Anak Manganti Lomba Mengaji

Pilot Canang Sumbar
0

Masjid Taqwa Manganti tempat lomba MTQ.


Sijunjung, Canangnews.com_Jumat 14/3/23 selepas sholat tarwih, Wali Nagari Manganti Bpk Darul Fauzi membuka secara resmi kegiatan MTQ Tingkat Nagari Manganti di Masjid Taqwa.


Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah bakat serta minat generasi manganti "German" begitu ucap Pak Darul Fauzi tadi dalam cerita ramah beliau dengan saya setelah acara pembukaan.


Cerita ramah setelah acara pembukaan MTQ.


Berapa cabang lomba yang akan diadakan tahun ini pak wali? ada 5 cabang lomba diantaranya ; Tilawah anak-anak, remaja, dewasa, lansia, serta lomba azan tingkat anak-anak.


MTQ ini diikuti oleh semua murid TPQ/TPSQ dari surau-surau yang ada di Nagari Manganti, ini berdasarkan laporan dari panitia acara Bpk Azizan Hakim selaku ketua panitia.


Sebelum acara pembukaan kegiatan diawali degan pembacaan kalam illahi yang dibacakan oleh Pardi Syahri, guru Agama SMKN 8 Sijunjung. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan MTQ secara resmi.


Pembacaan Kalam Illahi oleh Pardi Syahri Guru SMKN 8 Sijunjung.


Setelah pembukaan berakhir acara dilanjutkan dengan pengambilan nomor lot peserta yang akan tampil besok malam setelah sholat tarwih. Kemudian dilanjutkan lagi dengan pemberian kenang-kenangan.


Penyerahan kenang-kenangan berupa tikar sholat serta al-qur'an untuk surau-surau yang ada di Nagari Manganti, kenangan itu lansung diterima oleh salah seorang pengurus surau.


Pak Wali menyerahkan karpet/tikar sholat untuk surau-surau yang ada di Nagari Manganti.


Ramadhan tahun ini saya telah keliling ke beberapa Nagari yang ada di sekitar Batang Sumpu ini, diawali dengan Turba Nagari Unggan, MTQ Nagari Sumpur Kudus, MTQ Nagari Silantai terakhir di Manganti.


Alhamdulillah semarak Ramadhan tahun ini bersemi dipelosok Nagari di Bumi Lansek Manih ini. Dari ujung ke ujung (Manganti_Unggan), Saya melihat dan telibat lansung dalam kegiatan ini.


Mulai dari dewan juri, penceramah serta dipercaya untuk menjadi Imam sholat tarwih dan witir. Meskipun disetiap Nagari terdapat sedikit perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan dan amalan sholat tapi itulah yang membuat saya dapat pengalaman berharga.


Jemaah mendengarkan dengan khusuk arahan pak wali.


Benarlah kata orang bijak "jauah bajalan banyak nan tasuo, lamo hiduik banyak nan diraso." jangan seperti katak di bawah tempurung, merasa diri paling besar tapi saat tempurungnya tersepak kerbau barulah ia sadar ternyata saya belum ada apa-apanya.


Demikianlah cerita kita hari ini, saya rangkum dari beberapa kegiatan keagamaan untuk menyemarakkan Ramadhan di pelosok Nagari di Bumi Lansek Manih ini.

(PardiS_Anak Amak)


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top