![]() |
| Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias lepas tokoh adat dan tokoh masyarakat (*) |
Bukittinggi, Canangnews– Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melepas keberangkatan 50 tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk melakukan kunjungan ke Banda Aceh, Aceh, dan Jambi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kelembagaan adat serta mempelajari penerapan nilai-nilai adat dan budaya di daerah lain.
Pelepasan rombongan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (16/10). Para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat dan nagari di Kota Bukittinggi.
Ramlan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para tokoh adat dan masyarakat untuk melihat secara langsung praktik pelestarian adat dan budaya di Banda Aceh dan Jambi.
“Melalui kunjungan ini, diharapkan para tokoh masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya, sekaligus mempelajari hal-hal yang dapat diterapkan di tengah masyarakat,” kata Ramlan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.
Menurut Ramlan, hasil kunjungan tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan kegiatan pelestarian adat dan budaya di Bukittinggi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kearifan lokal agar tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Sebanyak 50 tokoh adat dan masyarakat tersebut diberangkatkan dalam dua kelompok. Rombongan pertama menuju Banda Aceh pada Jumat (16/10), sedangkan rombongan kedua dijadwalkan berangkat ke Jambi pada Rabu (21/10).
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, perjalanan rombongan juga didampingi dua tim kesehatan. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan kondisi kesehatan peserta selama perjalanan.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap para peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi penguatan kelembagaan adat serta pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat.
(KH/**)

