Kau Bukan Yang Dulu

Area pikat manuk (burung) tempo doeloe


Sungai Tambang di sini dulu tahun 2020 medanku memikat burung setiap hari, karena saat itu suasa covid19 semua disuruh berdiam diri di rumah. Suntuk tak bisa ke mana-mana muncul ide serta hobby masa kecil memikat manuk (burung).


Saya teringat lem perekatnya gimana ya cara mendapatkannya, saya coba hubungi salah seorang saudara di kampung setelah cerita panjang lebar saya dapat ide pakai getah cubadak (nangka) untuk mengeraskan (agar kuat) saya pakai getah karet.


Saat 2020 itu alamnya masih alami sekali, masih banyak pohon, kayu dan semak belukar, burung jangan ditanya pokoknya paslah mengusir suntuk. Setiap pagi setelah subuh saya beres-beres minum teh kadang kopi dan snacknya.


Alamnya saat itu masih hijau 2019/2020


Setelah sarapan barulah saya pasang getah pikat yang sudah saya siapkan sebelumnya, karena belum punya burung pemikat saya pakai Mp3 suara burung melalui speaker android untuk pemancing burung datang alhamdulillah cara ini cukup ampuh.


Lama menunggu akhirnya getah yang saya pasang meleleh karena panas matahari, setiap burung yang datang tidak bertahan lama lepas terus hal ini membuat saya ngos-ngosan karena berlari mengejarnya ketika sudah hampir dapat ee dia terbang duluanya.


Bahasa kampungnya "ampuang" lepas dia, saya pulang dengan tangan kosong. Besoknya saya dapat ide dari salah seorang teman coba pakai jaring katanya, lebih simpel bisa sambil tidur-tiduran, kalau kena bulu dan sayapnya aman tidak rusak.


Dapat banyak bersama Brother Rayhan 

Besoknya saya lansung gass, pasang jaring dilokasi burunv sering lewat, alhamdulillah ini ide briliand saya menang banyak, burung dapat, tidur juga dapat, karena kita tidak terlalu fokus ke lokasi jaring, kena dia akan tergayut-gayut saja di atas jaring.


Sesekali saja dilihat, ditinggal-tinggal juga aman, inilah dulu kisah saya selama covid19 tidak bisa ke mana-mana, suntuk saya cari kesibukan sendiri, sekarang suasananya sudah berubah tidak seperti dulu lagi, sering saya merenung mengenang masa-masa itu.


Ucapan terakhir mangana masa itu "kau bukan yang dulu.

(By : PardiS_Anak Amak)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama