Direktur PDAM Padang Pariaman di antara sejumlah aset yang diadakan 4 tahun terakhir


PADANG PARIAMAN - PDAM Padang Pariaman menargetkan pendapatan sebesar Rp 24 milyar rupiah untuk tahun 2021 mendatang. Pendapatan itu bersumber dari empat kategori.

Target ini disampaikan Direktur PDAM Padang Pariaman Aminuddin didampingi Kabag Hubungan Langganan Edilpatriz, Kabag Keuangan Sofia Erika dan Kabag Teknik Hendra Gusta bersama jajaran Kamis (8/10) setelah rapat penyusunan rencana kegiatan anggaran perusahaan (RKAP) sebelumnya.

Ke empat jenis pendapatan itu meliputi penambahan 6000 sambungan baru sekaligus tagihan rekening sebesar  Rp 21 milyar. Disusul reklasifikasi pelanggan sebesar Rp 1,1 milyar, pendapatan dari tangki dalam pengisian depot air minum isi ulang Rp, 410 juta. Terakhir pendapatan non air sambungan baru sebesar Rp 1,9 milyar.

"Total target kita Rp 24,5 milyar. Ini adalah target minimal. Kami sangat yakin akan bisa merealisasikannya," rinci Kabag Hubungan Langganan Edilpatriz.

Meski dengan pendapatan yang lumayan besar, tapi itu baru bisa untuk membiayai operasional PDAM sendiri. Utamanya untuk gaji dan penyetoran ketekoran dana pensiunan. Kemudian juga untuk biaya pemeliharaan dan operasional lain. Termasuk pengadaan kendaraan dinas yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan. 

Dengan kondisi ini pendapatan baru bisa untuk menutupi biaya operasional, dan belum bisa menyumbang untuk pendapatan asli daerah (PAD).

"Kita targetkan, PDAM akan menyumbang PAD pada tahun 2025 nanti, sesuai dengan cakupan pelayanan yang digariskan oleh Peraturan Pemerintah dan Peraturan Mendagri," papar Aminuddin.

Secara perlahan tapi pasti, sejak beberapa tahun terakhir, PDAM Padang Pariaman memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Atas kemajuan itu bisa membuat PDAM Padang Pariaman keluar dari kategori sakit menjadi belum sehat yang kini menuju sehat.

"Insya Allah, pada 2025 nanti kita bisa masuk kategori PDAM sehat dengan menyumbang PAD kepada daerah. Dan kita tak lagi menutupi ketekoran dana pensiun" kata Aminuddin lagi.

Sejak beberapa tahun terakhir, kemajuan pesat diperlihatkan PDAM Padang Pariaman, selain mampu membiayai diri sendiri dan menutup ketekoran dana pensiunan, juga terjadi lonjakan aset berupa kendaraan dinas roda empat dan dua. (aji)