![]() |
| Wawako Bukittinggi, Ibnu Asis (**) |
Bukittinggi, Canangnews— Kongres V Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatera Barat resmi dibuka di UPTD Balai Pertanian Bukittinggi, Minggu (4/10/2026). Kongres tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong pendataan warga Sunda yang berada di Sumatera Barat.
Kongres mengusung tema “Dengan Semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dan Silih Wawangi”. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.TP., bersama pengurus dan perwakilan PWS dari sejumlah daerah di Sumatera Barat.
Ketua PWS Bukittinggi, Rudi Awan mengatakan, pendataan warga Sunda menjadi salah satu agenda penting dalam kongres. Hal itu dilakukan karena selama ini terdapat sejumlah perkiraan berbeda mengenai jumlah warga Sunda yang tinggal di Sumatera Barat.
“Selama ini ada berbagai angka mengenai jumlah warga Sunda di Sumatera Barat, ada yang menyebut 50 ribu, 60 ribu bahkan 70 ribu. Melalui kongres ini kita ingin membuktikan berdasarkan data dan membangun database warga Sunda di Sumatera Barat,” kata Rudi.
Menurut Rudi, PWS saat ini memiliki kepengurusan yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, 15 daerah dapat menghadiri Kongres V, sedangkan tiga daerah, yakni DPD Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan, belum dapat mengikuti kegiatan.
Ia berharap kongres dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta menghasilkan kepengurusan yang amanah dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain memperkuat organisasi, PWS juga mendorong kontribusi warga Sunda dalam sektor ekonomi. Khusus di Bukittinggi, sebagian besar warga Sunda disebut bergerak di bidang UMKM, terutama kuliner.
“Warga Sunda yang ada di Bukittinggi sebagian besar bergerak di bidang UMKM. Kita memiliki kuliner seperti bubur Pasundan, siomay, batagor, bakso, martabak Bandung dan berbagai kuliner lainnya,” ujarnya.
Rudi menegaskan PWS tidak bertujuan membangun sekat berdasarkan etnis. Paguyuban tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga dengan tetap menghormati masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Prinsip kita bukan mengedepankan masalah etnis. Siapa pun yang menjadi bagian dari masyarakat dan memiliki semangat kebersamaan, selama tidak bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila, tentu kita terima dan kita rangkul,” katanya.
PWS juga terus menjalankan kegiatan sosial. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas pemakaman yang dapat dimanfaatkan warga Sunda maupun masyarakat lainnya yang membutuhkan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengapresiasi pelaksanaan Kongres V PWS Sumatera Barat di Kota Bukittinggi.
Menurutnya, keberadaan paguyuban warga Sunda telah memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial dan pembangunan Kota Bukittinggi.
“Kita sangat bersyukur karena keluarga Sunda di Bukittinggi bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan kota. Kita berharap warga Sunda dan seluruh warga lainnya bisa semakin guyub, akur, toleran dan saling bersaudara,” ujar Ibnu Asis.
(KH)


