Sebanyak 11 Poklahsar Agam Diusulkan Terima Bantuan Pemerintah


 

Agam, -Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam mengusulkan 11 Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Hasil Perikanan sebagai calon penerima bantuan dari pemerintah. Permohonan bantuan itu berupa sarana Sistem Rantai Dingin (Chest Freezer) dan sarana peningkatan mutu olahan.

Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Daya Saing DPKP Agam, Hartini menuturkan Poklahsar yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan pemerintah tersebut merupakan kelompok binaan DPKP Agam. Kelompok yang mengajukan permohonan merupakan kelompok aktif dan melakukan produksi olahan hasil perikanan.

“Usia kelompok minimal 2 tahun, dan kelompok tersebut benar-benar sangat membutuhkan sarana Chest Freezer dan alat pengolahan ikan untuk meningkatkan mutu produk dan bahan baku olahan,” terangnya, Jumat (5/3).

Lebih lanjut disebutkan, dari hasil verifikasi dan audit yang dilakukan pada Kamis (4/3) kemarin, 11 Poklahsar yang diajukan sudah memenuhi syarat administrasi dan pengecekan lapangan. Pihaknya berharap seluruh Poklahsar yang diajukan mendapatkan apa yang dibutuhkan.

“Semua syarat sudah terpenuhi, kita tinggal menunggu keputusan dari kementerian, semoga semua dapat,” ucapnya.

11 Poklahsar calon penerima bantuan pemerintah itu tersebar di tiga kecamatan, meliputi Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Lubuk dan Kecamatan Tiku. 11 Poklahsar tersebut diusulkan sebagai penerima Chest Freezer dan sarana pengolahan peningkatan mutu.

Hartini merinci Poklahsar tersebut antara lain, Karya Bersama di Kecamatan Tiku bergerak di bidang pengolahan ikan beku alat yang dibutuhkan Chest Freezer. Badunsak di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan peyek, rinuak kering, dan bada, alat yang dibutuhkan Chest Freezer.

Batu Alia Saiyo di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan rendang rinuak, rendang ikan, dan dendeng ikan, alat yang dibutuhkan sarana pengolahan peningkatan mutu. Pulau Harapan di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang nuget, samosa, stik rinuak, dan rinuak badarai, alat yang dibutuhkan sarana pengolahan peningkatan mutu.

Mekar Sari di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan peyek rinuak, alat yang dibutuhkan mesin pengolahan keripik ikan. Pandan Sejahtera di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan rinuak crispy, serundeng rinuak, dan stik rinuak, alat yang dibutuhkan pengolah keripik ikan.

Ketaping Saiyo di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan goreng bada, peyek rinuak, dan dendeng rinuak, alat yang dibutuhkan pengolah keripik ikan. Telaga Berkah di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan dendeng ikan dan bada goreng, alat yang dibutuhkan pengolahan keripik ikan.

Ikan Seribu di Kecamatan Tanjung Raya bergerak di bidang pengolahan rendang rinuak, dendeng rinuak, peyek dan rinuak crispy, alat yang dibutuhkan sarana peningkatan mutu. Bundaran Mekar di Kecamatan Lubuk Basung bergerak di bidang pengolahan bakso ikan, bakmi, martabak shanghai ikan, alat yang dibutuhkan pengolahan bakso ikan.

“Kemudian Aska di Kecamatan Lubuk Basung yang bergerak mengolah rinuak goreng dan lele asap, alat yang dibutuhkan pengolah lele asap,” sebutnya merinci.

Sementara itu, Penyuluh Perikanan DPKP Agam untuk Kecamatan Lubuk Basung, Hilda Darwin berharap Poklahsar yang dibinanya mendapat nilai terbaik dari tim audit. Dirinya juga berharap, usulan calon penerima tersebut dikabulkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam waktu dekat.

“Semoga proposal bantuan sarana pengolahan ikan yang diajukan dapat dikabulkan sesuai paket yang dibutuhkan, sehingga dapat menunjang kegiatan usaha kelompok agar lebih maju dan lebih produktif,” ujarnya. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama