Narasumber di Aceh, Muhammad Fadhly: Layanan Online Dukcapil Menumbuhkan Budaya Kerja Baru


Banda Aceh, CanangNews - Pasca meraih kembali penghargaan kategori pelayanan prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman Muhammad Fadhly memenuhi undangan Pemerintah Provinsi Aceh untuk berbagi pengalaman dan inovasi kepada pelatihan kepads pejabat administrator dan petugas pelayanan di Disdukcapil Kabupaten/ Kota se-Provinsi Aceh, Senin, (22/3/2021).

 

Pemprov Aceh melalui Dinas Registrasi Kependudukan mengundang Muhammad Fadhly pada pelatihan yang ditujukan untuk mengubah wajah pelayanan administrasi kependudukan setempat.

 

Pelatihan bagi para petugas pelayanan dukcapil 18 kabupaten dan 5 kota se-Provinsi Aceh yang diikuti oleh 80 orang peserta ini memegang peranan penting dalam meningkatkan layanan publik di daerah ini. Ketika membuka pelatihan, Kepala Dinas Registrasi Kependudukan Aceh Teuku Syarbaini menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas pelayanan yang mengelola front office. Selain itu, juga bertujuan untuk membuka cakrawala akan pentingnya berinovasi dalam mengelola layanan publik, khususnya layanan adminduk.

 

“Oleh karena itu, kita mengundang Muhammad Fadhly sebagai narasumber dari praktisi yang telah berhasil mengelola pelayanan publik adminduk dan meraih prestasi’ berupa penghargaan kategori pelayanan prima tingkat nasional, ujar Teuku Syarbaini.

 

Kegiatan yang berlangsung di Ball Room Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh ini membuat antusias peserta pelatihan. Pasalnya, materi yang disampaikan oleh narasumber sangat bersentuhan langsung dengan permasalahan yang dihadapi oleh Disdukcapil kabupaten / kota se-Provinsi Aceh. Satu di antara peserta Nurhayati memberikan apresiasi atas topik yang dibahas.

 


“Saya telah sering mengikuti pelatihan, tetapi pelatihan seperti ini yang melibatkan praktisi yang telah banyak melakukan inovasi benar-benar membuka cakrawala berpikir kita. Insyaa Allah, kita akan terapkan,” ulas Nurhayati.

 

Di lain pihak, seorang peserta dari Aceh Barat Indra Saputra menyatakan harapan agar materi pelatihan dari Kepala Disdukcapil Padang Pariaman juga diberikan kepada kepala-kepala Disdukcapil di Provinsi Aceh. “Pimpinan selaku yang punya kewenangan besar harus mendapatkan informasi ini. Sebab, semua perubahan sangat ditentukan keberhasilannya oleh komitmen dari pimpinan tertinggi,” kata Indra Saputra.

 

Pada kesempatan itu, panitia pelaksana pelatihan memberikan kesempatan kepada Kepala Disdukcapil Padang Pariaman Muhammad Fadhly untuk berbagi ilmu mengenai manajemen front office (pelayanan terdepan – ed) dan inovasi-inovasi yang dilakukan untuk membangun budaya kerja baru dalam pelayanan adminduk.

 


“Budaya kerja baru yang profesional telah muncul di Disdukcapil Padang Pariaman sejak lima tahun terakhir, khususnya semenjak Maret 2020 seiring pandemi corona virus diswase 2019 (covid-19), karena layanan harus diberikan secara online. Manajemen front office pun mengalami perubahan yang signifikan. Layanan tatap muka hanya 15 persen saja, work from home (bekerja dari rumah - ed) telah diterapkan dan berhasil meningkatkan kinerja 300 persen dari biasanya,” papar Muhammad Fadhly.

 

Budaya kerja baru yang dimaksud Muhammad Fadhly di antaranya long distances employer (bekerja di luar pengawasan pimpinan – ed) yang terjadi karena work from home, pengaturan rincian pekerjaan front office seperti pada private sector dan cara pelayanan yang kekinian agar sesuai dengan perkembangan di era digital 4.0.

 

Materi-materi pelatihan yang diberikan Muhammad Fadhly juga mencakup tentang pengelolaan layanan pengaduan pada front office, termasuk manajemen pembagian tugas pada semua sektor yang menangani front-office, mulai dari petugas kebersihan sampai kepada manajemen kesekretariatan.

 

Para peserta pelatihan antusias bertanya karena memang banyak kebaruan yang telah dilakukan Disdukcapil Padang Pariaman. Pada kesempatan itu, Kepala Disdukcapil Padang Pariaman Muhammad Fadhly menjelaskan, dirinya membuka diri kepada instansi daerah lain untuk mereplikasi inovasi ini.

 


“Kami bertanggung jawab untuk memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang dan untuk daerah lain jika membutuhkan,” jelas Muhammad Fadhly
, pria kelahiran Kabupaten Limapuluh Kota 30 Januari 1976 ini, menutup pembicaraan.

 

Dalam minggu ke-empat bulan Maret ini, Dinas Dukcapil Padang Pariaman memfasilitasi replikasi inovasi layanan online di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara. (R/Zakirman Tanjung)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama