Kerinduan Surau Ujung Koto

Pilot Canang Sumbar
0

 

Surau Tuo Ujung Koto Nagari Silantai.


Sijunjung, Canangnews.com_Selepas Ashar langit Manganti mendung awan diarak angin ke Silantai saya pun berangkat menuju silantai karena ada kajian setelah tarwih di surau tuo di ujung koto, kampung terakhir Nagari Silantai.


Bersama seorang teman saya berangkat menuju lokasi, sesampainya di surau tuo ini karena waktu buka puasa masih lama ia mengajak saya keliling kampung untuk melihat keindahan kampung ujung koto ini, moment ini perlu saya abadikan karena ini rihlah perdana saya.


Sawah Nongah tempat anak Silantai bermain layang-layang setelah musim panen.


Sehari sebelum acara salah seorang pengurus surau menghubungi saya lewat teman saya ini, kami ingin mendengarkan siraman rohani katanya. Sejak awal puasa sampai hari ini belum ada yang datang ke surau kami. 


Karena penasaran dengan surau ujuang koto ini saya sanggupi, besok rabu kita berangkat ke sana ucap saya. Surau tuo sangat sederhana ini berada di tengah sawah di depannya ada sungai yang dimanfaatkan jemaah untuk berwuduk karena belum memiliki tempat wuduk.


Sungai jernih inilah tempat jemaah berwuduk setiap hari.


Setelah berwuduk di sungai saya lansung masuk surau, sambil menunggu jemaah saya perhatikan kondisi surau, lotengnya sudah banyak yang bolong, dinding dan pintu yang berada di mihrab imam juga sudah lapuk kayunya dimakan usia.


Karpet dan lantainya juga sudah lusuh dan banyak yang rusak sepertinya surau tuo ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk menyisihkan sedikit hartanya, di halaman surau saya lihat ada tumpukan batu bata tapi belum dipasang karena belum ada dana.


Kondisi loteng surau menunggu uluran tangan para dermawan.


Sederhana, tenang, hening dan nyaman beribadah di sini jauh dari kebisingan yang terdengar hanya suara zikir kodok yang tinggal di sekitar sungai di depan surau. Saya merasakan kedamaian selama berada di sini, namun hanya sebentar saja.


Ceramah dimulai setelah witir itupun juga tidak lama hanya 30 menit kelar, saya lansung meninggalkan surau karena ada tugas yang sudah menanti juri MTQ Tingkat Nagari Silantai di Masjid Nurul Jannah. MTQ ini dikuti oleh murid TPQ/TPSQ dari surau-surau yang ada di Silantai.


Jemaah menunggu waktu waktu sholat Isya.

Surau tuo ujung koto di Nagarai Silantai, kerinduanmu sudah terpenuhi Insyaallah dilain waktu akan banyak orang datang mengunjungimu setelah ini Aamiin. Teruslah suarakan asma Tuhan melalui corongmu lambat laun akan terdengar juga panggilanmu, percayalah.


Inilah cerita kita hari ini, semoga cerita ini jadi kenangan indah dikemudian hari kerinduanmu sudah ku sampaikan.


Ada Kucing ia juga ikut kajian malam ini hehe..

(PardiS_Anak Amak)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top