Debat Putaran Kedua Pilkada Bukittinggi, Erman Safar-Marfendi Diantar Langsung Ustadz Abdul Somad


Bukittinggi, -Debat publik kedua antar pasangan calon (Paslon) walikota dan wakil walikota digelar untuk menyampaikan visi dan misi mereka masing masing, di Grand royal Denai Hotel, Bukittinggi, Minggu (29/11). Dikesempatan itu, Paslon nomor 2 Erman Safar-Marfendi yang diantar langsung oleh Ustadz Abdul Somad, Ustadz Jel Fatullah dan ustadz Hasyam Havizh serta simpatisan.

"Kami dari awal memilih beliau (Erman Safar) yang seorang teman yang rajin, amanah, sukses dan entrepreneur untuk memilihkan partainya, mengantar dan mendoakan. Inilah bagian dari pendidikan umat, bahwa dakwah amar ma'ruf nahi munkar itu juga lewat kekuasaan (politik)," ungkap UAS usai mengantar Paslon nomor 2 untuk debat kandidat. 

Dai kondang tersebut mengatakan, bahwa umat tidak hanya dididik shalatnya, tidak hanya baca Al-qur'annya, tetapi juga dididik memilih karena hidup didunia demokrasi itu sesuatu yang biasa. "Ada 12 poin kontrak politik yang ditanda tangani Erman-Marfendi dengannya andai terpilih nantinya jadi walikota," ujarnya. 

Diantaranya, melibatkan niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai dalam mengambil keputusan dan mengedepankan musyawarah serta mufakat, mempertahankan Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, memasukkan lima pelajaran agama seperti alqur'an hadist, fiqih, bahasa Arab dan sejarah Islam, menggiatkan kajian untuk pegawai kantor dinas kajian bersilabut, kemudian menggiatkan kajian milenial supaya anak muda tidak terjerumus pergaulan bebas dan LGBT.

Erman Safar -Marfendi didampingi oleh ulama menjadikan jabatan walikota dan wakil walikota sebagai sarana amar ma'ruf nahi munkar serta jika Allah SWT mengabulkan doa agar Erman dan Marfendi menjadi kepala daerah Bukittinggi, maka poin poin tersebut dievaluasi lagi oleh kementerian agama dan majelis ulama Indonesia (MUI).

UAS berharap, semoga Allah Ta'ala memberikan kekuatan agar Erman Safar-Marfendi bisa tegar dan apa yang diperlihatkan yang ada dalam hatinya sejalan dengan lisannya, takut kepada Allah, tidak munafik serta tidak berbeda kata dan perbuatan. (Nas)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama