Kapolresta Bukittinggi Rilis Kinerja 2025, Laka Lantas Turun tapi Kriminalitas Naik

Red
0
Pers rilis diikuti.oleh wartawan dari berbagai media (*N)


Bukittinggi, Canangnews – Menjelang tutup tahun 2025, Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, SIK menggelar press release bersama awak media di Mako Polresta Bukittinggi, didampingi Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasatres Narkoba, Kabag OPS, ďan Kasat Humas. Rabu (31/12/2025).


Dalam paparannya, Ruly menyebut jumlah personel Polresta Bukittinggi sebanyak 459 orang yang melayani wilayah Kota Bukittinggi dengan penduduk 141.801 jiwa serta wilayah Timur Kabupaten Agam dengan jumlah penduduk 289.324 jiwa, sehingga total penduduk yang dilayani mencapai 413.125 jiwa.


Sepanjang 2025, Polresta Bukittinggi melaksanakan sejumlah operasi kepolisian, di antaranya Operasi Keselamatan Singgalang, Ops Pekat Singgalang dengan sasaran judi, premanisme dan PSK, Ops Ketupat Singgalang untuk pengamanan mudik Lebaran, hingga Ops Antik Singgalang dan Ops Tumpas Bandar Tri Arga yang menargetkan peredaran narkoba.


Selain itu, terdapat Ops Patuh, Ops Zebra, Ops Jaran, Ops Sikat, Ops Aman Nusa II terkait bencana alam, serta Ops Lilin Singgalang dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026.


Ruly juga menjelaskan peran Bhabinkamtibmas yang berjumlah 78 personel tetap aktif melalui metode door to door system sebanyak 39.000 kegiatan, sambang dan silaturahmi 39.000 kunjungan KK, problem solving sebanyak 357 kasus, serta kegiatan deteksi dini.


Dari sisi lalu lintas, angka kecelakaan pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah kasus turun dari 196 kasus pada 2024 menjadi 193 kasus pada 2025. Korban meninggal dunia juga menurun dari 39 orang menjadi 35 orang, sementara luka berat turun dari 3 orang menjadi 1 orang. Kerugian materiil juga menurun dari Rp 593 juta menjadi Rp 442.750.000.


Namun demikian, angka kriminalitas justru mengalami peningkatan. Tindak pidana umum naik 22,11 persen, dari 294 kasus menjadi 359 kasus. Meski begitu, tingkat penyelesaian perkara juga meningkat 14,99 persen dengan total 239 kasus berhasil diselesaikan.


Kasus penganiayaan berat menjadi tindak pidana yang paling menonjol dengan peningkatan mencapai 85 persen atau sebanyak 76 kasus.


“Dengan segala keterbatasan yang ada, Polresta Bukittinggi tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat sinergi dengan masyarakat,” tutup Ruly.


(KH)



Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top