Ilustrasi



PARIAMAN - Ketua Bawaslu Kota Pariaman Riswan menyebut, saat ini proses Pilkada serentak Paslon Gubernur dan Wagub Sumbar memasuki tahap kampanye. Pada tahap ini sangat rawan terjadi pelanggaran.

Pernyataan itu disampaikan Riswan dalam pembukaan rapat kerja teknis (Rakernis) Bawaslu bersama Panwascam se Kota Pariaman di Bukittinggi. Kegiatan itu diadakan pada Sabtu dan Minggu (24-25/10).

"Masih ada paslon peserta Pilkada  yg sengaja  kampanye diam dian tanpa pemberitahuan. Kita harus cari info yg banyak dan mengupayakan tidak terjadi pelanggaran, harus dicegah terlebih dahulu.Kalau terjadi pelanggaran, apalagi  banyak, akan menyita energi, waktu, tenaga dan fikiran kita," kata Riswan mengingatkan.

Sementara Koordinator Divisi Penanganan Bawaslu Sumbar Elli Yanti menandaskan, tugas pengawas pemilu tak begitu berat, hanya mengawasi pelanggaran.

"Dari pelanggaran itulah kemudian ditindaklanjuti sesuai mekanismenya," kata Elli Yanti yang lansung membuka kegiatan secara resmi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dari empat kecamatan dalam Kota Pariaman.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pariaman Riky Falantino menyebut, pihaknya sengaja menghadirkan narasumber dari akademisi yang berkompeten dalam acara ini.

Mereka adalah Otong Rosadi (Rektor Universitas Eka Sakti), Yoserwan (Dosen Hukum Pidana Unand) dan Khairul Fahmi (Dosen Hukum Tata Negara Unand). (aji)