Ponpes Subulussalam Tuan Rumah Hari Santri 2021


Lubuk Pandan, CanangNews - Pondok Pesantren (Ponpes) Subulussalam yang berlokasi di Nagari Lubuk Pandan menjadi tuan rumah Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Padang Pariaman tahun ini, Jumat 22 Oktober 2021. Kegiatan dengan mengusung tema "Santri Siaga Jiwa dan Raga" akan dipimpin oleh Bupati Suhatri Bur. 



Informasi itu dikemukakan oleh Ketua pembangunan dan sekaligus sebagai ketua  Steering commite Drs. Rusdi yang diidampingi Pimpinan Ponpes Subulussalam Heri Yudiansyah SAg MAg kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/10/2021). Ikut hadir pada kesempatan itu antara lain Ketua Harian Yayasan Subulussalam, Zainal, Noverdi AMD sebagai General Affair dan Betha Rianto SAg MAg, kepala Mts sekaligus ketua panitia pelaksana acara ini.


Heri Yudiansyah menambahkan, upacara peringatan Hari Santri ke-6 akan diikuti jajaran Kementerian Agama dan utusan 36 ponpes se-Kabupaten Padang Pariaman dengan perkiraan peserta mencapai 600 orang. 



"Insyaa Allah, kami siap menjadi pelaksana dan tuan rumah kegiatan peringatan Hari Santri yang baik dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar dia. 


Tema Hari Santri tersebut - sebagaimana dikutip dari detiknews - dipilih agar sikap santri Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia.




“Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah pdalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama,” ucap Menteri Agama Yaqut Cholil.


Sejarah Singkat Hari Santri

Dikutip dari dki.kemenag.go.id, Hari Santri Nasional ditetapkan oleh pemerintah pertama kali melalui Keppres No.22/ 2015.



Keputusan penetapan Hari Santri ini merujuk pada resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 di Surabaya.


Resolusi jihad dilakukan untuk mencegah kembalinya tentara kolonial belanda yang mengatasnamakan NICA.


Hari Santri ini tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu, tetapi merujuk mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaha illa Allah. (*/ZT)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama