874 Pelajar Jadi Penumpang Perdana Angkutan Gratis di Bukittinggi

0

 

Wali Kota Bukittinggi, Wawako, forkopimda foto bersama pelajar (*N)


Bukittinggi, Canangnews— Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi meluncurkan program uji coba angkutan gratis bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di daerah tersebut.


Peluncuran program berlangsung di Pelataran Stasiun Lambuang Jalan Sudirman Bukittinggi, Senin (5/10/2026). Program ini bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Tahun Anggaran 2026.


Kegiatan peluncuran dihadiri Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota, Ibnu Asis, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komisi III DPRD, staf ahli, asisten, kepala OPD se-Kota Bukittinggi, para lurah, kepala SMP Negeri, pengurus Organda dan koperasi angkutan umum, pengemudi, serta awak media.


Sebanyak 874 pelajar menjadi penumpang pertama dalam program tersebut. Jumlah itu setara dengan sekitar 10 persen dari total 8.000 siswa SMP di Kota Bukittinggi.


Dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinggi menegaskan layanan angkutan gratis tersebut dikhususkan untuk mengantar dan menjemput pelajar dari dan menuju sekolah. Pelajar tidak diperkenankan menggunakan fasilitas tersebut untuk keperluan lain, seperti pergi ke pasar maupun kafe.


Menurutnya, ketentuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknis pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan pelajar.


"Angkutan kota itu adalah dari jalur yang ada dan tidak jalur yang di luar kota. Kita hanya jalur yang ditempuh angkutan," ujar Wali Kota.


Ia mencontohkan pelaksanaan program di SMP Negeri 7 Bukittinggi. Di sekolah tersebut terdapat 274 pelajar yang telah mendaftar dan membutuhkan sekitar 30 unit angkutan kota untuk melayani perjalanan pergi dan pulang sekolah.


Setiap unit angkutan kota memiliki kapasitas sekitar 11 hingga 12 penumpang.


Wali Kota juga memberikan toleransi keterlambatan hingga 30 menit, terutama apabila kegiatan belajar mengajar berakhir hingga pukul 14.30 WIB. Karena itu, orang tua diminta memastikan anak-anak sudah menunggu di depan rumah sesuai waktu yang telah ditentukan agar tidak tertinggal angkutan.


Untuk memastikan program berjalan optimal, lurah diminta melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Sementara itu, Dinas Perhubungan diminta memperluas sosialisasi, termasuk melalui surat edaran yang disampaikan ke masjid-masjid.


Dorong Tabungan Haji Pelajar


Selain memberikan kemudahan transportasi dan meringankan beban orang tua, Pemkot Bukittinggi juga mendorong agar biaya transportasi yang sebelumnya dikeluarkan keluarga dapat dialihkan untuk kepentingan masa depan pelajar.


Wali Kota mengusulkan uang transportasi sekitar Rp6.000 per hari yang biasanya dikeluarkan orang tua dapat ditabung melalui program Tabungan Haji Pelajar di BPR Jam Gadang.


Gagasan tersebut didorong oleh panjangnya masa tunggu keberangkatan haji yang saat ini mencapai sekitar 29 tahun. Dengan mulai menabung dan mendaftarkan diri sejak usia 12 tahun, pelajar diharapkan memiliki kesempatan lebih baik untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini.


Pemkot Bukittinggi menilai program angkutan gratis ini tidak sekadar menjadi kebijakan di bidang transportasi, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi keluarga serta membuka ruang edukasi finansial bagi pelajar.


Berpeluang Diperluas ke Sekolah Swasta


Pemerintah Kota Bukittinggi akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba tersebut. Jika program berjalan tertib, rapi, dan bersih, Pemkot berencana mengajukan pengembangan program kepada DPRD Kota Bukittinggi agar cakupan layanan dapat diperluas hingga sekolah swasta.


"Kalau uji coba ini berjalan rapi dan bersih, kita akan ajukan pengembangannya kepada DPRD untuk sekolah swasta," demikian disampaikan Wali Kota.


Selain program angkutan gratis, Pemkot Bukittinggi pada pekan ini juga akan menyalurkan hampir 2.000 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP.


Bantuan tersebut diberikan secara lengkap, mulai dari sepatu hingga tas, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membantu meringankan kebutuhan pendidikan masyarakat.


(KH)

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(50)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top