Dana Sosial Nagari (DSN)

Catatan Zakirman Tanjung

Assalamu'alaikum
Ketika berkunjung ke Kantor Walinagari Lubuk Pandan, Rabu 12 Okt 2022, saya sempat mengemukakan pemikiran kepada Walinagari ⁨Yudhi Ferianto⁩ dan Sekretaris Nagari ⁨Zulkhi Edri⁩ tentang betapa perlu Dana Sosial Nagari (DSN). Dana ini dikelola tersendiri oleh walinagari c/q Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra), tetapi tidak masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Nagari. Dengan demikian, pertanggungjawabannya cukup kepada masyarakat, tidak kepada pemerintah yang lebih atas. 

DSN dimaksudkan sebagai sebagai stok dana segar yang dapat digunakan walinagari untuk membantu masyarakat seperti biaya pengobatan, pendidikan atau warga yang terkena musibah.

DSN bersumber atau dapat dihimpun walinagari dari masyarakat dan perantau dalam bentuk sumbangan tidak mengikat, dengan kata lain bukan berupa iyuran. Untuk keperluan ini, walinagari dapat membuka rekening bank atas nama DSN. Selanjutnya, walinagari menyosialisasikan program DSN ini kepada masyarakat dan perantau. 

Di sisi lain, walinagari bersama perangkat terkait dapat melakukan pendataan masyarakat yang membutuhkan bantuan khusus. Jika mengetahui atau mendapat informasi ada warga berekonomi lemah menderita sakit, terancam putus sekolah atau tertimpa musibah, dapat memberikan bantuan dengan DSN.

Jika DSN belum terhimpun, walinagari bersama perangkat terkait dapat menggalang dana khusus, misalnya melalui Grup Whatsapp Nagari, dengan menampilkan profil warga yang hendak dibantu berupa data lengkap plus tayangan video. 

Pemikiran di atas saya kemukakan mengingat banyak kemungkinan warga berekonomi lemah yang sewaktu-waktu menderita sakit, terancam putus sekolah atau tertimpa musibah, sedangkan pada APB Nagari tidak tersedia alokasi khusus untuk membantu secara cepat. Di sisi lain, cukup banyak masyarakat dan perantau yang memiliki kemampuan berbagi rizki kepada sesama; hal ini perlu dikelola oleh walinagari secara baik serta dengan pertanggungjawaban yang jelas dan transparan.

Bukti masih banyak masyarakat, terutama perantau, yang memiliki kemampuan dan kemauan berbagi rizki terlihat pada momen-momen tertentu seperti kegiatan Maulud Nabi Muhammad ﷺ pada bulan Rabi'ul Awal. (***)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama