Syamsul Bahri : Purna Bhakti bukan Akhir Sebuah Pengabdian

 

       


Sijunjung, canangnews.com- Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung  H. Syamsul Bahri, S.Pd. MM., saat ditemui diruangan kerjanya mengatakan bahwa “ Purna Bhakti “ bukan akhir dari sebuah pengabdian, hal ini diungkapkan karena akhir bulan ini, tepatnya tanggal 01 Desember 2020 yang bersangkutan akan memasuki masa “ Purna Bhakti“. Melaui bincang-bincang tersebut, Syamsul Bahri, yang lebih akrab disapa Pak Syam tersebut mengungkapkan kepada canangnews.com mengenai pengalaman hidup dan pengabdiannya selama 35 Tahun sebagai ASN. 


“ Saya telah banyak mendapatkan ilmu, pengalaman, dinamika hidup menghadapi berbagai persoalan.  Hal ini tentunya akan dapat membentuk diri kita  menjadi pribadi yang kuat hingga puncak masa karir” ungkapnya mengawali. 


Tiga Puluh lima  Tahun atau setara dua belas ribu tujuh ratus lima puluh tiga hari saya mengabdi dan sebahagian besar bertugas di bumi “Lansek Manih” yang saya cintai ini. Banyak suka dan dukanya, banyak persoalan yang dihadapi yang membuat diri saya semakin kuat dan optimis.  ‘”Bahwa semua permasalahan apapun pasti akan ada jalan keluarnya, yang penting semua itu kita hadapi dengan pikiran positif walaupun kadangkala terlihat tidak menyenangkan, seperti kata orang kalaupun itu manis jangan cepat ditelan mana tau itu racun, sebaliknya kalaupun itu pahit juga jangan cepat dimuntahkan mana tau itu obat bagi kita, orang yang selalu berpandangan positif akan selalu berterima kasih kepada orang yang menyakitinya sekalipun karena orang itulah kita dibuat dewasa dan dekat dengan Allah SWT.” ungkap  Syamsul bersemangat.


Selanjutnya, Syamsul juga mengungkapkan rasa rasa terima kasihnya atas kerjasama seluruh pihak selama mengemban tugas selama ini. ‘Saya banyak banayak mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak  yang telah ikut bekerjasama  dengan saya selama menjalankan tugas  demi kemajuan kabupaten Sijunjung  tercinta ini”, imbuhnya.


Syamsul Bahri yang selalu ramah kepada siapa saja ini, lahir di Tanjung Balit, Solok pada  hari petang Rabu malam tepatnya malam Kamis tanggal 21 November 1962, anak ke-4 dari 7 bersaudara dalam keluarga Muhammad Amir dan Rasani. Ayah merupakan seorang petani yang hidup sangat sederhana, dimana disamping bekerja sebagai penggarap sawah harta pusaka yang sudah menjadi turun temurun, sehari-hari hidup dari hasil berdagang kelontong kecil-kecilan. Sebagai seorang yang juga dianggap oleh masyarakat sebagai seorang ulama, disamping hidup sebagai petani, ayah dikenal sebagai guru mengaji, dimana sudah hampir ratusan anak-anak daerah itu yang sudah khatam Al-Quran melalui didikan beliau.


Kehidupan Syamsul Bahri yang dari kecil cukup sederhana tersebut, sama dengan anak-anak lainnya, tetapi penuh keindahan dan kedamaian bernuansa religius dan alam, sebab selain berfungsi sebagai tempat tinggal juga berfungsi sebagai surau tempat anak-anak mengaji setiap malamnya dengan jumlah puluhan orang. Kondisi rumah yang terpencil dan agak jauh dari keramaian tentunya memiliki nilai-nilai kehidupan yang alami, memiliki alam yang indah-indah disekitarnya terdapat persawahan yang cukup luas dengan ladang atau kebun yang selalu memberikan hasil dan kenikmatan seperti jeruk, durian, kelapa, manggis, lansek, jambu dan tanaman sejenis lainnya, terdapat aliran sungai  Batang Katialo yang airnya jernih dan bersih yang selalu dinikmati untuk mandi, berenang, bermain dengan jenis ikan yang bervariasi dan cukup banyak di kala itu. 


Kondisi alam dan dunia anak saat itu tentunya berdampak kepada pembentukan watak sampai dewasa, dimana kehidupan diwarnai dengan nuansa religius, adat dan alam serta kehidupan anak-anak di desa saat itu, yaitu hidup sama dengan anak-anak normal lainnya, terbiasa bermain bersama, hidup bersama, apalagi pada masa itu dunia anak penuh dengan liku-liku perjuangan dan kemandirian.

 

Pada usia ke-2.597 hari tepatnya tahun 1971, baru mulai memasuki dunia pendidikan, tepatnya pada usia 07 tahun 01 Bulan dan 10 hari, yaitu masuk di SDN 02 Tanjung Balik, yang jarak dari rumah ±1.500 M, yang ditempuh dengan berjalan kaki, dengan jalan yang sangat sederhana. Sebab pada masa itu jangankan motor atau mobil, sepeda pun belum seberapa ditemui, dan alhamdulillah dalam waktu 2.192 hari atau genap 06  tahun pendidikan dasar dapat diselesaikan dengan baik. 


Pada usia ke-6.066 hari tepatnya pada tahun 1976 atau dalam usia 13 (tiga belas) Tahun 1 (satu) Bulan dan 10 (sepuluh) hari, lalu melanjutkan Pendidikan Menengah Pertama di SMP N Sulit Air, yang jarak dari rumah ±6 KM. Namun karena jauh maka di waktu SMP tinggal bersama kakak tertua yaitu Nurfiddin yang waktu itu sudah menjadi Guru SD di Sulit Air, dan pulang ke kampung satu kali seminggu yang itupun ditempuh dengan berjalan kaki. Pendidikan Menengah Pertama dilaui dengan penuh  perjuangan dan kehidupan, tanpa terasa inipun  dapat dilalui selama 1.277 hari atau sekitar 3 tahun dan 5 bulan, sebab waktu itu ada kebijakan pemerintah untuk penambahan tahun pelajaran selama 6 (enam) bulan. 


Pada tahun 1980 atau dalam usia ke-7.161 hari atau dalam usia 16 (enam belas) tahun 7 (tujuh) bulan dan 10 (sepuluh) hari, setelah tiga setengah tahun di SMP, lalu pendidikan dilanjutkan di Sekolah Guru yaitu Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Solok. Waktu itu SPG dipilih karena di samping keinginan untuk sebagai pendidik juga didasarkan faktor ekonomi, sebab sebagaimana biasa setelah tamat SPG, langsung di angkat sebagai PNS atau Guru. 


Tidak jauh berbeda dengan pendidikan sebelumnya, untuk biaya sekolah disamping orang tua, dibantu oleh saudara kakak tertua dan kadangkala oleh saudara kakak yang lainnya. Dan alhamdulillah dalam waktu 1.095 hari atau tiga tahun pendidikan dapat diselesaikan di sekolah ini tanpa kendala yang berarti, karena ekonomi bukanlah menjadi penghalang untuk dapat bersekolah, tapi yang terpenting bagaimana bisa menyelesaikan pendidikan sesuai waktunya dan secepatnya bisa bekerja dan meringankan beban orang tua. Setelah tamat Sekolah Pendidikan Guru di Solok, timbul keinginan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi, dan itu disampaikan kepada orang tua dan sanak saudara. 


Setelah berdiskusi akhirnya Tahun 1983 atau dalam usia 19 Tahun, 7 bulan dan 10 Hari setelah ikut Seleksi Penerimaan Siswa Baru (Sipenmaru), dan lulus pada urut ke-13, dilanjutkanlah pendidikan pada Jurusan IPS Program Diploma II IKIP Padang, dan hal ini juga dipilih selain keinginan untuk melanjutkan kuliah juga didasarkan faktor Ekonomi yaitu program yang hanya dapat diselesaikan dalam waktu 2 (dua) tahun. Semasa di Perguruan Tinggi pembiayaan sekolah disamping orang tua, dibantu kakak tertua, dan juga saudara yang Nomor -2 yang waktu itu telah merantau ke Jakarta, dan Alhamdulillah pada tahun ke-2 menerima bantuan dalam bentuk Tunjangan Ikatan Dinas ( TID ) yang sangat membantu sekali dalam pembiayaan perkuliahan. Selama mengikuti perkuliahan di Padang pada tahun pertama tinggal pada tempat saudara perempuan yang waktu itu bekerja sebagai wiraswasta di Padang Besi. Hal ini tentunya dalam upaya meringankan kebutuhan harian, walaupun untuk Padang Besi – Air Tawar ditempuh dua kali naik angkot, walaupun kadangkala sangat terbantu dengan adanya kendaraan Bus PT. Semen Padang yang diperuntukkan untuk anak-anak karyawan, yang setiap hari mengantar anak sekolah rute Air Tawar, dan arah lainnya dan tidak dipungut bayaran, walaupun kadangkala tidak dapat tempat duduk. 


Dalam waktu 888 hari atau sekitar 2 tahun dan 5 bulan,  selama 4 Semester perkuliahan Alhamdulillah tanggal 2 September 1985 di wisuda, yang pada waktu itu dihadiri Kakak Nomor 2, Masri Amir ( almarhum ) dan tanggal 1 Desember 1985 terhitung SK I sebagai CPNS, bertugas sebagai Guru di SMP Negeri Bidar Alam, Kec.Sangir Kabupaten Solok.


Selama bertugas di SMP Bidar Alam sebagai guru pertama kali, telah banyak memberikan pengalaman yang bermakna, baik di sekolah maupun di Masyarakat, sebab sebagai guru pertama kali tentunya diawali dengan niat dan semangat yang cukup tinggi, sehingga berselang 6 (enam) bulan oleh Kepala Sekolah dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah, dan kemudian ditugaskan mengikuti beberapa kali penataran tingkat provinsi dan alhamdulillah selalu muncul sebagai peserta terbaik, demikian juga ditugaskan mengikuti Penataran P.4 Pola 120 Jam untuk menjadi narasumber penataran P4 bagi masyarakat. 


Berselang 1.643 hari atau 4 Tahun dan 6 Bulan bertugas di Bidar Alam yang telah banyak memberikan arti tentang kehidupan dan tugas, sebab nagari ini sebagai nagari yang kuat akan nilai-nilai religuis dan adat, lalu mutasi ke SMP N Paninjauan terhitung 1 Juni 1990 yaitu di kampung sendiri. Di SMPN Paninjauan tentunya beberapa program dan kegiatan dilalui dengan baik, apalagi bertugas di kampung sendiri, banyak sekali kegiatan yang dilakukan antara lain: aktif mengelola kegiatan kesiswaan dan pramuka, membantu guru dalam kenaikan dan penyusunan angka kredit, membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan kurikulum dan yang lebih utama ditunjuk sebagai Wakil SMP terbuka yang kala itu menjadi program prioritas Kanwil Provinsi Sumatera Barat, dan tahun 1996 terpilih sebagai ‘ GURU TELADAN I TINGKAT KABUPATEN SOLOK “ sekaligus utusan Kab. Sokok ke Tingkat Propinsi.   Sementara untuk kegiatan kemasyarakatan juga tidak kalah peran yang dilakukan seperti di Tingkat Nagari: Sekretaris LKMD dan LMD, Pengurus Karang Taruna, Ketua Masjid, Ketua Remaja Masjid, Ketua Pembangunan dan Ketua Komite SMK N 2 X Koto di Atas dan kegiatan lainnya, baik bernuansa pemerintahan, agama dan kegiatan berkaitan adat. Sementara itu juga sering menjabat ketua kegiatan kegiatan Perantauan dengan Program Pulang Basamo dan kegiatan lainnya yang sejenis. 


Memasuki tahun 1989 mencoba mengikuti seleksi Kepala Sekolah yang diawali dengan seleksi tingkat Kabupaten lalu ke Provinsi, dan alhamdulillah lulus tengan nilai terbaik dan langsung mengikuti pembekalan Tingkat Regional di Medan. Barangkali sering aktif di kegiatan organisasi, di Medan pada kegiatan Cakep ini  dipercaya menjadi ketua peserta diklat Tingkat Regional Wilayah Sumatera, dan alhamdulillah diklat di Medan dapat diselesaikan dengan baik dan dinyatakan lulus sebagai calon Kepala Sekolah. 


Berhasilnya lulus sebagai Kepala Sekolah dan disini pulalah karir I kali ditorehkan di Bumi Lansek Manih, tepatnya tanggal 01 Mei 2000 ditugaskan sebagai Kepala Sekolah di SMP N Padang Lawas Kabupaten Sijunjung, dan menariknya disini selain kerukunan dan pergaulan yang terbangun dengan baik sekolah ini di amanahkan sebagai sekolah Penerima Bantuan Operasional Manajemen (BOM) di tingkat nasional. Alhamdulillah, hasil penilaian nasional dinyatakan sebagai sekolah 30 terbaik Nasional dalam pengelolaan manajemen sekolah dan diikutsertakan studi banding ke Jakarta dan Jawa Barat oleh kementrian yang mana di kala itu untuk kegiatan di luar daerah adalah yang yang sangat langka sekali dilakukan. 


Berselang 02 tahun, 03 Bulan dan 25 hari di SMP Padang Lawas lalu mutasi ke SMP 4 Sijunjung, yang sekarang SMP 13 Sijunjung, dan berselang  2.170 hari atau 5 tahun, 10 Bulan dan 10 Hari , di SMP 13 Sijunjung, lalu mutasi ke Dinas Pendidikan sebagai pejabat struktural, yaitu ditempatkan jabatan Kasi Pengelolaan Teknologi dan Informasi Kependidikan (ICT) Bidang Program Peningkatan Mutu Pendidikan (PPMP) yang berselang 9 bulan dan 16 hari atau total 289 hari, dimutasikan lagi ke Kasi Kurikulum SLTP/ SLTA dan itupun berselang 11 bulan dan 27 hari atau secara komulatif 361 hari. 


Setelah 2 kali mendudukuki jabatan Eselon IV akhirnya pada 18 Mei 2010 dilantik menjadi Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Informal dan Kesiswaan (PNFIK), lebih kurang  904 hari atau 02 Tahun 05 Bulan dan 20 hari menjabat kabid PNFIK, tanggal 07 Nopember 2012 kembali dilantik menjadi Kepala Bidang PAUD Non Formal dan Informal (PAUD NI) dan itu dilalui selama 1.518 hari atau, 04 tahun 01 Bulan dan 26 Hari , lalu dilantik kembali menjadi Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PAUD & PNF). Setelah bertugas selama 1.098 hari atau 3 tahun 0 bulan dan 3 hari pada pada tanggal 06 Januari 2020, dipercaya menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sampai sekarang ini. 


Jika dilihat dari biodata perjalanan hidup Syamsul Bahri, dapat disimpulkan atas 3 (tiga) fase-fase kehidupan. a. Masa kanak-kanak dilalui selama 2.597 hari atau 7 tahun , 1 bulan dan 10 hari. b. Masa pendidikan dan tamat perguruan tinggi sampai penerimaan SK 1 sebagai CPNS dilalui dalam waktu 14 tahun 11 bulan atau sekitar 5.448 hari dan c. Masa bekerja sebagai PNS diperkirakan sampai memasuki usia pensiun sekitar dalam rentangan waktu 35 Tahun pas atau setara 12.753 hari. 


Selama bertugas sebagai seorang PNS dan merupakan sebuah kebanggaan tentunya ada prestasi yang diraih  selama bertugas antara lain :  Instruktur P4 Tingkat Kabupaten mulai tahun 1984 sd 1995, Wakil Kepala Sekolah juli 1986 sd Juni 1990, Guru Teladan I Tingkat kabupaten Solok tahun 1996 dan Wakil Kepala SMP Terbuka Negeri Paninjauan 1993 sd. 1999, sementara setelah menduduki jabatan  Kepala Sekolah, prestasi-prestasi yang berhasil diraih antara lain sebagai Kepala Sekolah Terbaik Nasional Pengelolaan MBS di SMP N Padang Lawas tahun 2001, Instruktur Nasional Manajemen Berbasis Sekolah tahun 2002 sd. 2005, dan mengantarkan SMP 13 Sijunjung utusan Provinsi Lomba Keuanggulan Pembelajaran PKN Tingkat Nasional. 


Selanjutnya setelah menduduki jabatan Struktural , yang dimulai tahun 1997 sebagai bentuk pengabdian telah ikut andil dan berperan aktif dalam hal antara lain : (1) Tahun 2012 (a) Penobatan Bunda PAUD tingkat Kabupaten oleh Direktur PAUD Dr.Erman Syamsuddin di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung, (b)  program PAUD dengan gerakan Pencanangan 1 Jorong 1 PAUD, oleh direktur PAUD Dr.Erman Syamsuddin , (c) pelaksanaan Hand Over Program PPAUD dari Kemdiknas ke PEMDA yang dilaksanakan di Hotel Pangeran Padang,  (d) Bunda Paud Sijunjung mendapat penghargaan Short Course ke China atas Prestasi keberhasilan Sijunjung dalam pengelolaan Program PAUD, ( 2 ) Tahun  2013, beberapa prestasi dan kegiatan-kegiatan program PAUD diantaranya, (a) Bupati Sijunjung  menerima Penghargaan Tingkat Nasional “Anugrah Aksara Tingkat Pratama” Atas kepedulian Daerah dalam hal penuntasan Buta Aksara yang diterima dari Kemendikbud RI dan diserahkan Wakil Mentri di Aula Senturi Kemendikbud ( b ) Bupati Sijunjung menjadi Nara Sumber Tingkat Nasional “terkait Strategi Penjaminan Mutu Program PAUD”, dalam acara Steering Commitee di Hotel Century Atlet Jakarta pada 20 Februari 2013, (c)  mensukseskan Senam Seribu dalam rangka Gebyar PAUD Tingkat Kabupaten Sijunjung pada tanggal 7 desember 2013, dengan tema Gebyar Seribu Anak dan mencapai 2.700 anak bersalaman dengan Bupati Sijunjung, ( d ) apresiasi Bunda PAUD di Tingkat Provinsi, dan terpilih mewakili Sumatera Barat ke Tingkat Nasional dan berhasil meraih peringkat I Provinsi dan 3 Nasional. ( e) melaksanakan penjaminan mutu PAUD, dengan menghadirkan Mary Lou Hyson ke PAUD Percontohan yang merupakan PAUD rujukan yang dibangun di atas tanah Pemda. 


Pada tahun 2014, beberapa prestasi kembali diraih, diantaranya adalah (a)  Bupati menerima Penghargaan Anugrah Aksara Tingkat Madya Tingkat Nasional, atas kepedulian terhadap Penduduk Buta Aksara, di Kendari Sulawesi Tenggara, secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. M. Nuh, (b )  Bupati Sijunjung menerima  Penghargaan “Inklusif Award dari Kementerian Pendidikan Nasional “atas kepedulian terhadap anak berkebutuhan untuk mendapatkan Pendidikan, diserahkan Wakil Mentri Prof. Dr. H. Musliar Kasim di Gedung Pancasila 4 Oktober 2014, (c)   mendapatkan kunjungan yang luar biasa, saat Sijunjung dikunjungi Dirjend PAUD dan Dikmas Dr. Lydia Freyani Hawadi P. Si, pada acara Gebyar PAUD dan acara penobatan bunda PAUD Kecamatan, Nagari dan Jorong. dan dilanjutkan kegiatan peresmian PAUD percontohan, ( d) Bupati Sijunjung menerima penghargaan Tingkat Nasional “ANUGRAH KIHAJAR” atas kepedulian Bupati, terhadap penggunaan Teknologi Informasi (ICT), di Satuan Pendidikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan. 


Memasuki tahun 2015, prestasi-prestasi kembali ditoreh,  (a)  “Rekor MURI “Cipta Lagu Terbanyak (1.014 lagu) oleh tenanga pendidik PAUD, dalam acara Gebyar Paud di Kabupaten Sijunjung yang dihadiri PLT Dirjen Paud dan Dikmas Kemendikbud RI. M.Taufik, (b)  lounching Film PAUD “SETINGGI LANGIT”, mengisahkan perjuangan Guru guru PAUD bersama Pemerintah daerah membangun PAUD di Sijunjung, .Tahun  berikutnya, tepatnya tahun 2016, kembali beberapa prestasi didapatkan : (a) Bupati Sijunjung menerima penghargaan “ Anugerah Kawastara Pawitra “ dari Kementerian Pendidikan Nasional RI atas Komitmen Tinggi dalam Implementasi Permendikbud Nomor 28 Tahun 2010. Diserahkan Mendikbud RI Muhajir di Kota Solo Surakarta Sabtu 15 Oktober 2016, (b)  Bupati Sijunjung sebagai “Narasumber Tingkat Nasional” PAUD Holistik Integratif (HI) atas Komitmen Tinggi dalam Pengelolaan PAUD Holistik Integratif di HI Hotel A One Jakarta tanggal 25 April 2016. Selanjutnya pada tahun 2017, dan juga sejalan dengan HUT Kab. Sijunjung ke -68 kembali meraih prestasi (a)  Bupati Sijunjung menerima penghargaan “ dua Rekor MURI “  Pembuatan Alat Permainan Edukatif terbanyak dari bahan limbah , oleh Pendidik PAUD yaitu 6.524 APE dan pembuatan Aneka Jenis Makanan terbanyak dari ubi kayu yang waktu itu diprakarsai oleh Dinas Pangan dan Perikanan, pada acara gebyar PAUD Kabupaten Sijunjung  yang dihadiri Direktur Paud Ella Yulaewati, PHc. Pada waktu itu juga disepakati dalam bentuk MOU, antara Camat dan Kementrian disaksikan Bupati Yuswir Arifin, soal Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD.

 

Tahun 2018 sejalan hari jadi Kabupaten Sijunjung ke-69  kembali beberapa penghargaan diperoleh antara lain : (1)  Bupati Sijunjung menerima penghargaan “ dua Rekor MURI “dengan kegiatan melukis terpanjang oleh ribuan anak PAUD dengan panjang  lebih kurang 1.200 M di atas kain Putih  dilaksanakan sepanjang Jln. Prof. M.Yamin mulai dari Depan Citra Swalayan sampai Masjid Taqwa Muaro Sijunjung  dan menumbuk padi terbanyak menggunakan lesung yang waktu itu dihadiri oleh ‘ INDO JALITO PEDULI “dan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera barat dan tamu lainnya. 


“Tahun 2019 , juga sejalan dalam rangkaian HUT Kab. Sijunjung ke -70 dalam acara “ Festifal Lansek Manih -2 “ kembali 3 ( tiga ) rekor muri diraih melalui kegiatan karnaval dengan tajuk “ 1000 kreatifitas anak PAUD dengan berpakaian unik terbuat dari bahan limbah / daur ulang oleh anak Usia Dini terbanyak yang waktu itu mencapai 3.880 anak Paud memadati Jln. Prof .M Yamin dan Rekor Muri ke-2 pergelaran tari piring dengan penari terbanyak yakni mencapai 1.965 Penari dan rekor Muri ke-3  dipersembahkan melalui Dinas Pangan dan Perikanan lomba penyajian lemang Ubi , yang waktu itu dipersembahkan sekitar 397 sajian dari berbagai Jorong, nagari, dan organisasi wanita di Tingkat Kabupaten”, ungkap Syamsul dengan cerita yang lebih panjang.


Pada tahun 2020, tepatnya tanggal 6 Januari 2020 dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan dan lebih kurang setahun menduduki jabatan ini beberapa hal telah dilakukan antara lain : (1) Pembenahan dan penuntasan Proses kenaikan Pangkat Guru melalui angka kredit, (b) penataan manajemen Bos dan pembayaran tunjangan TPG Guru dan ( c ) penataan asset Dinas serta (d) penataan lingkungan dan ruang kantor dinas sebagai layanan yang representative dalam rangka peningkatan layanan publik, disamping kegiatan lainnya membangun Tim bersama Kepala Dinas Pendidikan dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan pemajuan kebudayaan sebagai tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan. 


Disamping itu dalam diskusi formal dan informal selalu memberikan inspirasi dan motivasi agar semua Kepala Sekolah dengan teman teman guru disamping mencapai target di kegiatan pokok khususnya dalam hal pembelajaran, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana sekolah dapat menciptakan inovasi inovasi baru sebagai agen perubahan , yang itu tidak saja dibidang akademik, tapi Non Akademik, sehingga sekolah berjalan secara optimal dan  sebagai misal di akhir tahun Sekolah tidak hanya memberikan 1 lembar ijazah atau SKHUN kepada anak didiknya tapi diiringi dengan sertifikat atau penghargaan  misal berprestasi dan hafal 02 Juz Al – Qur,an, Sertifikat kejuaraan tingkat Kabupaten dan Propinsi, sertifikat berprilaku baik di Sekolah dan lainnya yang secara tidak langsung membuat sekolah tersebut sangat dikenal atau diminati oleh masyarakat  yang  hasil karya nyata sekolah. 


Selain itu diharapakan seorang Kepala Sekolah menuliskan kerja dan karyanya menjadi sebuah buku yang pada suatu saat nanti menjadi sebuah Inspirasai atau bahan bacaan memperkaya wawasan keilmuan. Lebih lanjut di tegaskan Syamsul, kalaulah siswa SD saja setahun menamatkan siswanya rata rata 20 Siswa dan dikalikan jumlah sekolah 204 Sekolah  berarti ada siswa yang tamat 4.080 anak, dari jumlah tersebut 5 orang saja satu sekolah hafizh 1 Juz berarti setahun di Sijunjung telah ada anak yang hafizh Qur,an 1.020 anak, belum lagi yang tamat di SMP atau tingkat SLTA., itu jumlah dihitung secara minimal.


Di akhir pembicaraannya Syamsul Bahri menyampaikan bahwa ada dua hal pokok di akhir tugas ini yang sangat membuat bersyukur kepada Allah SWT., dan terima kasih kepada semua pihak antara lain (a) Alhamdulillah selama bertugas selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT.,   tidak bersentuhan dengan rumah sakit atau menggunakan kartu BPJS  dan (b) tidak pernah mengambil cuti kecuali Cuti dalam hal menunaikan ibadah Haji, dan (c) dapat menunaikan tugas dengan baik sampai di akhir masa jabatan, baik disegi disiplin kerja, loyalitas pimpinan, penggunaan anggaran, hubungan antar sesama dan lainnya. 


Selanjutnya kembali diungkapkan Syamsul bahwasanya “Purna Bhakti“  bukanlah akhir  dari  segalanya, bukan akhir untuk berkonstribusi kepada Bangsa dan Negara ini, pengalaman dan ilmu yang didapat selama ini merupakan modal untuk berbuat lebih baik lagi disamping mempersiapkan diri menuju kehidupan yang kekal dan abadi. ’Melalui tulisan ini disampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut bersama, men-support, membantu yang tidak dapat disebutkan satu persatu,  mohon ma’af kepada semua pihak atas kata yang tidak pada tempatnya, perbuatan dan sikap dyang tidak sesuai, semoga Allah Ridho Aamiin ya Rabbal ‘Alamin”, pungkasnya. (TJP)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama