Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana, Pemkab Agam Bangun 35 Dam Parit Senilai Rp4,2 Miliar

0


 

CANANGNEWS – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membangun 35 unit dam parit yang tersebar di 13 kecamatan sebagai langkah mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi. Pembangunan infrastruktur pengairan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi irigasi yang rusak sekaligus mendukung percepatan masa tanam dan peningkatan indeks pertanaman di daerah terdampak.


Program pembangunan dam parit itu didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian dengan total anggaran mencapai Rp4,2 miliar. Seluruh bantuan disalurkan kepada kelompok tani untuk dikerjakan secara swakelola.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan pembangunan dam parit menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.


"Kami terus berupaya memulihkan sektor pertanian, khususnya areal persawahan yang terdampak bencana. Melalui pembangunan dam parit ini, kami berharap sistem pengairan kembali berfungsi sehingga petani dapat segera melaksanakan musim tanam," kata Heri didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Yasriandi, Kamis (23/7).


Ia menjelaskan, dari total 35 unit dam parit yang dibangun, Kecamatan Tanjung Raya menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni sembilan unit. Penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kerusakan jaringan irigasi dan kebutuhan masyarakat tani di masing-masing wilayah.


Setiap unit dam parit memperoleh anggaran sebesar Rp120 juta. Pembangunannya dilaksanakan oleh kelompok tani melalui pola swakelola agar masyarakat memiliki Heri, mekanisme tersebut tidak hanya mempercepat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kelompok tani untuk ter peran aktif dalam memperbaiki infrastruktur pertanian yang menjadi penunjang utama produksi pangan.


Menurut Heri, mekanisme tersebut tidak hanya mempercepat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kelompok tani untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan yang nantinya akan mereka manfaatkan bersama.


Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan seluruh pembangunan dam parit dapat diselesaikan hingga akhir Juli 2026. Dengan rampungnya seluruh pekerjaan, saluran air menuju areal persawahan diharapkan kembali normal sehingga petani tidak lagi mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan irigasi.


"Target kami seluruh pembangunan selesai pada akhir bulan ini sehingga infrastruktur tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh petani untuk mendukung kegiatan budidaya padi," ujarnya.


Ia menambahkan, keberadaan dam parit memiliki peran penting dalam mengatur sekaligus menyalurkan air ke lahan pertanian. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengatasi terganggunya distribusi air akibat kerusakan saluran irigasi yang ditimbulkan bencana.


Dengan kembali berfungsinya jaringan pengairan, proses rehabilitasi lahan pertanian diyakini akan berjalan lebih cepat. Kondisi itu diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas padi, mempercepat pemulihan ekonomi petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Agam.


"Pembangunan dam parit bukan hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian masyarakat. Kami berharap setelah seluruh pekerjaan selesai, petani dapat kembali mengolah sawah secara optimal dan hasil produksi terus meningkat," tutup Heri.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top