Catatan Irvan Khairul Ananda
SEJAK hari Senin 09032026, atau 4 empat hari ini, jika malam dan paginya terasa sangat dingin. Menggigil tubuh ini terasa. Tambah lagi angin pagi menerpa tiap saat.
Senin itu, Ramadhan-20, Mm Benik mengajak untuk menemani Tawaf di Pelataran Ka'bah. Kalau ke sana jelas harus pakai kain ihram, sebab tanpa pakai ihram tidak boleh ke Pelataran Ka'bah.
Mm nio tawaf katanya dan tentu harus pakai ihram. Dengan rasa dingin dan sedikit menggigil akhirnya kami berangkat ke Haram.
Hari itu, Ramadhan ke-20, tinggal sekitar 9 (sembilan) hari lagi Ramadhan akan berakhir. Penggalan Ramadhan ini sangat dinanti-nantikan jemaah. Malah dari Paket-Paket Umrah Travelen sangat banyak menawarkan paket ini: Paket Iktikaf Ramadhan-1447H ada yang 17 hari terakhir, 18 hari terakhir tapi paling banyak adalah 10sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Mengingat hal inilah, dikuat-kuatkan juga fisik ini yang sudah 20 hari berpacu dengan waktu dan berpacu maksimal ibadah. Hanya baru dua kali dampingi Mm Benik untuk Tawaf di Pelataran Ka'bah, hari pertama masuk Kota Makkah (Umrah Wajib Ramadhan-03), kemudian ada Umrah Sunnah hari Rabu 25022026 atau Ramadhan-08.
Untuk ke-3 (tiga) kalinya Mm Benik ingin bersama menapaki lantai Ka'bah? Dengan sekuat dan sepenuh hati menguat-nguatkan diri untuk ber-Tawaf pagi ini.
MasyaAllah....
Astagfirullah....
Padatnya jamaah yang melaksanakan Tawaf subuh ini. Kami shalat subuh berjamaah di lantai dasar. Setelah itu baru turun ke Pelataran Ka'bah. Untuk menuju titik awal saja betapa susahnya. Sangat padat! Sejengkal-sejengkal saja bisa berjalan, sedang untuk bernafas terpaksa menengadahkan wajah ke atas, bayangkan di bawah ketiak jamaah-jamaah Afrika yang tinggi-tinggi besar.
Pukul 05.54 kami mulai langkah awal Tawaf, putaran pertama bisa 7 (tujuh( menit saja, putaran ke-4 selesai 10 (sepuluh) menit. Mm Benik tidak kuat lagi melanjutkan, dan minta istirahat dulu ke pinggir.
Akhirnya Tawaf di Pelataran Ka'bah ini dapat diselesaikan dalam waktu 55menit (05.55- 06.51). Kalau soal kecilnya lingkaran di Pelataran Kakbah iya, benar. Sedang di Lintasan Tawaf Lantai-2 jauh lebih besar lingkaran nya rata-rata bisa diselesaikan 7 s.d 8 menit saja atau 56menit. Namun, bedanya dalam mengeluarkan tenaga sangat jauh berbeda. Di Lintasan Tawaf Lantai-2 kita cukup santai dan tanpa halangan dan hambatan. Sedangkan di Pelataran Kakbah ini sangat memerlukan tenaga ekstra. Menahan tolakan dari belakang, menahan jamaah kiri dan kanan yang mendesak mau maju dan jalan. Bahkan menahan jangan sampai terseruduk jamaah di depan. Benar-benar konsentrasi tenaga berada pada lutut dan pergerakan kedua kaki! Benar-benar menghabiskan tenaga.
Pagi-pagi puasa Ramadhan ke-20 sudah menguras tenaga. Tadinya dari sebelum subuh badan atau fisik sudah ada rada-rada tidak enaknya. Rasa dingin tetap menusuk rasa ke tulang! Lutut dan pergelangan kaki rasa mau copot. Masih pagi, tenaga sudah terkuras. Bagaimana menunggu berbuka sore hari? Astaghfirullah...
Rasa tidak kuasa menunggu masuknya waktu berbuka. Tidak saja lutut, bahkan kerongkongan betapa kering terasa. Pahitnya bagai semalam makan buah Mahoni.
Ya Allah... ya Rabbi..., kuatkanlah kami menjalani Ramadhan menjelang akhir ini, Berikanlah kami kesehatan yang purna dalam menjalaninya.
Jangan biarkan kami tertinggal dari anugerah-Mu, dari Malam Qadar-Mu Ya Allah.
Berilah kami kesempatan dan dapat bagian dari Anugerah-Mu Yang Mahabesar itu.
Sorenya tak dapat ditolak lagi, terkapar dalam keletihan di tempat tidur di Kamar Hotel R-1719. Tak mampu menggerakkan kaki dan lutut, tak mampu melangkah jauh lagi, bahkan melangkah ke toilet pun sudah sangat riskan.
Ketika berbuka puasa sore Ramadhan 1447H ke-20 tiba, baru sedikit bertenaga, baru sedikit pulih.
Ya Allah..., ya Rabbi...,
Engkaulah yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada ummatMu...
Tak ada sedikit kesombongan pun pada diri kami ini, kami ingin memaksimalkan waktu untuk beribadah kepadaMu, ya Allah.
Jikapun ada terbetik kesombongan itu, maka ampunilah dosa-dosa kami, ampunilah kesalahan kami.
Iya, di Ramadhan ke-20 ini kami berada di Makkah selama 18 hari dan 2 harinya di Madinah. Seharusnya kami memperbanyak shalat wajib atau fardhu di Masjidil Haram, namun tak kuat kami melakukannya. Shalat Fardhu Subuh dapat kami penuhi, sedang yang lainnya tidak utuh ke-5 waktunya. Seharusnya sudah 100 (seratus) kali shalat wajib. Namun, hanya dapat kami kerjakan di Masjidil Haram sebanyak 44 (empat puluh empat) kali saja. Lebih banyak di Pelataran Zam-Zam Tower dan Taman Trotoar depan Hotel tempat menginap walaupun masih tetap berimam ke Imam Masjidil Haram. Kemudian kami sangat menfokuskan untuk melaksanakan ibadah Tawaf. Dalam pemahaman kami Tawaf adalah Intinya Umrah.
Makna tawaf dilakukan selama tujuh kali putaran melambangkan 7000 tahun taubat. Pada setiap putaran sama dengan 1000 tahun sehingga tujuh kali putaran berarti 7000 tahun bertaubat kepada Allah. Semakin sering melakukan tawaf, maka semakin dekat dengan Allah.
Walaupun bentuknya hanya berkeliling, tetapi sangat bermakna. Setiap hentakkan langkah di Lantai Tawaf, setiap doa minta keampunan terbang ke 'ArasyNya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tak lain tak bukan hanya doa minta pengampunan dari segala dosa masa lalu, hari ini dan masa yang akan datang.
Dari 20 (dua puluh) hari Ramadhan 1447H telah mampu melaksanakan Tawaf sebanyak 31tiga puluh satu kali. Kuatkanlah fisik ini, kuatkanlah tenaga ini, berilah kami kesempatan yang lebih untuk mengerjakan amalan di akhir Ramadhan ini, ya Allah ya Rabbi.
Catatan sebelumnya
