Catatan Irvan Khairul Ananda
MENJELANG pukul 11.00 siang, Minggu (12/4/2026), dapatlah kami berkumpul sebanyak 12 (dua belas) orang Alumni Direktorat Sosial Politik (Ditsospol) yang kemudian jadi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) di Restoran Bebek Sawah , Jalan Patimura - Kota Padang.
Kehadiran ini sudah disepakati sejak Minggu yang lalu dan disebarluaskan melalui Grup WhatsApp mulai hari Senin (6/4/2026). Kita akan ber-halal bi halal (HBH) dan silaturahmi hari Minggu tanggal 12 April 2026 tempat Restoran KoMar dan akhirnya pindah lokasi ke Bebek Sawah ini. Ini tidak mengapa, yang penting jadwal dan lokasinya sudah jelas!
Kenapa dipilih hari Minggu? Karena kebanyakan anggota adalah memomong/menjaga anak cucunya di rumah pada jam dinas, baru bisa keluar rumah ketika hari Minggu.
Ada 12.orang di antara kami yang dapat hadir siang ini:
1. Amril Baharuddin
( Da Am)
2. Yusni Siri
( Uniang)
3. Asmirnita
(As)
4. Medawati
( Meda)
5. Emfatriati
( Eri/Putiah)
6. Trisnida
(Angah/Tris)
7. Mardiana
(Mang )
8. Yetti Murni
(Yet)
9. Aisyah Syamsuddin
(Mami)
10. Afridarnis Amir
(Amak/Anis)
19. Irvan Khairul Ananda,
20.Bu Upik Sulastri istri Pak ika.
Kami saling salaman dan mengucapkan salam maaf, di samping tidak bertemu sebelum puasa Ramadhan 1447H yang lalu, juga tidak pernah bertemu dan bersua selama Ramadhan dan bahkan setelah Idhul Fitri 1447 H atau Syawal-an tidak bersua-sua. Bisa saja ada di Padang atau di Kota-Kota di Sumatera Barat tetapi urusan sudah masing-masing.
Sebagai orang yang sudah purna-tugas alias pensiun, kami lebih banyak menuruti keinginan anak-menantu, bahkan lebih ganas lagi perintah cucu-cucu! Dan mungkin juga sedang di luar kota/luar daerah. Sampai pagi tadi saja masih banyak yang mengirim pesan bahwa tidak bisa hadir/atau belum dapat hadir karena masih di luar kota. Hal ini sudah pasti anak-cucu mereka belum mengizinkan untuk pulang ke Padang.
Ya, se-adanya beras, segitu saja yang ditanak? Maksudnya siapa yang bisa dan berkesempatan menghadiri acara ini, ya segitu-lah.
Kami pun sebenarnya baru pulang juga ke Padang seminggu yang lalu. Hari Sabtu pagi 04042026 mendarat di Bandara BIM setelah dua bulan meninggalkan Padang. Awal Februari 2026 kami berangkat ke Jakarta ke rumah anak-cucu dan tanggal 17 Februari 2026 berangkat menunaikan ibadah Umrah Full Ramadhan 1447H (32hari) dan tiba-tiba harus pulang ke tanah air, Kamis 19 Maret 2026 dengan Garuda GA-969 Madinah - Jakarta.
Beli tiket baru karena pesawat kami semula Medinah - Doha Qatar - Jakarta di-cansel/dibatalkan karena tidak ada penerbangan di langit Qatar karena Perang Israel - Iran.
Hari Jum'at 20 Maret 2026 kami sebagian rombongan sudah mendarat di Bandara Soeta Cengkareng. Dari waktu itu, barulah Sabtu 4 April 2026 kami kembali pulang ke Padang.
Setelah itu bercerita tentang kehidupan keseharian selama puasa dan selama menjadi pensiunan. Ada yang enak dan nyaman tinggal bersama anak cucu di rantau, maksudnya di luar Kota Padang dan ada yang enak dan nyaman di rumah sendiri di Padang, biar lah berdua saja.
Dan memang seharusnya sudah bisa tolak-ansur dan ada yang mengalah? Kalau bersama anak cucu maka jika terjadi apa yang tidak diinginkan sakit atau kejadian yang mendadak, maka anak cucu cepat mengetahuinya dan mencarikan jalan keluar atau solusinya.
Coba kalau sendiri atau hanya berdua saja, anak dan cucu-cucu jauh dari kita, hal ini perlu diperhatikan benar dan dipahami sehingga tidak ada yang saling tersinggung-singgungan.
Kami akhiri dengan makan siang bersama dengan bebek sawah, ayam geprek, soto surabaya dan lainnya.
Setelah itu mampir ke rumah Pak Harmen Rauf di Komplek Perumahan Pemdaprov Sumbar di Gurun Laweh. Pak Harmen sudah 4x kena serangan stroke sejak tahun 2022 yang lalu. (*)
Silahkan klik
