Ketua DPRD Pessel Sambut Baik Kedatangan Nakes




PESISIR SELATAN — Belasan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pesisir Selatan temui ketua DPRD setempat. Meminta untuk kategori P2 di jadikan skala prioritas pada tahun 2024 mendatang.


Pertemuan nakes tersebut di sambut langsung oleh ketua DPRD setempat, Selasa 02/01 di rumah dinas DPRD setempat.


Dalam kesempatan itu, nakes tersebut menyampaikan berbagai problem seputar penerimaan PPPK beberapa waktu lalu.


Mulai dari adanya ditemukan pegawai PPPK yang dinyatakan lulus sewaktu seleksi PPPK dimana terjadi tidak singkron antara si pendaftar dengan posisi kerja semula.


“Cobtohnya ada yang awalnya Ia berkerja Di perbankan kemudian ikut seleksi PPPK dinyatakan lulus sebagai adminkes di puskesmas, seharusnya yang diluluskan adalah mereka yang memang telah mengabdi sebagai adminkes bukan dari instansi lainnya, ” ucap. Salah seorang nakes yang tidak menyebutkan namanya sewaktu menyampaikan keluhannya langsung ke ketua DPRD setempat.


Mendengar hal itu, ketua DPRD setempat meminta nakes untuk segera melayangkan surat ke instansi DPRD dan kemudian sampaikan ke sekretariat DPRD.


“nanti kita gelar pertemuan dengan berbagai komisi di DPRD, sehingga keluhan semuanya tersampaikan, dan sama-sama mendengarkan, “tambahnya.


Menurutnya, pengangkatan PPPK oleh pemerintah mesti memperhatikan banyak aspek dan tidak hanya terdokumentasi terhadap perolehan nilai ujian peserta saja, akan tetapi bisa ditambahkan dengan lama mengabdi Di suatu instansi.


“jadi kalau pemda minta kriteria tersebut diusulkan, berkemungkinan bakal dikabulkan, tapi langsung disampaikan ke kemenpan-rb, “ulasnya.


Pada kesempatan itu, ketua DPRD berupaya memperjuangkan para nakes dan tenaga pendidik yang dinyatakan belum lulus seleksi PPPK tersebut menyampaikan point-point tuntutan para Nakes.


“sehingga ada tindaklanjut dari pertemuan kita nantinya, dan bisa diperjuangkan secara bersama-sama dengan anggota dewan lainnya, “tutupnya.



Disela itu, para nakes juga menyampaikan bahwasanya jumlah nakes yang masih dinyatakan belum lulus tersebut hanya berjumlah sekitar 500 orang.


“kalau di prioritaskan, hanya tinggal sebanyak 500 orang lagi pak, ” tambah salah seorang Nakes yang Mengaku bernama tya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama