Dagadu Kehidupan Adigang Adigung Adiguna Adiluhur Alam Maya Pada Paradigma Waktu


Oleh  : Rolijan




Bismilahhirohmanirohim Kalau di masa lalu kita belajar Waktu, adalah Uang.


Mulai saat ini kita belajar

Waktu, adalah Napas.


Waktu adΓ lah Ibadah.


Waktu adalah Nafas yang setelah terlewat tidak akan bisa kembali.


Waktu adalah ibadah karena setiap detik harus bernilai ibadah Apa pun aktivitasnya.


Manusia Sesungguhnya hanya pengendara di atas punggung usianya.


Digulung hari demi hari, bulan & tahun tanpa terasa.


Nafas kita terus berjalan seiring jalan nya Waktu, Setia menuntun kita ke pintu kematian..


Sesungguh nya Dunia lah yang makin kita Jauhi & Liang Kubur lah yang makin kita Dekati.


Satu hari berlalu, berarti Satu hari pula berkurang usia kita.


Umur kita yg tersisa di hari ini sungguh tak ternilai harga nya.


Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.


Karena itu, "Jangan biar kan Hari ini berlalu tanpa Kebaikan yang bisa kita Kita Lakukan.


Jangan tertipu dengan Usia Muda, karna Sarat Untuk Mati tidak lah harus Tua.


Jangn terperdaya dgn badan Sehat, karna Syarat kematian tidak pula harus Sakit.


Ber buat baik lah.


Ber kata baik lah.


Walau tak banyak Orang yg mengenali kebaikan kita.


tapi Kebaika yg kita lakukan adalah Kebahagian dimana Perbuatan Baik kita Akan terus dikenang oleh Mereka yang kelak kita tinggalkan.


Jadilah Seperti Akar yang Tidak Terlihat tapi tetap Menyokong Kehidupan.


Jadilah Seperti Jantung yg Tidak Terlihat.


Tapi Terus Berdenyut setiap saat Tampa Henti.


Hingga membuat kita Terus Hidup Sampai Batas Waktu untuk Berhenti.


Teruslah berkumpul dengan orang orang baik.


Berkumpul Dengan orang berilmu, Sholeh.


Berkumpul lah dengan orang Sholeha 


Dan Saling berbagi dgn yg miskin dan Serta saling Nasihat menasehati dalam kebaikan.


Teruslah tersenyum dengan wajah dan perbuatan Humanismu.


Berikan Senyuman terbaik buat Keluarga batiik mu.


Kepada Kakek Nenekmu, Ayah Bundamu, kepada, Uwak Om Tantemu, Kepada Abang mu, Kakak Adikmu, kepada Anak istrimu, kepada Mertua mu, ipar mu, juga keluarga, iparmu.


Kepada para Gurumu, kepada tetangga mu, kepada para Sahabat mu serta kepada semua orang, dan juga orang orang terkasih yang hadir Dalam hidupmu.


Teruslah Menjadi Duta Kebaikan.


Teruslah Bersedekah Karena akan menjadi tolak bala dan kadar baikmu menuju surga.


Jangan menyimpan api Dendam.


belajar lah dari setiap kesalahan dan beri kan maaf meski disakiti.


Berikan doa doa yg baik utk orang orang yang menyakitimu.


Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin, setiap langkah membawa kedamaian dan keberkahan.


Aamiin Aamiin yarobal Alalmin.


Barokalloh Humingkum Waminal Humingkum Takobal Yakarim.


Rolijan πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Asalamu alaikum waroh Matullah Hiwabah Rokatuh.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama