Jadi Inspektur Upacara Peringatan Perang Kamang Ke-113, Gubernur Sumbar Cerita Singkat Perjuangan Pahlawan


 Agam, -Pemerintah Kabupaten Agam, menggelar Upacara Peringatan Perang Kamang ke-113, tahun 2021, di aula Kantor Camat Kamang Magek, Selasa (15/6).

Dalam upacara tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menjadi inspektur upacara, dihadiri Staf Ahli Bupati Agam Bidang Pembangunan Perekonomian dan Keuangan, Isman Imran, Kepala BKPSDM Agam, Budi Perwira Negara, Kepala Badan Kesbangpol Agam, Yunilson, Kadis Sosial Agam, Rahmi Artati, Forkopimda, Niniak Mamak, dan unsur lainnya.

Upacara peringatan Perang Kamang, dilaksanakan secara virtual, mengangkat tema, “dengan semangat Perang Kamang kita tingkatkan persatuan dan kesatuan menuju masyarakat adil dan sejahtera” .

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menceritakan secara singkat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan Perang Kamang adalah suatu peristiwa heroik dan patriotik yang telah dicatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah RI.

“Perang Kamang merupakan perlawanan rakyat Sumatera Barat sebagai bentuk penentangan terhadap penerapan pajak (belasting) kepada masyarakat oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda,” ujarnya.

Dikatakan, dari peristiwa tersebut, telah mengorbankan gugurnya pejuang-pejuang rakyat sebagai patriot bangsa yang akan selalu dikenang sepanjang masa.

“Perang Kamang sejatinya adalah suatu perjuangan yang tumbuh dan dijiwai oleh semangat dan cita-cita yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan RI,” jelasnya.

Kepada masyarakat, Mahyeldi mengajak agar peringatan Perang Kamang dijadikan sebagai titik balik untuk mengukur sejauhmana kita memaknai nilai-nilai dan semangat pejuang, serta dijadikan modal dan motivasi untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu di tempat terpisah, Bupati Agam, Dr. Andri Warman menjelaskan, Perang Kamang tersebut, diawali dari gerakan masyarakat dan para petani dalam memprotes pemerintahan Hindia Belanda atas pajak tanah termasuk pajak atas hewan ternak yang dibebankan kepada mereka.

“Meskipun saat ini masa telah berganti, kita tidak boleh melupakan sejarah Perang Kamang dan perjuangan serta semangat dari pejuang yang terdahulu. Oleh sebab itu, mari kita pelihara dan wariskan dari generasi ke generasi, dengan memperingati Perang Kamang setiap tahunnya,” ujarnya.

Bupati Agam berpesan, agar peringatan Perang Kamang dijadikan sebagai motivasi dan semangat bagi pemuda dan generasi penerus untuk memelihara dan melestarikan, serta mewujudkannya dalam bentuk melaksanakan tanggungjawab dan mendukung semua program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Agam kedepan. (AY)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama