CANANGNEWS- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan sebanyak 22,7 ton benih jagung kepada 181 kelompok tani yang tersebar di sejumlah wilayah. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan komoditas jagung sekaligus membantu petani memulihkan produktivitas lahan yang terdampak bencana.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan bantuan benih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan menjaga produktivitas pangan di daerah.
Menurutnya, pengembangan tanaman jagung memiliki peluang cukup besar untuk memberikan manfaat bagi petani. Selain mendukung ketersediaan pangan, peningkatan produksi jagung juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.
“Bantuan ini diperuntukkan bagi petani secara gratis. Tujuannya untuk mendorong pengembangan tanaman jagung sekaligus membantu petani yang sedang melakukan pemulihan lahan pascabencana, sehingga produktivitas pertanian bisa kembali meningkat,” ujar Heri, Rabu (2/8).
Ia menjelaskan, benih jagung yang diberikan kepada kelompok tani tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Nilai bantuan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Adapun jenis benih yang disalurkan kepada petani merupakan varietas Betras 10. Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk pengembangan tanaman jagung pada lahan pertanian reguler, tetapi juga ditujukan untuk membantu petani yang lahannya mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Heri menilai dukungan terhadap lahan terdampak bencana sangat diperlukan agar kegiatan pertanian masyarakat dapat kembali berjalan. Dengan adanya bantuan benih, petani diharapkan memiliki kesempatan untuk kembali mengolah lahan dan meningkatkan hasil produksi secara bertahap.
“Selain untuk pengembangan tanaman jagung, lahan pertanian yang terdampak bencana memang membutuhkan dukungan. Karena itu, kami berharap bantuan ini bisa membantu meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan produksi jagung juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Jika produktivitas meningkat, pasokan komoditas di daerah akan semakin kuat dan pada saat yang sama dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Heri menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh proses penyaluran bantuan. Penggunaan benih secara tepat oleh kelompok tani menjadi faktor penting agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan hasil yang dapat dirasakan petani.
“Karena itu, bantuan benih tidak berhenti pada persoalan distribusi. Pemanfaatan benih oleh kelompok tani menjadi bagian penting agar bantuan tersebut benar-benar memberikan hasil bagi petani dan daerah,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan dimanfaatkan dengan baik, Distan Agam juga menyiapkan pendampingan bagi kelompok tani penerima manfaat. Pendampingan tersebut dilakukan melalui tenaga penyuluh pertanian yang bertugas di lapangan.
Penyaluran Benih Jagung Telah Tuntas
Fungsional Analis Ketahanan Pangan Distan Agam, Miswarni, mengatakan seluruh bantuan benih jagung tersebut telah selesai disalurkan hingga akhir Agustus 2026.
Bantuan diberikan kepada 181 kelompok tani yang berada di 11 kecamatan. Secara keseluruhan, program tersebut mencakup lahan pertanian dengan luas sekitar 1.516 hektare.
Miswarni menjelaskan, setiap hektare lahan memperoleh alokasi benih jagung sebanyak 15 kilogram. Benih tersebut diserahkan secara langsung kepada kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.
“Untuk setiap hektare lahan, masing-masing kelompok tani mendapatkan sebanyak 15 kilogram. Benih ini kami salurkan secara langsung kepada kelompok tersebut,” jelasnya.
Dari total lahan yang menjadi sasaran program, sekitar 467 hektare merupakan lahan pertanian yang terdampak bencana alam. Untuk lahan tersebut, pemerintah menyalurkan benih jagung sebanyak 7.140 kilogram.
Sementara itu, bantuan juga diberikan untuk lahan pertanian reguler dengan luas sekitar 1.040 hektare. Pada kategori tersebut, jumlah benih yang disalurkan mencapai 15.600 kilogram.
Miswarni menyebutkan, bantuan untuk lahan yang terdampak bencana antara lain disalurkan ke wilayah Palembayan, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Malalak, dan Matur.
Sedangkan bantuan untuk lahan pertanian reguler disalurkan di sejumlah wilayah, di antaranya Lubuk Basung, Palembayan, Tilatang Kamang, dan Palupuh.
Dengan selesainya penyaluran tersebut, pemerintah daerah berharap bantuan benih dapat segera dimanfaatkan oleh kelompok tani. Pengembangan tanaman jagung diharapkan tidak hanya membantu pemulihan lahan pascabencana, tetapi juga mendorong peningkatan produksi dan memperkuat aktivitas ekonomi petani di Kabupaten Agam.




