Madrasatul 'Ulum Lubuk Pandan, Harumnya Melintasi Gunung

0
.          Catatan Zakirman Tanjung

Pengantar
BEBERAPA hari lalu, Ahmad Damanhuri (AD) Tuanku Mudo SH menghubungi saya via telepon. Wartawan yang berangkat dari pondok pesantren (ponpes) ini meminta saya menulis tentang almamaternya, Ponpes Madrasatul 'Ulum (PPMU) yang berlokasi di Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. 

Tanpa bermaksud menolak, saya menyatakan tidak memiliki referensi tentang ponpes ini. Namun,  AD terus mendorong dengan mengingatkan bahwa Lubuk Pandan merupakan kampung halaman tempat saya lahir dan berdomisili selama ±31 tahun, bahkan pernah menjabat sebagai kepala desa pada usia 21 tahun. Selain itu, rumah orangtua saya bersebelahan dengan rumah Buya Iskandar Tuanku Mudo (TM) yang pernah memimpin PPMU. 

Tak kuasa mengelak, saya meminta AD mengirimkan link-link tulisannya tentang PPMU. Saya pun bergerilya di google dengan mengetik Madrasatul 'Ulum di kolom pencarian. Ternyata sangat banyak link tentang PPMU Lubuk Pandan tersaji di layar android.

Terakhir, saya menghubungi Mulyadi Iskandar, putra sulung Iskandar TM yang berkarier di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Komunikasi pun 'nyambung'.

PPMU Harumnya Melintasi Gunung
Walau berlokasi tak jauh dari rumah orangtua saya dan nyaris bersebelahan dengan Masjid Raya Lubuk Pandan tempat saya menunaikan Shalat Jumat, saya nyaris tidak begitu mengenal PPMU. Padahal, waktu SMP, saya sering melalui pesantren ini yang ketika itu bernama Surau Pulau Sawah. 

Namun, setelah membaca tulisan-tulisan AD dan meng-klik sejumlah link PPMU via google, saya merasa sangat takjub dengan keberadaan ponpes ini. PPMU ternyata memiliki santri dari berbagai daerah di Sumatra Barat, Riau dan Jambi. 

Dalam hal ini keharuman nama dan keberadaan PPMU seakan mampu melintasi gunung. Sebab, di nagari tempat PPMU berada, pesantren ini terkesan kurang diminati. Bahkan, nyaris tak ada putra-putri Nagari Lubuk Pandan yang nyantri atau mengaji di ponpes ini. 

Ponpes Madrasatul 'Ulum yang dikenal masyarakat Nagari Lubuk Pandan sebagai Surau Pulau Sawah sudah lama sebagai lembaga pendidikan para santri dan sudah menghasilkan banyak 'ulama dengan gelar/sapaan tuanku. Di antara guru yang mengabdi sejak usia muda dan pernah memimpin PPMU adalah Buya Iskandar TM (1929 - 1994). 

Selain mengajar di PPMU, Buya Iskandar TM bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pada Departemen (kini Kementerian) Agama Republik Indonesia dan pensiun tahun 1985. Beliau merupakan masyarakat asli Lubuk Pandan dengan suku Guci. 

Setelah pensiun, beliau lebih fokus mengajar di PPMU hingga kemudian terpilih jadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman pada pemilihan umum (pemilu) tahun 1992.
 (*)
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top