Ir Mulyadi Iskandar MM MSc: Bekerja Profesional, Hindari Popularitas

0

POPULARITAS seperti sudah merupakan kebutuhan, bahkan gaya hidup banyak orang. Terlebih di era media sosial sejak sepuluh terakhir, nyaris tak ada aktivitas seseorang yang tidak terpublikasi. 

Namun, tidak demikian dengan Ir Mulyadi Iskandar MM MSc - mantan General Manager (GM) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II yang kini menjabat Direktur di Badan Pengusahaan (BP) Batam - menyatakan memilih bekerja secara profesional dan menghindari popularitas diri. Tentu saja dia punya alasan dengan pilihan itu.

Bertemu dan berbincang dengan Da Mul (begitu saya/penulis menyapanya) di suatu kafe Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Ahad 8 Januari 2023, banyak hikmah yang penulis petik terkait sikap low profil lelaki ini, terlepas dari keberatannya untuk dipublikasikan.

"Tidak usah Dinda tulis dan publikasikan. Uda lebih suka seperti ini sejak dulu. Bekerja saja secara profesional," pinta Mulyadi.

Mulyadi Iskandar merupakan Direktur Evaluasi dan Pengendalian BP Batam sejak Jumat 27 Agustus 2021. 

Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam adalah lembaga/instansi pemerintah pusat yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2007.

Banyak catatan penting penulis tentang pria kelahiran 7 Juli 1963 ini karena sudah mengenalnya sejak akhir tahun 1970-an, tentang perjuangannya sejak sekolah di SMA 1 Padang, mulai kuliah di Universitas Indonesia (UI) 1982 hingga bergabung dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tahun 1990. 

Bekerja secara profesional, karier Mulyadi terus melejit. Puncaknya, ia dipercaya pimpinan sebagai GM Pelindo II Pelabuhan Teluk Bayur (2014), Pelabuhan Panjang (2017) dan Pelabuhan Tanjung Priok (2018). Beberapa hari menjelang pensiun TMT 1 Agustus 2019, Mulyadi dipercaya sebagai direktur suatu BUMN di Jakarta atas permintaan Rapat Umum.Pemegang Saham (RUPS). 

"Tahun 2021 saya sebenarnya sudah berketetapan hati untuk pensiun, tetapi seorang teman meminta saya bergabung dengan BP Batam melalui fit and propertest,' ujarnya.

Ketika ditanya, Mulyadi mengakui sering diajak untuk masuk dan berkarier di ranah birokrasi, menjadi pejabat struktural di Kementerian BUMN. "Ajakan demi ajakan itu selalu saya tolak karena tidak meminati " katanya lagi. 

Mulyadi berkisah, ayahnya - Buya Iskandar Tuanku Mudo - merupakan aktivis politik meskipun berkarier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Agama. "Saya merasakan pahit-getir jadi anak aktivis politik," ulas Mulyadi. 

Tulisan terkait

Melewati usia 60 tahun, Mulyadi menyatakan tekadnya pensiun dari BP Batam dan berencana akan fokus di Pondok Pesantren Moderen (PPM) Subulus Salam Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, yang sudah ia kelola bersama istri, Hajjah Elidawati, sejak tahun 2014. 

*Alhamdulillah..., sejak beberapa tahun terakhir PPM Subulus Salam menunjukkan perkembangan menakjubkan dengan beragam prestasi," katanya menjelang check in untuk terbang menuju Hang Nadim International Airport. (Zakirman Tanjung

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top