Ilmu_Alim_Alam_Ulama

Pilot Canang Sumbar
0

Foto bersama siswa/i dalam acara peringatan 1 Muharram 1445H


Sijunjung, canangnews.com_Seseorang yang menguasai satu cabang ilmu disebut Alim, tempat tinggalnya di Alam sedangkan orang yang menguasai banyak cabang ilmu disebut Ulama ia tinggi ketinggian itu sebut 'Ulaa, lebih tinggi lagi A'laa ini untuk Allah.


Secanggih apapun zaman pembelajaran gaya lama tak akan tergantikan, pembelajaran gaya lama itu yang saya tahu diantaranya : Mendengar, melihat, membaca, menghafal, menjelaskan kemudian mempraktekkannya. 


Pelajaran tidak hanya tinggal di buku, kitab, android, note book dan laptop saja. Dulu orang belajar pakai batu hitam (batu pualam) setelah ditulis dihafal kemudian dihapus karena besok akan digunakan lagi untuk menulis dan seterusnya.


Akan tetapi zaman sekarang ia tak perlu dihapus karena bisa disimpan dalam android atau laptop. Simpel lagi bisa dibawa ke mana-mana namun yang tidak kalah penting yang ada dalam kepala, sebab media itu penggunaannya terbatas.


Kenapa kita perlu bawa media? ya untuk hati-hati saja andai ada yang terlupa bisa kita lihat rujukannya, media alat pembantu saja. Itulah mengapa dulu guru-guru kita mengajar bawa buku atau kitab tapi ada juga yang tidak membawanya karena isinya sudah ada dalam kepala.


Ada dulu istilah orang katakan "kupiah saja bisa ngajar" salah seorang guru dulu ngajar di kelas, tiba-tiba ia izin keluar sebentar ditinggalkan pecih/kupiahnya di kelas tapi anak-anak tetap belajar. Dewasa ini sepertinya agak sulit, sudah tersedia semua anak tetap berkeliaran.


Apa yang tak ada di zaman ini, materi apa saja bisa dicari, disave dalam android, laptop, banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan, tinggal lagi kemauan anak apakah dia mau belajar atau tidak. Metodenya pun bajibun belajar dalam kelas atau luar kelas, daring atau luring.


Tapi posisi guru tak akan pernah tergantikan, memang ia seorang guru ya bukan guru-guruan atau gurau-gurauan. Bukan guru yang tak pandai mengajar tapi yang bukan guru ia mengajar pula, inilah yang merusak citra ke-guru-an, meskipun ia punya media bajibun.


Letakan sesuatu pada tempatnya, guru ya ngajar, persoalan ia bisa menguasai ini dan itunya, itu hanya tambahan saja. Seorang guru ia bisa mengajar karena memilki ilmu, karena ia dahulu juga belajar dari gurunya, kalau tak ada ilmu ya apa yang mau diajarkan.

Pardi Syahri (Anak_Amak)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top