensi international tersebut membawa nama Kabupaten Padang Pariaman,” kata ASN yang juga pernah menjabat sebagai Kabid Anggaran BPKD ini.


Selama sepuluh hari perjalanan mengikuti konferensi tersebut, Upik menceritakan dan mempresentasikan kondisi sanitasi di Kabupaten Padang Pariaman, baik kesediaan air bersih, sanitasi maupun terkait pengarusutamaan gender. Pada tahun 2018 penanganan sanitasi di Kabupaten Padang Pariaman baru berkisar 60 sampai 70 persen. Sedangkan ODF baru satu nagari, yakni Pauahkamba, Kecamatan Nan Sabaris. Hal ini dapat terwujud atas kerjasama SNV Belanda, Dinas Kesehatan dan Bappeda.

“Di sana saya juga menceritakan bahwa kepala daerah di Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen untuk mewujudkan sanitasi yang layak. Ini dibuktikan dengan setelah saya kembali dari Brisbane terbit Peraturan Bupati tentang STBM, juga kesepakatan dari Dinas Kesehatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya untuk mendukung perwujudan sanitasi yang layak serta penyediaan air bersih. Selain itu, saya juga menceriakan tentang perspektif gender di Kabupaten Padang Pariaman,” ulas Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Faperta Unand) ini.

http://www.canangnews.com/2018/03/catatan-mengikuti-water-sanitation-and.html


Saat ditanya motivasinya ikut seleksi untuk mengikuti konferensi di Brisbane, Upik menjelaskan, ia ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Kabupaten Padang Pariaman dengan menyosialisasikan agar masyarakat tidak BABS serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Selain peduli terhadap lingkungan dan berupaya mewujudkan kabupaten sehat, saya juga terinspirasi dari teman yang sering mengikuti short course sehingga menarik saya untuk mengikuti hal yang sama. Saya berprinsip kalau orang mampu, mengapa kita tidak(?),” cetusnya tampak serius.

Prestasi lain yang diperoleh Nofryanti, berkesempatan melaksanakan  seminar akhir thesis di Asian Institute Technology (AIT) Bangkok, kerjasama Unand - AIT Thailand, untuk memperoleh gelar Magister Sains.

Alhamdulillah…, setelah menamatkan Strata 1, saya dapat kesempatan belajar di AIT atas rekomendasi Rektor Unand. Ini merupakan kerjasama Unand dengan AIT di bidang INRM (Integritade Natural Resource Management) yang dibiayai oleh Ford Foundation dan World Bank,” katanya lagi.


Nofriyanti membocorkan kiat untuk meraih pencapaian tersebut. Menurutnya, dalam mengerjakan sesuatu harus totalitas, tepat waktu, selalu mempermudah urusan orang lain, tulus dalam bekerja, selalu berpikir positif serta jangan segan untuk meminta maaf.

“Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, ada kalimat yang selalu menjadi inspirasi saya, selalulah berbuat baik kepada sesama. Maka, hal baik juga akan datang kepada kita. Orang baik akan punya banyak teman. Dengan selalu memudahkan urusan orang lain, maka urusan kita juga akan dimudahkan Allah Yang Mahakuasa. Mintalah doa kepada ibumu, maka segenap alam semesta akan mengaminkannya, Beranilah bermimpi, Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu (Andrea Hirata),” terangnya sambil tersenyum.


Pencapaian yang dia dapat hingga sekarang ini, kata Upik, tidak terlepas dari peranan keluarga, terutama doa orangtua serta dukungan suami dan anak-anak. Keluarga mendukung penuh segala kegiatan yang dia laksanakan

“Keluarga sangat mendukung segala kegiatan yang Upik lakukan dan tidak pernah protes. Alhamdulillah…, selama ini semuanya berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar isteri Febri Wandi AMd ini. 

Menamatkan Sarjana (S1) Agribisnis Faferta Unand tahun 2004, Nofriyanti langsung bekerja sebagai junior research staff  di PSI SDALP UNAND, (2004 - 2005). Selanjutnya, tahun 2005 - 2007, ia mengikuti Program Master Integrated Natural Resources Management (INRM), kerjasama Unand - AIT Thailand. 

Kemudian, Nofriyanti ikut tes CPNS, Desember 2007, lulus dan bekerja sebagai CPNS Maret 2008 di Bappeda Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping. (Mila Fitri Yeni/Fery Ardi/Zakirman Tanjung - editor)