![]() |
| Kepala sekolah (kiri) saat memperlihatkan ruang perpustakaan darurat bekas kantor guru-guru |
Proses belajar mengajar yang dilaksanakan di gedung sekolah dasar Fransiskus milik yayasan terkendala,banyak buku yang mestinya di ruang perpustakaan justru bertumpuk di ruang kelas.
Hal tersebut di sampaikan langsung oleh kepala sekolah SD Fransiskus Maria Octaviani kepada Canangnews saat dimintai keterangan di ruang kerjanya,Senin (14/09/26).
Dikatakan dia,banyak buku yang bertumpuk di ruang kelas dan kantor karena belum ada gedung pengganti perpustakaan.
"Untuk menyiasati adanya ruang perpustakaan kita menggunakan kantor guru-guru yang lama yang berukuran kecil untuk dijadikan tempat sementara sehingga buku yang hampir puluhan karung besar tidak muat di rak-rakan dan bertumpuk begitu saja tanpa tempat yang jelas"tambah Octaviani kepala sekolah baru itu.
Octaviani juga mengatakan bahwa pihaknya ada rencana membangun perpustakaan yang layak di belakang kantor kepala sekolah atau sejajar dengan pondok kantin sekolah, agar siswa siswi sekolah dasar Fransiskus dapat menimba ilmu secara langsung di ruangan membaca tanpa harus berdesak desakan Karena buku tidak beraturan tempatnya.
Dirinya juga berharap dukungan penuh dari seluruh pihak terkait agar program yang di maksud dapat terlaksana dengan baik.
"Kita berharap melalui program alumni membantu juga orang-orang yang ikut ambil bagian dalam mensukseskan anak bangsa dapat menjadi perpanjangan tangan dalam rencana program pembangunan gedung perpustakaan"(Js)
