Pinang, Disalo-salo Hujan

0

 

      Pinang,setelah rintik hujan mereda


Sijunjung, CanangNews.com - Senin, sejak pagi langit Sungai Tambang sudah tampak gelap, tanda hujan akan datang menyapa bumi dan segala isinya. Saya pun segera bersiap-siap, berkemas mengambil peralatan berangkat menuju sekolah.


Gelap serta dinginnya pagi itu terasa menusuk tulang, walaupun sudah ku kenakan jaket tebal dan baju berlapis di dalamnya. Tidak berapa lama sekitar 15 menit saja saya meninggalkan rumah rintik-rintik hujan mulai turun.


Dalam hati "berhenti atau lanjut" kalau berhenti hujan begini biasanya akan lama redanya, perjalanan masih jauh, bisa terlambat saya dibuatnya, terus sajalah ucap saya. Rintik yang tadinya kecil sudah mulai bertambah Hmmmm....basah juga saya jadinya.

Pemandangan alam Sijunjung dalam perjalanan


Sebenarnya mantel selalu standby di dalam jok motor, tapi belum saya gunakan karena malas mengenakan mantel asoy itu. Teringatlah saya ucapan orang tua tempo dulu "lalu disalo-salo hujan indak basah" saya ingin membuktikan itu untuk yang kedua kalinya.


Kali pertama dulu waktu saya berangkat menuju kampung Langgai dari Surantih, untuk khatib Idul Adha setahun yang lalu. Kondisi yang sama hari ini juga saya rasakan, bedanya dulu saya berangkat bersama teman sekarang sendirian.


Ada bisikan lembut ditelinga saya "gas saja pak guru, katanya", ucapan itu membuat saya lebih semangat, saya bacalah ayat-ayat dan doa-doa yang saya dapat. Alhamdulillah rintik tadi sudah mulai menghilang dan pergi entah ke mana.


Subhanallah, luar biasa pertolongan-Nya andai tidak, basah kuyuik saya dibuatnya. Sebenarnya yang hebat bukan saya, bukan juga ayat atau pun doa-doa yang saya baca, yang hebat itu adalah Dia, ya Dia, Allah. Karena sebanyak apapun ayat dan doa kalau tak izinNya tak mangkus juga.


Saya berharap setelah membaca ini tidak ramai pula rumah saya dibuatnya, karena saya tak ada apa-apanya, saya hanya manusia biasa banyak salah, saya akui itu. Tapi saya selalu yakin pertolonganNya akan selalu datang untuk hamba-Nya.


Itu telah disampaikan-Nya melalui lisan Nabi-Nya, ketika seorang hamba berdo'a mengangkat kedua tagannya, Dia malu ketika hamba-Nya menurunkan tanganya dalam keadaan hampa. Itulah ucapan motivasi yang sangat berharga dan tinggi nilainya bagi saya.


Tuhan Maha penyayang, sayangNya itulah yang sama-sama kita cari. Terakhir....Pertolongan-Nya akan selalu datang pada saat yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlambat. 


Tuhan tak pernah menyalahi janji-Nya. Kitalah, termasuk saya yang kadang tak menepati janji. Kurang elok juga dikatan "ingkar janji" hehe.(TJP/PardiS)


Lokasi : Pinang_Sijunjung.

Writer : Pardi Syahri, S.Pd., a freelance reporter of CanangNewscom Sijunjung

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top