Kios di Pasar Rakyat Punggasan Tidak Kunjung Digunakan, Camat Tuding Wali Nagari Sebagai Biang Kerok

MINANGKABAUTV
0

 

Foto : Pasar Rakyat Punggasan. (canangnews/Didi Someldi Putra)


Painan - Camat Linggo Sari Baganti, Busrasol Djalisman menuding bahwa Wali Nagari Punggasan, Gustiardi merupakan biang kerok tidak ditempatinya kios-kios di Pasar Rakyat Punggasan, padahal semestinya telah bisa digunakan di 2021.


"Wali nagari terlalu mengintervensi terkait siapa yang berhak menempati kios di Pasar Rakyat Punggasan, akibatnya sampai saat ini kios di pasar tersebut tidak kunjung digunakan," kata Busrasol di Linggo Sari Baganti, Rabu (29/6).


Hal tersebut kata dia bahkan telah berlangsung sejak dirinya masih menjabat sebagai kepala seksi di kantor camat setempat.


Sampai akhirnya suatu ketika terjadi kesalahpahaman antara pihak pemerintah dan para pedagang dalam menentukan siapa yang berhak menempati kios yang ada.


"Saking kesalnya masyarakat mengeluarkan kata-kata umpatan, jelas kata-kata tersebut sangat tidak pantas ditujukan ke penyelenggara negara, karena suasana yang tidak kondusif maka akhirnya kios di Pasar Rakyat Punggasan tidak kunjung ditempati bahkan sampai saat ini," ujarnya.


Sementara itu, Wali Nagari Punggasan, Gustiardi, menyebut pihak kecamatan merupakan pihak yang berkompeten melakukan seleksi administrasi dan verifikasi terhadap pemohon yang berkeinginan menempati kios.


"Berkas permohonan sudah kami serahkan ke kecamatan, dan pihak kecamatan telah juga menetapkan siapa-siapa yang berhak menempati kios melalui surat resmi lengkap dengan kop surat, namun tidak ada keterangan tanggal hingga siapa yang menerbitkannya," kata dia.


Terkait surat yang tidak memiliki tanggal hingga siapa yang menerbitkannya itu, ia pun menduga bahwa cara tersebut merupakan upaya dari kecamatan untuk lepas tangan jika sewaktu-waktu kembali terjadi permasalahan. (Dd)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top