TALANG , CanangNews - Warga Jorong Aro Talang, Nagari Talang, Kabupaten Solok, harus menghadapi persoalan serius. Selama tiga hari aliran air bersih terhenti, diduga setelah pengerjaan jalan oleh PT Tri Jaya di kawasan tersebut berdampak terhadap jaringan pipa air bersih di kawasan Belakang Kumbang, Nirong Aro Nagari Talang.
Persoalan ini bukan lagi sekadar gangguan teknis. Ketika pekerjaan pembangunan diduga mengganggu jaringan air bersih, masyarakat berhak mendapatkan kepastian, penjelasan dan solusi cepat dari pihak pemborong dan PDAM.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa sudah tiga hari air mati, tetapi persoalan tersebut belum juga mendapatkan penanganan yang jelas?
Warga mempertanyakan tanggung jawab pihak pelaksana pekerjaan. Apakah sebelum pekerjaan dimulai sudah dilakukan pendataan dan pengecekan terhadap jaringan utilitas yang berada di sekitar lokasi? Jika pipa memang terdampak pekerjaan, siapa yang memastikan jaringan tersebut kembali berfungsi?
Di sisi lain, PDAM juga tidak boleh tinggal diam. Sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pelayanan air bersih, PDAM semestinya segera turun ke lokasi, melakukan survei teknis, memastikan titik gangguan dan menjelaskan kepada masyarakat apa penyebab terhentinya aliran air.
Jangan sampai warga hanya menjadi pihak yang menerima dampak, sementara persoalan tanggung jawab justru saling menunggu.
Pembangunan Jalan Jangan Korbankan Pelayanan Dasar
Pembangunan infrastruktur tentu dibutuhkan masyarakat. Namun pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan keberadaan fasilitas dasar yang sudah digunakan warga.
Jika benar jaringan pipa air bersih mengalami kerusakan atau tertimbun akibat pekerjaan jalan, maka persoalannya harus segera diselesaikan secara terbuka.
PT.TRI JAYA perlu memberikan penjelasan. PDAM juga perlu turun tangan.
Masyarakat berhak mengetahui apakah terdapat koordinasi antara pelaksana proyek dengan PDAM sebelum pekerjaan dilakukan. Jika koordinasi sudah dilakukan, bagaimana antisipasi terhadap jaringan pipa? Jika belum, mengapa pekerjaan dapat berjalan tanpa memastikan jaringan air bersih tetap aman?
Warga Butuh Air, Bukan Saling Lempar Tanggung Jawab
Tiga hari tanpa air bersih bukan persoalan kecil bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga terganggu, kebutuhan mandi, mencuci, memasak hingga kebutuhan dasar lainnya ikut terdampak.
Karena itu, warga meminta PDAM segera melakukan survei ke lokasi Belakang Kumbang dan Jorong Aro Talang, serta meminta PT.TRI JAYA memberikan penjelasan mengenai dampak pekerjaan terhadap jaringan pipa.
Publik tidak membutuhkan saling lempar tanggung jawab. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata.
Pertanyaan warga kini sederhana namun mendasar:
Benarkah pipa air bersih terdampak pengerjaan jalan PT TRI JAYA? Siapa yang bertanggung jawab memperbaikinya? Mengapa sudah tiga hari air mati? Dan kapan air bersih kembali mengalir ke rumah-rumah warga Aro Talang?
Persoalan ini patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jangan sampai proyek pembangunan yang menggunakan anggaran dan bertujuan meningkatkan pelayanan masyarakat justru meninggalkan warga tanpa akses air bersih.
PT.TRI JAYA ditunggu penjelasannya. PDAM ditunggu tindakannya. Dan warga Aro Talang berhak mendapatkan kembali air bersih mereka.
( Betra Koto)
