Mengenal Mira, MC Kondang Asal Agam


 

Agam, (Sumbar)-Saat ini, pembawa acara atau MC (master of ceremony), tidak hanya sebatas hobi atau pekerjaan sambilan saja, tapi sudah bisa dijadikan sebagai pekerjaan atau profesi, yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi jika dijalani dengan profesional.

Seperti yang dilakukan Wilda Qudsi Mirawati S.IP, perempuan kelahiran Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Saat ini ia menekuni profesi tersebut di Kota Padang, kendati demikian, ia selalu siap kapanpun jika kampung halamannya yaitu di Kabupaten Agam memerlukan jasanya.

Saat ditemui, perempuan yang akrab dipanggil Mira tersebut mengatakan, awalnya, menjadi MC ini adalah hobinya sejak masih di bangku sekolah, namun seiring waktu berjalan, dengan talenta dan public speaking yang dimilikinya, kini ia menjadi salah seorang MC profesional di Sumatera Barat.

Ia mengaku, menjalankan profesi sebagai pembawa acara atau MC, sudah dijalaninya selama lebih kurang 26 tahun. Berawal dari pembawa acara dari masjid ke masjid, saat hari besar keagamaan, berlanjut ke acara akad nikah, adat, dan acara lainnya.

Menurutnya, pembawa acara atau MC diibaratkan sebagai sebuah bingkai dengan lukisan, dimana bingkai tersebut adalah MC dan lukisan adalah sebuah acara.

“Bagaimanapun sebuah lukisan, jika dibingkai dengan alakadarnya, tentu lukisan tersebut akan berkurang nilainya. Namun sebaliknya, jika lukisan biasa dibingkai dengan kualitas yang tinggi, maka lukisan tersebut akan menjadi luarbiasa,” jelasnya.

Jadi, katanya, sebuah acara bisa mencapai kesuksesan yang gemilang karena seorang pembawa acara. Dan sebaliknya, acara bisa menjadi hancur karena ulah pembawa acara yang tidak profesional.

“Alhamdulillah, tahun 2005, setelah belajar dan mengikuti beberapa pelatihan, akhirnya sertifikat sebagai MC profesional baru bisa dikantongi,” ujarnya.

Tidak berhenti disitu saja, ia juga telah mendirikan “Mira even organizer” dan “Mira Wedding Organizer”, yang menangani even berskala lokal dan nasional, baik formal maupun non formal.

Tidak tanggung-tanggung, sampai saat ini, ungkapnya, lebih dari 1000 even yang ditangani Mira dan tim sejak tahun 2007.

Bahkan acara besar para pejabat tinggi daerah, seperti bupati, wali kota, gubernur, menteri, sampai wakil presiden pun ia pernah menjadi MC dan event planner di acara tersebut.

Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, kini ia telah membuka pelatihan MC, dan menggandeng beberapa orang profesional diantaranya, Heranof (penyiar RRI), Olin Harmon (protokol provinsi Sumbar), dan owner wedding organizer terkemuka di Sumbar, agar dapat berbagi ilmu dengan peserta didik yang mengikuti pelatihan tersebut.

Saat ini, terangnya, sudah ratusan orang dari berbagai daerah yang dibimbingnya untuk menjadi MC profesional, termasuk dari Kabupaten Agam.

“Untuk menjadi MC profesional, tidak terlepas dari kedisiplinan, atitude yang baik, dan manajemen waktu yang tepat,” jelasnya.

Ibu tiga anak ini menjelaskan, bukan hanya berani tampil di depan umum atau pandai menyusun skenario sebuah acara saja, namun untuk menjadi seorang MC profesional membutuhkan proses yang panjang.

“Pengalaman akan membuktikan bahwa segala sesuatu yang kita impikan memang memerlukan tindakan nyata dengan cara berlatih, berlatih, dan berlatih,” ujarnya.

Saat ini, Mira telah bergabung dengan HIPAPI (Himpunan Pembawa Acara Pernikahan Indonesia), dan di Sumatera Barat, ia dipercaya sebagai salah seorang assesor (penguji) bersama Bundo Elly Kasim dan beberapa perempuan hebat lainnya. (AY)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama