![]() |
| Reses peroranggan H. Ibra Yasser, S.AP ( nomor 3 dari kanan) bersama OPD terkait (nas) |
BUKITTINGGI, Canangnews– Pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah, pengurusan administrasi kependudukan, hingga kebutuhan tambahan modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dalam reses perorangan Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Ibra Yasser, di Kelurahan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Rabu (5/8/2026).
Sekitar 200 warga menghadiri kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2025/2026 tersebut. Hadir pula Camat Mandiangin Koto Selayan Fachrul, Lurah Manggis Ganting, tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Kesehatan, dan Direktur RSUD Kota Bukittinggi.
Ibra Yasser mengatakan, reses merupakan momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada wakil rakyat sehingga dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah.
![]() |
| Direktur RSUD Bukittinggi, dr. Muryani Dhatri, M.Kes saat berikan pencerahan (N) |
"Melalui reses ini masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan usulan secara terbuka. Mulai dari persoalan pelayanan kesehatan, warga yang melahirkan di rumah, pengurusan KTP, hingga tambahan modal bagi pelaku UMKM. Semua aspirasi itu akan kami tampung dan perjuangkan," kata Ibra.
Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah terkait agar dapat dicarikan solusi sesuai kewenangan masing-masing.
Dalam dialog tersebut, persoalan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan pasien dalam kondisi darurat di RSUD Kota Bukittinggi, menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian. Direktur RSUD yang hadir dalam kegiatan itu langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai mekanisme pelayanan dan penanganan pasien.
Sementara itu, Camat Mandiangin Koto Selayan, Fachrul, menilai reses menjadi sarana penting untuk mempertemukan masyarakat dengan pemerintah dan DPRD dalam membahas berbagai kebutuhan pembangunan.
Ia mengatakan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan.
"Program-program yang dijalankan Bapak Ibra Yasser selama ini cukup banyak menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan warga," ujar Fachrul.
Ibra juga berharap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dapat kembali berjalan optimal setelah dalam beberapa tahun terakhir terdampak kebijakan refocusing anggaran.
"Mudah-mudahan ke depan Musrenbang kembali dilaksanakan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota sehingga aspirasi masyarakat dapat dihimpun lebih luas," katanya.
Ia berharap seluruh usulan yang disampaikan warga dalam reses tersebut dapat direalisasikan secara bertahap, baik melalui program pemerintah daerah maupun melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
(KH)


