Bupati Ali Mukhni: Lingkungan Asri dan Nyaman Memicu Semangat Bekerja

Bupati Ali Mukhi mengontrol bunga bougenvil yang tumbuh subur di kawasan Ibu Kabupaten, Paritmalintang

Paritmalintang,  CanangNews – Komitmen Bupati Ali Mukhni menjadikan Kawasan Ibu Kabupaten Padang Pariaman yang berada di Paritmalintang berbasis lingkungan ramah dan asri patut diapresiasi. Bayangkan saja, daerah yang dulunya tandus mampu disulapnya menjadi kawasan yang asri, banyak pepohonan dan bahkan memiliki kebun binatang mini.

"Kuncinya kepedulian. Kebiasaan saya sebelum masuk ruangan, kita luangkan waktu berkeliling kantor, ada sampah agar dipungut, siram tanaman dan cabut rumput di sekitar pot," kata Ali Mukhni yang baru saja meraih Opini WTP dari BPK RI di halaman kantornya, Paritmalintang, Selasa (30/5/2017).

Ia pun menyebutkan, banyak tokoh baik nasional maupun lokal yang kagum ketika mengunjungi kawasan perkantoran yang ditempati sejak 25 Oktober 2012 itu. Seperti Tokoh Nasional H. Azwar Anas yang meminta langsung Bupati Ali Mukhni untuk menanam bunga bougenvile.

"Alhamdulillah, bougenvile tumbuh subur, berwarna warni, semakin cantik kantor yang ramah lingkungan ini. Kondisi ini dapat memicu semangat dan kenyamanan dalam bekerja," ujar Alumni Lemhanas 2012 itu.

Bupati Ali Mukhni membersihkan rumput liar di sekitar bunga bougenvile

Dia menambahkan, Kantor Bupati ini memiliki nilai ekonomis yang  menjanjikan. Karena dilalui oleh Jalan Nasional Duku-Sicincin yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan. Oleh karena itu tercetus ide membangun rest area dan dilengkapi Masjid Raya Padang Pariaman yang megah.  

Terlihat penghijauan kawasan perkatoran tersebut  di sekeliling kantor hingga lapangan parkir juga ada tanaman seperti ketapang emas, bougenville, melati, angsana, bunga kertas dan lain sebagainya.


Bupati Ali Mukhni mengajak masyarakat, pengunjung dan aparatur untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar kawasan kantor. Jika ada sampah agar dipungut dan dibuang pada tempat yang disediakan. Jika ada pengunjung melempari satwa agar diitegur dan tidak melakukan hal-hal yang bisa menyakiti satwa dan tanaman. (zast)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama