Peringati Hari Jadi Kota Bukittinggi Ke-237, Wali Kota : Momentum Ini Juga Untuk Mengenang Para Pejuang Sejarah Kota Bukittinggi

Wali Kota Erman Safar bersama anggota DPRD Bukittinggi

 


Pariwara


Bukittinggi, -Dalam memperingati Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-237 tahun 2021 DPRD Kota Bukittinggi gelar Sidang Paripurna dengan tetap menjalakan protokol kesehatan.bertempat di Balai sidang Hatta, Novotel Bukittinggi.,Rabu 22 Desember 2021.


Dihadiri oleh Walikota Bukittinggi ,Erman Safar,Wawako Bukittinggi Marfendi,Ketua DPRD Bukittinggi,Wakil Ketua DPRD beserta anggota,Sekda, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya. Turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat yg diwakili oleh  Mhd.Yani, Staff ahli Gubernur Sumbar bidang kemasyarakatan pembangunan.


Dalam sambutannya Wali kota Bukittinggi menyampaikan atas nama pemerintah dan masyarakat  kota Bukittinggi,perjalanan kota yang telah mencapai 237 tahun sekarang ini,tentunya tidak terlepas dari perjuangan dan pengabdian dari para pendahulu,baik yang berjuang dimasa penjajah maupun setelah kemerdekaan RI.


"Marilah kita memberikan penghargaan dan penghormatan yang tulus serta mengirimkan doa untuk para pejuang,para pemimpin tokoh tokoh yang pernah menjabat dan berjuang membangun kota yang kita cintai ini,"ujarnya.


Ketua DPRD Beny Yusrial membuka Sidang Paripurna


Dikatakannya peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-237 tahun 2021 ini,dirasakan suasana yang masih sama dengan tahun sebelumnya,disebabkan pandemi Covid-19 yang belum berakhir,khususnya di Bukittinggi dan Indonesia secara umum.


Menurut Wako ,aktifitas ekonomi berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020,dimana angka ekonomi kota tumbuh diangka 1,76 persen.Sementara pada tahun 2019 sebelum.pandemi laju pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 5,88 persen,artinya terjadi penurunan sebesar 7,31 persen diakhir 2020.


Lebih lanjut disampaikannya selaku Wali kota Bukittinggi 2021-2024,bersama DPRD dan dukungan dari pemangku kepentingan,telah menyelesaikan penyusunan Rencanana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026,dimana visi pembangunan kota Bukittinggi "Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah".


Pemerintah daerah ungkapnya juga memberikan bantuan serta dukungan dari BASNAZ kota kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,khususnya bagi yang berpenghasilan rendah serta banyak program program pembangunan baik fisik maupun non fisik yangterpaksa dihentikan atau ditunda pelaksanaannya karena dilakukannya pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021.


Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar saat memberi sambutan



"Walaupun masih banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan yang mungkin belum bisa memuaskan semua pihak.Dan itu semuanya adalah tanggung jawab kami selaku manusia buat yang diandalkan sebagai pimpinan yang tidak lepas dari salah dan khilaf,"tuturnya.


Sementara itu Ketua DPRD Kota Bukittinggi Beny Yusrial dalam pembukaan rapat paripurna mengungkapkan,pilihan para ninik mamak untuk membentuk suatu komunitas pada sebuah dataran tinggi,disebuah tanah diluhak Agam dan kemudian mendirikan nagari Kurai,adalah awal dari keberadaan  sebuah kota yang kita kenal dengan nama "Bukittinggi".


"Dimana kota ini dulu pernah dijadikan ibu kota kedua Republik Indonesia setelah Yogyakarta (PDRI),Ibu kota Provinsi Sumatera,kemudian ibu kota Sumatera Tengah dan Ibu kota Kabubaten Agam,"jelas dia.


Disebutkannya momen peringatan Hari Jadi Kota perlu dimaknai dengan melakukan koreksi,introspeksi dan evaluasi,mengambil hikmah dari setiap kejadian melalui evaluasi dan ikhtiar serta usaha yang telah dilakukan.


Wako, Wawako, Ketua DPRD dan unsur Forkopimda Bukittinggi menuju Balai Sidang Hatta


Tercatat berbagai prestasi dan penghargaan cukup banyak diraih oleh pemerintah daerah Bukittinggi dalam satu tahun,baik untuk tingkat Provinsi maupun nasional,diantaranya.


Penghargaan  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020 selama 5 tahun berturut,yakni sejak 2016 sampai 20201.


Berikut dibidang pariwisata,Juara 2 tingkat provinsi penerapan CHSI  pada kawasan dan tujuam wisata unggulan.Menerima penghargaan dalam bentuk keberhasilan dari kepala daerah yang merumuskan,menerapkam kebijakan pembangunan berkelanjutan.


Kemudian dalam bidang perpustakaan dan kearsipan daerah,dalam bidang pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.



"Kita tentu berharap adanya inovasi baru yang perlu dikembangkan pada tahun tahun mendatang,sehingga apa yang diteraokan bersama dalam mewujudkan masyarakar Bukittinggi yang lebih baik,sejahtera,damau dan agamis,"pungkasnya.


Pada kesempatan itu tokoh masyarakat Bukittinggi, Gusrizal Dt Salubuak Basa mengutarakan, saat ini pemerintah menghadapi masa sulit,terutama dalam pengelolaan keuangan daerah, dimana terjadinya pe nurunan pendapatan daerah, baik yang bersumber dari dana transfer maupun PAD.


"Saya percaya keterbatasan tidak menjadi halangan bagi kepala daerah untuk membangun kota ini,jadikan kekurangan sebagai kekuatan,"ujarnya.


Selain itu katanya,disinilah seorang pemimpin itu diuji kemampuannya agar dapat "Saayun Salangkah" bersama masyarakat membangun kota.


Turut hadir dalam acara itu, Kapolres Bukittinggi,mantan Wali kota Bukittinggi 1999-2009 Djufri, Ketua TP PKK Ny.Fiona Erman Safar,Ketua GOW Eva Marfendi ,Ninik mamak dan Bundo Kanduang.


(NAS)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama